Cahaya Matahari Bakal Diredupkan oleh para Ahli


Senin, 30 November 2020 - 08:57:29 WIB
Cahaya Matahari Bakal Diredupkan oleh para Ahli Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Ilmuwan melontarkan wacana untuk meredupkan Matahari untuk mengurangi dampak pemanasan global. Para peneliti dari Universitas Cape Town, Afrika Selatan, berencana meredupkan Matahari dengan melepaskan partikel kecil ke atmosfer Bumi.

Partikel reflektif ini terbuat dari aerosol sulfur dioksida ini bakal memantulkan kembali cahaya Matahari. Sehingga, cahaya yang masuk ke Bumi jadi lebih redup.

Baca Juga : Wah! Ilmuwan Temukan Tokek yang Bisa Menyala dalam Gelap

Cara ini diharapkan dapat mengurangi pemanasan global dan mencegah kekeringan di Bumi. Teknik geoengineering ini disebutkan bisa mengurangi kemungkinan kekeringan besar-besaran.

Kekeringan ini terjadi jika Bumi sudah kehilangan 90 persen air bersih untuk manusia. Para peneliti yang menulis makalah ini menyarankan penggunaan model dari Stratospheric Aerosol Geoengineering Large Ensemble Project.

Baca Juga : Wah! Ada Temuan Fosil Dinosaurus Terbesar di Dunia, Usianya 98 Juta Tahun

Hal ini dibahas dalam penelitian yang dipublikasikan di Environmental Research Letters. Namun, teknik ini disebut bisa saja berhasil atau malah menimbulkan masalah baru.

Pasalnya, meredupkan Matahari hanya menyelesaikan salah satu poin penyebab pemanasan global. Tapi tidak menyelesaikan akar persoalan. Selain itu, cara ini juga tidak memberi kontribusi apapun untuk membalikkan kondisi pemanasan global.

Baca Juga : Wah! Ada Planet Misterius Ditemukan, Punya Tiga Matahari

Tapi hanya memberi topeng untuk menutupi kerusakan yang terjadi di Bumi, seperti dikutip dari Futurism. Cara ini bahkan bisa membuat situasi lain yang lebih buruk. Selain itu, meredupkan Matahari pun mesti mendapat persetujuan banyak negara.

Sebab, tak bisa satu negara saja yang memutuskan untuk meredupkan Matahari jika hal itu ternyata berpengaruh juga pada negara tetangga. Ide ini juga kemungkinan akan mendapat penolakan dari sejumlah negara lain bahkan berpotensi memicu konflik militer, seperti dilansir dari BGR.(*)

Baca Juga : Elon Musk Dikritik Usai Ngetweet Lowongan Kerja di Mars

Editor : Nova Anggraini

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]