Debat Publik Pilkada Dharmasraya, Sudahkah Menyentuh Opini Pemilih Mengambang?


Senin, 30 November 2020 - 10:42:47 WIB
Debat Publik Pilkada Dharmasraya, Sudahkah Menyentuh Opini Pemilih Mengambang? Rully Firmansyah

 

Oleh: Rully Firmansyah
Wartawan harianhaluan.com

Baca Juga : Kawasan 1000 Rumah Gadang Dilema antara Mimpi dan Kenyataan

Para ahli tata negara mengatakan sebagai bentuk upaya pemenuhan hak masyarakat untuk mendapatkan informasi yang jelas, mudah dan terbuka dalam kehidupan berdemokrasi maka penyelenggaraan debat publik yang diikuti masing-masing pasangan calon menjadi salah satu bentuk upaya yang harus dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) di daerah sebagai salah satu tahapan pada Pilkada Serentak 2020.

Setidaknya, minimal ada tiga alasan debat publik pilkada perlu dilaksanakan. Pertama, sebagai panduan untuk memilih siapa yang layak untuk jadi pemimpin daerah kedepan. Kedua, dalam demokrasi modern, debat sebagai salah satu instrumen penting menakar kapasitas dan kapabilitas calon pemimpin daerah. Ketiga, meyakinkan pemilih mengambang atau swing voters menentukan pilihannya.

Baca Juga : Registrasi Perkara Konstitusi

Untuk mencapai tujuan tersebut, pihak KPU di daerah tentu membutuhkan media massa cetak, daring dan elektronik sebagai mitra kerja strategis untuk menyebarluaskan kegiatan tersebut guna memastikan segala informasi dan pesan yang ingin disampaikan bisa mencapai tujuannya yakni masyarakat pemilih. 

Menilik pelaksanaan debat terbuka yang diselenggarakan pihak KPU Kabupaten Dharmasraya, beberapa catatan perbaikan agaknya perlu dilayangkan demi mewujudkan iklim demokrasi yang sehat dan mampu membawa misi mencerdaskan kehidupan berdemokrasi di daerah itu. 

Baca Juga : Pembiasaan Karakter Pembelajaran Online Masa Pandemi Covid-19

Sebagaimana pernah disampaikan oleh Ketua KPU setempat, Maradis MA, Terkait tujuan debat tersebut diselenggarakan adalah sebagai upaya menyebarluaskan visi dan misi serta program kerja masing-masing pasangan calon, dengan memberikan informasi secara menyeluruh kepada pemilih.

Sehingga bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi masyarakat pemilih untuk menentukan pilihannya. 

Baca Juga : Prabowo dan Habib Rizieq Bagai Santan Berbalas Tuba

Kemudian kandidat juga akan digali programnya lebih mendalam tentang kiat-kiatnya memajukan daerah, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, menyelesaikan persoalan daerah, menyerasikan pelaksanaan pembangunan daerah dengan provinsi dan nasional serta memperkokoh NKRI. 

Dari pernyataannya itu, sebuah misi yang mulia dan nyaris sempurna dalam merawat kehidupan berbangsa dan bernegara tersirat jelas dan menjadi tujuan utama dilaksanakannya tahapan debat publik tersebut. 

Namun, meskipun disaksikan oleh awak media massa berbagai jenis tapi kegiatan debat itu seakan kehilangan gezah dan nyaris tidak diperdulikan oleh sebagian masyarakat, dan bahkan nyaris tanpa pemberitaan dari wartawan yang meliput kegiatan tersebut. 

Bahkan sangat sedikit media massa yang menginformasikan tentang kegiatan itu mulai dari tahapan persiapan hingga pelaksanaannya, serta reportase terkait materi yang disampaikan peserta saat debat berlangsung. 

Seakan, debat itu dilaksanakan hanya sekadar pemenuhan kewajiban penyelenggara dengan memasang peralatan siar atau broadcasting oleh media massa elektronik yang menjadi mitra kerjanya, ada pembawa acara dan ada panelisnya tapi tidak pernah terpikirkan apakah kegiatan itu benar-benar sudah mencapai tujuannya. 

Dengan kata lain, KPU tidak mungkin meninggalkan kerjasama dengan media mainstream yang sudah diakui Dewan Pers sebagai media yang profesional, memiliki tingkat pembaca yang tinggi dan mudah didistribusikan kepada masyarakat luas. 

Menilik desain postur anggaran publikasi media massa oleh KPU setempat, rasanya sangat lucu jika masih mengandalkan media massa cetak yang oplah edarnya di Dharmasraya sangat minim tapi dibayarkan lebih besar. 

