Pulang dari RS UMMI, Begini Kondisi Habib Rizieq


Ahad, 29 November 2020 - 23:12:51 WIB
Pulang dari RS UMMI, Begini Kondisi Habib Rizieq Habib Rizieq Shihab ( kompas.com)

JAKARTA,HARIANHALUAN.COM-Menurut pihak Rumah Sakit UMMI, Kota Bogor, Jawa Barat, kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam Habib Muhammad Rizieq Shihab atas permintaan keluarganya.

Meski demikian, pihak rumah sakit dan Satuan Tugas Covid-19 Kota Bogor sampai saat ini masih belum mendapatkan laporan hasil tes usap atau swab test tenggorokan pimpinan FPI itu.

Direktur Rumah Sakit UMMI, Andi Tatat, mengatakan sebelum pulang, pihak rumah sakit sudah menyarankan agar Rizieq Shihab menunggu hasil pemeriksaan tes usap selesai.

"Tetapi beliau tetap meminta pulang. Oleh karena ada hasil yang belum selesai, kami mohon kepada kelurga besar Habib Rizieq Shihab untuk tetap menjalankan isolasi," kata Andi dalam konfrensi persnya dikutip dari Kompas.com pada Minggu (29/11/2020).

Andi menambahkan, pihak rumah sakit juga sampai saat ini belum mendapatkan laporan terkait hasil tes usap tenggorokan Rizieq. Sebab, tes usap itu dilakukan secara pribadi melalui Medical Emergency Rescue Commite (Mer-C).

Mer-C merupakan organisasi sosial kemanusian yang bergerak dalam bidang kegawatdaruratan medis.

Rumah Sakit UMMI, kata Andi, juga tidak berniat menyembunyikan data terkait pasien.

Andi mengakui ada kelemahan secara internal dalam komunikasi dan koordinasi. Karena sebab itu, sehingga ada kesan pihak rumah sakit menghalangi upaya Satgas Covid-19 Kota Bogor dalam mendapatkan informasi.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Umum FPI, Aziz Yanuar, membenarkan kabar kepulangan Rizieq ke kediamannya sejak Sabtu (28/11/2020) malam. Menurut Aziz, saat pulang dari rumah sakit, kondisi kesehatan Rizieq dalam keadaan sehat.

Adapun Ketua Presidium Mer-C, Sarbini Abdul Murad, mengatakan Rizieq Shihab mempercayakan MER-C untuk melakukan pemeriksaan dan pengawalan kesehatan. MER-C juga yang mengirim Rizieq untuk beristirahat di rumah sakit.

Namun, Rizieq disebut mendapatkan perlakuan yang kurang beretika dan melanggar hak pasien terutama dari Wali Kota Bogor, Bima Arya.

Perlakuan itu berupa upaya mengintervensi tim medis yang sedang bertugas dan menganggu pasien yang beristirahat.

Wali Kota Kota Bogor, kata Sarbini, juga dinilai tidak beretika dalam mempublikasi kondisi pasien kepada publik.

Situasi ini disebutnya dapat menimbulkan kesimpangsiuran dan keresahan bagi masyarakat.(*)

Editor : Dodi

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]