Distribusi Terhambat, Stok Cabai Merah di Padang Menipis


Ahad, 29 November 2020 - 11:35:16 WIB
Distribusi Terhambat, Stok Cabai Merah di Padang Menipis Cabai merah. Dok media indonesia.

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Musim hujan yang mengguyur wilayah Jawa membuat cabai merah gagal dipanen. Akibatnya, distribusi ke Kota Padang, Provinsi Sumbar terhambat dan menyebabkan stok cabai merah menipis di pasaran, bahkan cenderung kosong.

Salah seorang pedagang cabai Pasar Raya Padang, Adinda mengatakan, di masa pandemi jual beli masih sepi. Ditambah terjadi kenaikan komoditas pangan, yakni cabai merah. Otomatis transaksi semakin lesu, karena daya beli masyarakat rendah.

Baca Juga : Jadi Andalan Saat Pandemi, Bank Nagari Terus Tingkatkan Layanan Digital

Adinda mengatakan, stok cabai di Pasar Raya menipis, cenderung kosong. Hal itu dipicu, pengiriman cabai merah dari Jawa yang mengalami gangguan akibat cuaca hujan lebat beberapa hari belakangan secara merata.

"Pengiriman terhenti dua hari ini karena distribusi terhambat banjir dan longsor di beberapa lokasi," kata Adinda, Minggu (28/11/2020).

Baca Juga : Dear Ibu-ibu, Harga Telur Ayam di Padang Turun Nih

Adinda menjelaskan, untuk cabai merah dari Jawa mengalami kekosongan. Saat ini yang dijual hanya cabai merah dari Kerinci atau yang biasanya disebut cabai darek. Harganya pun meningkat, yang biasanya dijual Rp36.000 per kg naik menjadi Rp46.000 sampai Rp50.000 per kg.

Lebih lanjut, Adinda menyampaikan, selain mengalami kenaikan harga tersebut, sebagian komoditi cabai juga mengalami penurunan kualitas. Diduga kondisi ini, disebabkan cuaca buruk yang melanda sebagian besar wilayah Sumbar termasuk daerah-daerah penghasil cabai.

Baca Juga : 6 Cara Belanja Perabotan Rumah Tanpa Merusak Kesehatan Finansial

“Karena hari musim penghujunan, kebutuhan barang pokok itu melonjak naik. Dan ada sebagian barang tidak masuk karena hujan lebat sehingga terganggunga diperjalanan,” tutup Adinda.

Cabai Merah Tembus Rp50 per Kg

Sebelumnya, menurut pedagang, Adis, musim penghuja  diduga menjadi penyebab berkurangnya pasokan yang didapat dan naiknya harga. Mulai hari ini harga cabai merah naik menjadi Rp50.000 per kg sebelumnya Rp40.000 per kg.

Baca Juga : Ternyata Ini Harta Karun RI yang Bernilai Ratusan Triliun

"Sekarang harganya Rp50 ribu per kg, karena harganya naik jadi saya jual ke pembeli Rp6 ribu per ons. Ditambah pasokannya berkurang terpaksa jual ke pembeli sedikit tinggi," ujar Adis, Sabtu (28/11/2020).

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan di Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Sumbar, Ridonald membenarkan harga cabai merah mengalami kenaikan.

"Cabai dikit naik tapi masih aman karena dari Jawa sedikit berkurang pasokan dipengaruhi faktor cuaca. Namun saat ini masih aman lah," kata Ridonald.

Berikut rincian kebutuhan pokok dari Disperindag Sumbar melalui Kasi Perdagangan, Jonhar:

Sementara untuk harga beras di Pasar Raya Padang masih stabil. Seperti beras Cap Arai Pinang Pariaman Rp10.000 per kg, beras cisokan Solok Rp15.000 per kg, beras Cap IR-42 Solok Rp15.000 per kg.

Beras Cap IR-42 Muara Labuh Rp12.500 per kg, beras Cap IR- 42 Padang Rp13.500 per kg, beras Cap Jawa Rp14.000 per kg, beras Cap Kuraik Kusuik Bukittinggi Rp14.000 per kg, beras Cap Panda Jambi Rp12.000 per kg, dan beras Sokan Panjang Padang Rp12.000 per kg.

Gula pasir kristal puth plastik Rp13.000 per kg, minyak goreng curah plastik tanpa merek Rp11.500 per 1 liter, minyak goreng kemasan plastik bimoli Rp15.000 per 1 liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp13.000 per 1 liter. (*)

Reporter : Milna Miana | Editor : Milna Miana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]