Ini Peringatan Keras Mahfud Md untuk Rizieq Shihab


Senin, 30 November 2020 - 06:21:41 WIB
Ini Peringatan Keras Mahfud Md untuk Rizieq Shihab Mahfud Md

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md menyesalkan sikap pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab yang menolak melakukan tes swab. Mahfud menyebut Rizieq Shihab melakukan kontak erat dengan pasien COVID-19.

"Kami sangat menyesalkan sikap Muhammad Rizieq Shihab yang menolak untuk dilakukan penelusuran kontak mengingat yang bersangkutan pernah melakukan kontak erat dengan pasien COVID-19. Kami meminta sekali lagi kepada masyarakat luas, siapa pun, agar kooperatif sehingga penanganan COVID-19 berhasil," kata Mahfud dalam siaran YouTube BNPB, Minggu (29/11/2020).

Baca Juga : Polisi Olah TKP di Medan Pekan Depan Terkait Kasus Video Mesum Gisel

Mahfud menjelaskan penularan virus Corona hingga saat ini masih terus terjadi, sehingga setiap warga negara diminta senantiasa menjalankan protokol kesehatan, termasuk bersedia ketika dilakukan penelusuran kontak.

"Pemerintah ingin menekankan sekali lagi bahwa, satu, dalam situasi penularan COVID-19 yang masih terjadi, maka setiap warga negara hendaknya menjalankan protokol kesehatan, termasuk secara suka rela mau untuk dites, ditelusuri kontak eratnya, serta bersedia menjalani perawatan atau karantina jika positif tertular virus Corona," kata Mahfud.

Baca Juga : Benarkah? Pemilik Sim C Dapat BLT Rp900 Ribu

Guna melakukan pengendalian pandemi Corona, Mahfud menyebut pemerintah terus melakukan 3T. Masyarakat juga diminta menaati protokol kesehatan.

"Pelaksanaan tiga T yaitu testing, tracing, dan treatment di samping melakukan upaya pencegahan melalui 3M, memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan adalah merupakan tindakan kemanusiaan dan nondiskriminatif sehingga siapa pun wajib mendukungnya," jelasnya.

Baca Juga : Jaksa Agung Kantongi Tujuh Nama Calon Tersangka Korupsi PT Asabri

Selama melakukan penelusuran kontak ini, Mahfud menyebut, hanya petugas kesehatan yang dapat mengakses informasi pasien. Data itu, kata Mahfud, tidak disebarkan ke publik.

"Pelaksanaan 3T dilaksanakan oleh petugas kesehatan yang dapat mengakses informasi dan data pasien maupun kontak eratnya dalam rangka mencegah terjadinya penularan. Data tersebut tidak untuk disebarkan kepada publik, melainkan hanya untuk kepentingan penanganan kasus," tuturnya.(*)

Baca Juga : Waduh, Ada 2 Kapal Berbendera Malaysia Kepergok Curi Ikan di Selat Malaka

Editor : Nova Anggraini

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 26 Januari 2021 - 15:09:12 WIB

    Polisi Olah TKP di Medan Pekan Depan Terkait Kasus Video Mesum Gisel

    Polisi Olah TKP di Medan Pekan Depan Terkait Kasus Video Mesum Gisel Polda Metro Jaya akan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) terkait kasus video mesum artis Gisella Anastasia bersama dengan Michael Yukinobu Defretes atau Nobu yang sempat viral di media sosial. Keduanya sudah menjadi.
  • Selasa, 26 Januari 2021 - 13:52:05 WIB

    Benarkah? Pemilik Sim C Dapat BLT Rp900 Ribu

    Benarkah? Pemilik Sim C Dapat BLT Rp900 Ribu Beredar kabar bahwa pemerintah akan memberikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada para pemilik Surat Izin Mengemudi (SIM) C. Kabar itu menyebut pemilik SIM C dapat BLT sebagai stimulus di tengah pandemi COVID-19..
  • Selasa, 26 Januari 2021 - 13:07:08 WIB

    Jaksa Agung Kantongi Tujuh Nama Calon Tersangka Korupsi PT Asabri

    Jaksa Agung Kantongi Tujuh Nama Calon Tersangka Korupsi PT Asabri Jaksa Agung Burhanuddin mengungkapkan saat ini sudah ada tujuh calon tersangka terkait kasus dugaan korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh PT. Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia atau PT. Asabr.
  • Selasa, 26 Januari 2021 - 12:34:55 WIB

    Waduh, Ada 2 Kapal Berbendera Malaysia Kepergok Curi Ikan di Selat Malaka

    Waduh, Ada 2 Kapal Berbendera Malaysia Kepergok Curi Ikan di Selat Malaka Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menangkap dua kapal ikan asing ilegal berbendera Malaysia. Mereka disebut mencuri ikan di perairan Indonesia bahkan peristiwa tersebut diwarnai aksi kejar-kejaran dengan aparat..
  • Selasa, 26 Januari 2021 - 12:25:51 WIB

    Eks HTI Dilarang Ikut Pemilu, Begini Penjelasan Komisi II DPR RI

    Eks HTI Dilarang Ikut Pemilu, Begini Penjelasan Komisi II DPR RI Anggota Komisi II DPR RI Zulfikar Arse Sadikin menjelaskan argumen adanya klausul dalam RUU Pemilu terkait eks-anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dilarang ikut dalam kontestasi Pemilu Presiden, Pemilu Legislatif, dan Pilka.
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]