Sementara peranan media massa daring yang memiliki pangsa pasar pembaca lebih masif dan luas, seakan terpinggirkan peranannya meskipun secara sistem penyebaran pemberitaan bisa diakses lebih mudah oleh masyarakat. 

Dari satu titik kelemahan itu saja, rasanya evaluasi besar-besaran terkait kerjasama publikasi harus dilakukan, termasuk mengkaji ulang terkait pengggunaan uang negara yang tidak tepat sasaran karena gagal memenuhi hak publik untuk mendapatkan informasi utuh dan berkualitas terkait kegiatan yang diselenggarakan. 

Nasi sudah menjadi bubur, yang terpenting saat ini adalah setiap individu pemberi informasi dan penyedia informasi harus berkaca diri apakah setiap kita sudah menjalankan peranan masing-masing dengan baik? 

Apakah semua pihak sudah menjalin tingkat kerjasama yang baik? Dan khusus bagi kita selaku pemegang amanat profesionalitas jurnalistik, apakah kita sudah penuhi tugas pokok dan fungsi kita untuk menyebarluaskan informasi yang berkualitas dan mencerdaskan sebagaimana diatur dalam Kode Etik Jurnalistik, etika dan tujuan perusahaan pers? 

Semua jawaban ada pada diri kita masing-masing dan upaya introspeksi diri adalah satu-satunya jalan terhormat untuk memperbaiki kesalahan masing-masing pihak. 

Mengutip kalimat seorang penulis sebuah media massa terkemuka di Indonesia, hal terberat dalam kampanye politik apapun adalah bagaimana menang tanpa membuktikan bahwa Anda tidak layak untuk menang. Kalimat bijak politik yang dikemukakan Adlai Stevenson, mantan Wakil Presiden Amerika Serikat. 

Semoga semua ini bisa menjadi catatan baik bagi penulis dan pembaca khususnya para pihak yang masih menginginkan demokrasi kita berkembang dan maju. (*)

Editor : Nova Anggraini

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 21 Januari 2021 - 21:41:45 WIB

    Kawasan 1000 Rumah Gadang Dilema antara Mimpi dan Kenyataan

    Kawasan 1000 Rumah Gadang Dilema antara Mimpi dan Kenyataan Sebentar lagi akan selesai pekerjaan revitalisasi 33 Rumah Gadang dan penataan lingkungan beserta pembangunan Menara Pandang berikut Pentas Budaya beserta bangunan los etalase souvenir di Nagari Koto Baru, Kecamatan Sungai Pa.
  • Selasa, 19 Januari 2021 - 16:43:09 WIB

    Registrasi Perkara Konstitusi

    Registrasi Perkara Konstitusi Ada yang bersorak riang. Begitu membaca berita di media tentang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar. Seolah-olah Pemohon/Penggugat PHPU sudah menang di Mahkamah Konstitusi (MK). Yang me.
  • Senin, 11 Januari 2021 - 21:54:30 WIB

    Pembiasaan Karakter Pembelajaran Online Masa Pandemi Covid-19

    Pembiasaan Karakter Pembelajaran Online Masa Pandemi Covid-19 Sejak ditetapkannya masa Pandemi akibat serangan ganas Covid-19 maka seluruh aspek aktivitas manusia mengalami perubahan, sebagai dampak dari pemberlakuan Lock Down atau PSBB yang terus berlanjut sampat sekarang. Mulai dari k.
  • Senin, 04 Januari 2021 - 13:07:17 WIB

    Prabowo dan Habib Rizieq Bagai Santan Berbalas Tuba

    Prabowo dan Habib Rizieq Bagai Santan Berbalas Tuba HARIANHALUAN.COM - Partai Gerindra sungguh seperti berkayuh di antara dua karang dalam bersikap terhadap kasus yang dialami Habib Rizieq Sihab (HRS), Ormas dan pengikutnya sekarang ini. .
  • Rabu, 30 Desember 2020 - 17:58:00 WIB

    Catatan Akhir Tahun (3): RAKYAT TAK MINTA BERLEBIHAN

    Catatan Akhir Tahun (3): RAKYAT TAK MINTA BERLEBIHAN Sebenarnya rakyat dalam kondisi sulit seperti sekarang ini tidaklah meminta yang muluk-muluk atau berlebihan kepada pemerintah. Rakyat tampaknya hanya mengiginkan, agar di tahun 2021 nanti pemerintah menciptakan situasi bangs.
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]