Sosok Fakhrizadeh, Ilmuwan Nuklir Iran yang Tewas Dibunuh


Sabtu, 28 November 2020 - 20:10:05 WIB
Sosok Fakhrizadeh, Ilmuwan Nuklir Iran yang Tewas Dibunuh Ilmuwan kenamaan Iran, Mohsen Fakhrizadeh

HARIANHALUAN.COM - Bagi mereka yang tidak memantau program nuklir Iran seperti yang dilakukan Israel, Amerika Serikat (AS) dan Badan Energi Atom Internasional nama Mohsen Fakhrizadeh mungkin terdengar asing. Tapi fisikawan itu adalah tokoh kunci program senjata pemusnah massal Iran.

Lahir pada 1958 di Qom, ia bergabung dengan Garda Revolusi Iran yang menggulingkan shah Mohammad Reza Pahlevi pada 1979. Walaupun profesinya ilmuwan tapi ia masih memegang jabatan sebagai brigader jenderal di Garda Revolusi.

Media Inggris, the Guardian melaporkan hanya sedikit yang dapat diketahui tentangnya. Sumbernya pun beragam, termasuk kelompok oposisi Iran yang memiliki agenda tersendiri.

Dalam laporannya pada 2011 lalu badan pengawas senjata nuklir PBB mengidentifikasi Fakhrizadeh otak di balik teknologi nuklir Iran. Ia dinilai orang yang memiliki kemampuan untuk melakukannya dan saat itu diduga ia masih memiliki peran penting dalam aktivitas tersebut.

Fakhrizadeh satu-satunya ilmuwan Iran yang tercantum dalam asesmen akhir Badan Energi Atom Internasional (IAEA) 2015 yang menyelidiki program nuklir Iran. Laporan tersebut mengatakan Fakhrizadeh mengawasi aktivitas 'kemungkinan program nuklir (Iran) yang mendukung dimensi militer'.

IAEA berulang kali mengundangnya untuk membahas perannya dalam pengembangan teknologi nuklir Iran. Tapi ia selalu menolak undangan tersebut.

Namanya muncul kembali dalam presentasi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu 2018. Saat Netanyahu menuduh Iran melanjutkan penelitian untuk mengembangkan senjata nuklir. "Ingat nama ini, Fakhrizadeh," kata Netanyahu saat itu.

The Guardian melaporkan walaupun detail pekerjaan dan perannya masih buram bahkan bagi mereka yang telah mempelajari karirnya sejak lama, tapi diketahui ia orang yang cukup penting. Ia ditetapkan bersama timnya di sebuah komplek dengan penjagaan ketat dan menjadi area terlarang bagi inspektor pelucutan senjata nuklir.

IAEA dan badan intelijen negara Barat dan Israel sangat yakin Fakhrizadeh salah satu tokoh program nuklir Iran yang sempat pindah dari fasilitas sipil ke fasilitas militer sebelum akhirnya ditutup pada 2003.

Nama Fakhrizadeh paling menonjol sebagai ketua program dalam upaya Iran menguasai teknik pengayaan uranium. Iran selalu membantah menggunakan nuklir sebagai senjata. (*)

Editor : Heldi Satria

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]