Masih Polemik Habib Rizieq, Satgas Hormati Privasi HRS tapi RS Wajib Sampaikan Hasil Swab Pasien


Ahad, 29 November 2020 - 08:43:51 WIB
Masih Polemik Habib Rizieq, Satgas Hormati Privasi HRS tapi RS Wajib Sampaikan Hasil Swab Pasien Ketua Bidang Penegakan Hukum dan Pendisiplinan Satgas COVID-19 Kota Bogor Agustian Syah

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Ketua Bidang Penegakan Hukum dan Pendisiplinan Satgas COVID-19 Kota Bogor, Agustian Syah menyatakan Satgas menghormati privasi Habib Rizieq Syihab yang saat ini dirawat di RS UMMI dan tidak akan mempublikasikan data pasien. Namun demikian, Satgas menekankan kewajiban pihak rumah sakit untuk menyampaikan hasil swab Rizieq kepada Satgas.

Demikian disampaikan Agustian Syah dalam konferensi pers yang disiarkan YouTube Pemerintah Kota Bogor, Sabtu (28/11/2020). Agustian awalnya mengungkapkan Satgas COVID-19 Bogor telah mengupayakan agar Habib Rizieq Syihab yang saat ini dirawat di RS UMMI melakukan tes swab ulang, namun upaya itu mendapat penolakan dari pihak keluarga Rizieq.

"Jadi memang kemarin itu kita sudah melakukan swab ulang kepada pasien tersebut, hanya ada penolakan dari pihak keluarga," kata Agustian Syah.

"Upaya swab ulang telah kami lakukan dari kemarin, saat ada infomasi bahwa pasien tersebut telah melakukan swab, kami minta dilakukan swab ulang. Tapi keluarga yang bersangkutan kurang berkenan, karena alasannya baru saja diswab. Kita akan melakukan langkah ulang," ujarnya.

Namun demikian, Agustian Syah menyebut pihak RS UMMI berkewajiban memberitahukan hasil swab Rizieq kepada Satgas COVID-19 Kota Bogor. Menurutnya, kewajiban menyampaikan hasil swab bukan di pihak pasien melainkan pihak rumah sakit.

"Dan memang kewajiban untuk melakukan hasil swabnya ada di pihak RS, bukan di pihak pasien. Sekali lagi kami tekankan, kami sangat menghargai privasi pasien, kami tidak pernah mem-publish data pasien, tapi pihak RS berkewajiban menyampaikan hasil data swab yang telah mereka lakukan kepada Satgas COVID Kota Bogor," ungkap Agustian Syah.

Pihak Habib Rizieq sendiri sebelumnya mengungkapkan tidak ingin mempublikasikan hasil swab test pemimpin FPI itu. Agustian Syah menjelaskan kepentingan mengetahui hasil swab pasien untuk pendataan jumlah pasien di Kota Bogor.

"Kami tekankan, sekali lagi, kami dari Satgas COVID Kota Bogor tidak pernah mem-publish data pasien. Ini jadi reminder bagi kita semua bahwa kami tidak pernah mem-publish data pasien. Kepentingan kami adalah untuk mencatat data jumlah pasien yang memang masuk ke Kota Bogor, dirawat di Kota Bogor," ujarnya.

Agustian Syah menghargai privasi pasien yang tidak ingin identitasnya dipublikasikan. Agustian Syah sekali lagi menekankan tidak pernah mempublikasikan data pasien.

"Surat terakhir dari pasien meminta kepada ketua Satgas yang (menyatakan) keberatan apabila data di-publish, itu adalah hak pasien. Kami sangat menghargai privasi pasien dan kami di Satgas tak pernah mem-publish data pasien," katanya.

Agustian Syah menambahkan, Satgas COVID-19 Kota Bogor meminta Habib Rizieq agar kooperatif dan mau melakukan 

swab. Ini penting dilakukan, agar Satgas COVID-19 Kota Bogor bisa mengambil langkah selanjutnya berkaitan dengan kondisi kesehatan Habib Rizieq.

"Kita hanya meminta sinergi dan kolaborasi untuk mencatat dan mengetahui untuk ambil sikap yang tepat dalam mengambil langkah selanjutnya," tuturnya.

Pihak FPI mengklaim bahwa Habib Rizieq telah diswab mandiri oleh tim medis Mer-C. Namun, Satgas COVID-19 Kota Bogor tidak mendapatkan informasi dari pihak Mer-C.

"Dari tim Mer-C pun tidak pernah menyampaikan hasilnya kepada Satgas. Kewajiban menyampaikan hasil swab test ada pada rumah sakit. Kami tekankan rumah sakit berkewajiban menyampaikan hasil swab test kepada Satgas COVID-19 Kota Bogor," tandas Agustian Syah.

Sebelumnya, FPI mengklaim bahwa Habib Rizieq Syihab telah menjalani tes swab mandiri. Namun, Habib Rizieq menolak mempublikasikan hasil swab-nya karena alasan hak setiap pasien yang dijamin undang-undang.

"Kalau hasil beliau menyatakan tidak mengizinkan hasil dari medical beliau untuk dipublikasikan. Dan perlu diketahui hal itu dijamin oleh undang-undang, bahkan itu adalah hak asasi dari tiap pasien," kata Wakil Sekretaris Umum DPP FPI Aziz Yanuar kepada wartawan di Rumah Sakit UMMI Kota Bogor, Sabtu (28/11).

Habib Rizieq diketahui sudah dirawat di Rumah Sakit UMMI sejak Rabu (25/11). Aziz menyebut Habib Rizieq dalam keadaan sehat dan tidak terkena COVID-19.

Aziz tak mau jika kondisi kesehatan dijadikan bahan politisasi untuk kepentingan pihak yang benci terhadap Habib Rizieq. Dia membandingkan dengan kasus lain, di mana nama pasien tidak pernah dipublikasikan kepada publik.

"Setahu saya berkali-kali hasil swab, hasil pemeriksaan dulu ya, beberapa kali nama pasien dirahasiakan hasilkan positif, negatif seperti itu. Kenapa ini kok getol banget khusus untuk Habib Rizieq, ada apa? Janganlah permasalahan kesehatan, permasalahan kemanusiaan ini dipolitisasi, dimanfaatin untuk kepentingan-kepentingan apalagi unsurnya kebencian atau ketidaksukaan," katanya. (*)

Editor : Rahma Nurjana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]