Pakar: Pariwisata Berbasis KEK Berpotensi Sejahterakan Masyarakat Sumbar


Ahad, 29 November 2020 - 04:48:15 WIB
Pakar: Pariwisata Berbasis KEK Berpotensi Sejahterakan Masyarakat Sumbar Pakar Pariwisata Universitas Andalas (Unand) Padang, Sari Lenggogeni.

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Pakar Pariwisata Universitas Andalas (Unand) Padang, Sari Lenggogeni berpendapat jika berbicara investasi pariwisata jangan khawatir untuk masalah sektor-sektor lainnya yang bisa dilibatkan. Pasalnya, pariwisata adalah ekosistem yang akan membantu UMKM di Sumbar.

"Ini hasil dari kajian yang pernah kita lakukan untuk Sumatera Barat, less dan twenty persen dampak baru yang dihasilkan untuk sektor pariwisata jika dilihat dari budget yang dikeluarkan dan berapa jumlah yang didapatkan dari wisatawan," kata Sari dalam webinar Peluang dan Tantangan Investasi di Sumbar, kemarin.

Baca Juga : Amazing! Inilah 'The Power of Emak-emak' dari Pariaman yang Bikin Takjub

Menurut Sari, masyarajat tidak akan pernah tahu kapan Covid-19 akan selesai makanya perlu skenario-skenario untuk pembangunan dalam masa pandemi. Apalagi sektor pariwisata paling banyak terdampak saat pandemi Covid-19.

"Inilah yang harus kita pahami, kita bersyukur sekarang karena Permendes mengeluarkan anggaran untuk pembangunan pariwisata di nagari-nagari. Pariwisata di Sumbar banyak berbasis masyarakat, jangan sampai masyarakat disampingkan," ujar Sari.

Baca Juga : FOTO: Polisi Sita 49 Batang Kayu Balok Diduga Hasil Ilegal Logging

Sari menambahkan, setiap kabupaten/kota yang telah diperlajari dan dilakukan studi berbeda karakternya. Diharapkan nanti kepala daerah yang terpilih melakukan pendekatan dimasing-masing kabupaten/kota untuk memahami dari karakteristik masyarakat.

"Jangan sampai masyarakat terabaikan, masyarakat harus menerima benefit dari wisata itu sendiri. Kembangkanlah pariwisata berbasis KEK," saran Sari.

Baca Juga : Polisi Sita 49 Batang Kayu Balok Diduga Hasil Ilegal Logging

Selain itu, menurut Sari, jika berbicara investasi pariwisata hal yang harus pahami neraca satelit pariwisata. Berbicara dampak karena dalam neraca satelit pariwisata dibahas secara supply dan demand.

"Demand itu berapa jumlah kunjungan dan berapa jumlah opportunity job. Kita ambil satu contoh, saat dilakukan studi rata-rata kawasan Mandeh sempat booming sangat diminati. Artinya demand ini sangat diharapkan," kata Sari.

Baca Juga : Baznas Kota Padang: Bukan di Jalanan, Penggalangan Dana Bencana Dilakukan di Masjid dan Musala

Kemudian terkait suppy, kata Sari, terkait kinerja dan biokomitmen yang dipimpin kepala daerah mengenai jumlah anggaran yang disiapkan. Sebab pemerintah mendorong, fasilitator untuk menarik investor. Sehingga ini dipikirkan bersama.

"Komitmen kepala daerah harus melihat investasi di 19 kabupaten/kota berbasis etno grafi. Ada kota Padang, Bukittinggi yang lebih cocok KEK, bisnis market, fokus pada pengembangan pariwisata," ujar Sari.

Lebih lanjut, kata Sari, apapun bisa dijadikan pariwisata termasuk energi terbarukan, dan segala macam. Karena pariwisata adalah ekosistem. (*)

Reporter : Milna Miana | Editor : Milna Miana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]