Berburu Vaksin Covid-19: Siapa Dapat Apa, Kapan, dan Berapa?


Ahad, 29 November 2020 - 16:34:46 WIB
Berburu Vaksin Covid-19: Siapa Dapat Apa, Kapan, dan Berapa? Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) telah menghantui dunia hampir setahun lamanya. Puluhan juta orang jatuh sakit, dan tidak sedikit yang meninggal dunia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan, jumlah pasien positif corona di seluruh negara per 26 November 2020 adalah 60.074.174 orang. Bertambah 577.198 orang (0,97%) dibandingkan hari sebelumnya.

Baca Juga : Innalillahi, Bayi Usia Satu Bulan Meninggal Dunia Terpapar Covid-19

Dalam 14 hari terakhir (13-26 November 2020), rata-rata pasien positif bertambah 584.175 orang dalam sehari. Lebih banyak ketimbang 14 hari sebelumnya yaitu 532.118 orang.

Sementara jumlah pasien meninggal per 26 November 2020 adalah 1.416.292 orang. Bertambah 11.263 orang (0,8%) dibandingkan sehari sebelumnya.

Baca Juga : IDI Sumbar: Orang yang Divaksinasi Miliki Risiko 3 Kali Lebih Rendah Terpapar Covid-19

Dalam dua minggu terakhir, rata-rata jumlah pasien meninggal bertambah 9.562 orang setiap harinya. Melonjak ketimbang dua pekan sebelumnya yakni 7.743 orang per hari.

Tidak hanya menjadi tragedi kesehatan dan kemanusiaan, penyebaran virus yang bermula di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Republik Rakyat China ini juga menyebabkan krisis sosial-ekonomi. Berbagai negara jatuh ke jurang resesi, angka kemiskinan dan pengangguran pun melesat tajam.

Baca Juga : Mata Anda Bintitan? Ini 4 Pengobatan Rumahan untuk Mengatasinya

Ini karena pandemi virus corona disikapi dengan pembatasan sosial (social distancing). Manusia diminta (atau bahkan diperintahkan) untuk berjarak satu dengan lainnya. Berbagai aktivitas yang bisa meningkatkan interaksi dan kontak antar-manusia diminimalkan. Akibatnya berbagai kegiatan mulai dari bekerja, belajar, dan beribadah sebisa mungkin dilakukan #dirumahaja.

Situasi ini membuat ekonomi dihantam di dua sisi sekaligus, produksi dan permintaan. Hasilnya adalah gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) belum berhenti dan ekonomi masuk zona resesi.

Baca Juga : Agar Suara Tak Fals, Lakukan Cara Ampuh Ini

Satu-satunya harapan untuk keluar dari nestapa ini adalah kedatangan vaksin. Dengan vaksin, tubuh akan mampu membentuk kekebalan terhadap virus corona. Saat mayoritas penduduk dunia sudah menerima vaksinasi, maka akan tercipta kekebalan kolektif (herd immunity), rantai penularan terhenti, dunia bebas dari pandemi.

Berbagai negara tengah mengembangkan vaksin untuk melawan virus corona. Amerika Serikat (AS), Inggris, Rusia, hingga China punya kandidat vaksin masing-masing. Jadi ketika vaksin-vaksin tersebut sudah tiba, ada harapan hidup bakal normal lagi meski bertahap.

Bagaimana perjuangan berbagai negara memperoleh vaksin? Kira-kira siapa yang paling terdepan dalam upaya mendatangkan sang 'juru selamat' itu?

Mengutip kompilasi Reuters, berikut perkembangan pengadaan vaksin di sejumlah negara:

1. Australia
Pemerintah Negeri Kanguru telah menyepakati perjanjian pembelian 135 juta dosis vaksin. Terdiri dari 34 juta dari AstraZaneca, 40 juta dari Novavax Inc, 10 juta dari Pfizer, dan 51 juta dari CSL Ltd. Pada Januari-Februari 2020, vaksin buatan AtraZaneca diperkirakan sudah datang.

2. China
Pemerintah China tidak mencoba membeli vaksin buatan perusahaan farmasi negara-negara Barat. China memilih vaksin buatan dalam negeri.

Namun China bermitra dengan produsen negara-negara dalam pengembangan vaksin. Misalnya AstraZaneca bermitra dengan Shenzhen Kangtai Biological Products untuk membuat vaksin di Negeri Tirai Bambu. Kapasitas produksi vaksin AstraZaneca di fasilitas China mencapai minimal 100 juta dosis hingga akhir 2020. Pfizer juga bermitra dengan perusahaan China, Shanghai Fosun Pharmaceutical Group.

Sementara vaksin buatan perusahaan China, Sinovac dan Sinopharm, telah mendapat izin penggunaan darurat. Sinopharm memperkirakan vaksin buatan mereka sudah bisa digunakan oleh khalayak umum pada tahun ini.

3. Jepang
Pemerintah Jepang telah meneken kesepakatan untuk membeli 120 juta dosis vaksin dari Pfizer, 120 juta dosis dari AstraZaneca, dan 250 juta dosis dari Novavax. Jepang juga sedang dalam tahap penjajakan untuk membeli vaksin dari Johnson & Johnson dan Shionogi & Co.

4. Korea Selatan
Pemerintah Korea Selatan sedang menjajaki pembelian vaksin untuk 10 juta orang dari COVAX dan untuk 20 juta lainya dari sejumlah kesepakatan. Proses vaksinasi di Negeri Ginseng diperkirakan mulai berlangsung pada kuartal II-2020.

5. India
Serum Institute of India adalah mitra AstraZaneca dalam pembuatan vaksin di Negeri Bollywood. Pada akhir tahun, diperkirakan izin penggunaan darurat untuk vaksin ini sudah keluar dan penyutikan dimulai pada Februari atau Maret 2021.

India juga mengembangkan vaksin sendiri, yang diperkirakan selesai pada Februari 2021. Selain itu, India juga menjadi lokasi uji coba vaksin Sputnik-V buatan Rusia.

6. Taiwan
Taiwan menargetkan 15 juta dosis vaksin dari skema COVAX dan membeli secara langsung dari berbagai produsen sebanyak 15 juta dosis. Pemerintah menargetkan vaksinasi dimulai pada kuartal I-2020.

7. Filipina
Negara yang dipimpin oleh Presiden Rodrigo Duterte ini sedang dalam proses pembicaraan dengan AstraZaneca untuk pengadaan minimal 20 juta dosis vaksin. Filipina juga sedang dalam proses pembicaraan akhir untuk membeli vaksin dari Pfizer dan Sinovac. Total koimtmen yang diharapkan adalah 60 juta dosis.

8. Indonesia
Indonesia sebagai negara berpendapatan menengah berhak mendapatkan pasokan vaksin untuk 20% populasi berdasarkan skema COVAX. Saat ini Indonesia juga menjadi lokasi uji coba vaksin Sinovac. Proses vaksinasi diperkirakan mulai Januari 2021 kepada para tenaga medis.

9. Vietnam
Seperti halnya Indonesia, Vietnam juga berhak mendapatkan vaksin untuk 20% populasi karena berstatus sebagai negara berpendapatan menengah. Sejauh ini pemerintah Vietnam juga berupaya mendatangkan vaksin dari sumber lain.

10. Bangladesh
Pemerintah Bangladesh telah meneken kesepakatan dengan India Serum untuk mendatangkan 30 juta dosis vaksin buata AstraZaneca. Bangladesh juga akan mendapatkan harga subsidi dari GAVI untuk membeli 68 juta dosis vaksin lainnya. (*)

Editor : Heldi Satria

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]