Gawat! Harga Emas Ambles Terus, Tembaga Naik Daun


Sabtu, 28 November 2020 - 13:19:22 WIB
Gawat! Harga Emas Ambles Terus, Tembaga Naik Daun Ilustrasi

JAKARTA, HAARIANHALUAN.COM - Harga emas terus menurun dalam tiga pekan terakhir. Sementara komoditas lain yakni tembaga terus memiliki nilai yang bertumbuh. Dilansir dari Bloomberg, harga tembaga menembus rekor tertinggi dalam 7 tahun terakhir di London.

Sayangnya, kondisi tembaga tidak sejalan dengan emas. Saat ini harganya sudah turun di bawah US$ 1.800 per ounce, bahkan sempat menyentuh angka US$ 1784,43. Nilai ini menjadi yang terendah untuk pertama kalinya sejak Juli lalu.

Baca Juga : Resmi! Indonesia Ngutang Lagi Rp 7 Triliun ke Bank Dunia

Penurunan harga emas membuat investor terus beralih ke aset lain. Meski aset tersebut, namun potensi meraup keuntungan lebih besar dari pemulihan pandemi.

Perbedaan nasib itu menunjukkan bagaimana investor semakin berpaling dari emas, yang dianggap sebagai tempat berlindung di saat tekanan ekonomi, memilih tembaga, yang dipandang sebagai penentu arah ekonomi global dan bagian penting dari transisi ke sumber daya energi rendah karbon.

Baca Juga : Harga Kebutuhan Pokok di Padang Hari Ini: Cabai Merah Turun, Rawit Masih Tinggi

Meningkatnya harga komoditas ikut mengerek saham di sektor tembaga. Indeks produsen tembaga global naik ke level tertinggi sejak Januari 2013, dipimpin oleh Teck Resources Ltd., Vale S.A. dan Antofagasta Plc. Sentimen positif lain dipicu dari Rebound ekonomi China.

Pengukur pabrik terbaru negara itu, yang akan dirilis Senin, diharapkan memicu aktivitas konsumen dalam membeli tembaga atau adanya ekspansi yang stabil. Meskipun, data dari Shanghai Futures Exchange pada hari Jumat kemarin menunjukkan stok tembaga di gudang turun ke level terendah sejak akhir 2014.

Baca Juga : Wow! Punya PER Terkecil di LQ45, Seperti Apa Kinerja dan Kesehatan Keuangan SRIL?

"Optimisme yang dipicu oleh berita vaksin yang positif telah berdampak pada emas yang terus merosot meskipun dolar melemah," kata kepala perdagangan derivatif logam di BMO Capital Markets Tai Wong.

Sementara penurunan tajam Bullion sejalan dengan arus keluar dana yang diperdagangkan di bursa emas. Dana tersebut telah menjadi pilar pendukung penting untuk emas batangan pada tahun 2020, sehingga erosi mereka saat ini memiliki implikasi yang signifikan terhadap harga.

Baca Juga : Sinkronisasi Program Pertanian, Genius Umar Kunjungi UPT Balai Benih Induk di Padang

Bukan tidak mungkin harganya bisa kembali anjlok. Nilai saat ini di kisaran $ 1.760 dan $ 1.780 akan membuka jalan untuk kelemahan lebih lanjut menuju $ 1.600.

"Emas telah pindah ke fase koreksi berikutnya," menurut ahli strategi pasar United Overseas Bank Ltd. Quek Ser Leang. Spot emas turun 1,5% menjadi $ 1.788,53 per ounce pada pukul 2:05 sore. di New York. Bullion turun 1,3% menjadi $ 1.788.10 per ounce.

Perak turun 3,6%, sementara platinum dan paladium menguat. Tembaga di London Metal Exchange naik 1,3% menjadi $ 7.499,50 per metrik ton. Indeks Spot Dolar Bloomberg turun 0,1%.(*)

Editor : Nova Anggraini

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]