Satgas COVID-19 Dharmasraya: Zonasi Sebaran Terbesar di Kecamatan Pulau Punjung


Senin, 30 November 2020 - 14:12:12 WIB
Satgas COVID-19 Dharmasraya: Zonasi Sebaran Terbesar di Kecamatan Pulau Punjung Ilustrasi tes swab

DHARMASRAYA, HARIANHALUAN.COM - Satuan Gugus Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, mencatatkan Kecamatan Pulau Punjung yang menjadi pusat pemerintahan di daerah itu, merupakan zona penyebaran terbesar virus Covid-19.

Perwakilan juru bicara satuan gugus tugas tersebut, Apriati Tri W, di Dharmasraya, Senin (30/11), mengatakan hingga hari ini tercatat jumlah masyarakat terpapar virus COVID-19 di kecamatan tersebut sudah mencapai sebanyak 163 orang dan 131 orang diantaranya sudah dinyatakan sembuh, satu orang meninggal dunia dan 31 orang masih dalam proses isolasi dan pemulihan. 

"Sementara untuk kecamatan dengan jumlah kasus positif terbanyak adalah Kecamatan Sitiung dengan 64 kasus dan 40 orang diantaranya sudah dinyatakan sembuh, satu orang meninggal dunia dan 23 orang masih dalam proses isolasi dan pemulihan, " Ungkapnya. 

Sementara untuk kecamatan lainnya yang memiliki riwayat pasien COVID-19 dinyatakan meninggal dunia adalah Kecamatan Koto Baru dengan 34 kasus positif, 27 sudah dinyatakan sembuh dan enam orang masih dalam masa isolasi dan pemulihan. 

Kemudian, lanjutnya, Kecamatan Koto Besar dengan satu kasus pasien meninggal dunia, delapan orang sudah dinyatakan sembuh dan tiga orang masih dalam proses isolasi dan pemulihan dengan total jumlah kasus yang ditangani sebanyak 12 kasus. 

Untuk wilayah kecamatan lainnya yang cukup mendominasi tingkat penyebaran, jelasnya, masing-masing Kecamatan Sungai Rumbai dengan 20 kasus terdiri dari 13 pasien sudah dinyatakan sembuh dan sisanya sebanyak 7 pasien masih dalam tahapan isolasi dan pemulihan. 

"Disusul Kecamatan Padang Laweh juga 20 kasus dan 14 orang diantaranya sudah dinyatakan sembuh serta sisanya sebanyak enam pasien masih menjalani tahapan isolasi dan pemulihan, disusul Kecamatan Koto Salak dengan 12 kasus dan 11 orang sudah dinyatakan sembuh serta satu orang sedang menjalani isolasi dan pemulihan," sebutnya. 

Untuk dua Kecamatan sisanya, masing-masing Kecamatan Asam Jujuhan dengan empat kasus dan Kecamatan Timpeh tiga kasus, saat ini sudah memasuki Zona Hijau karena seluruhnya sudah dinyatakan sembuh dan tidak terjadi lagi penambahan kasus baru untuk sementara ini. 

Pihaknya mengimbau, dengan masih terjadinya penambahan jumlah masyarakat terpapar virus Covid-19 maka diminta kepada seluruh lapisan masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan kedisiplinan untuk menerapkan standar adaptasi kebiasaan baru yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. 

Standar tersebut, jelasnya, sudah diterbitkan dalam bentuk peraturan daerah provinsi Sumatera Barat tentang Adaptasi Kenormalan Baru, tegas diatur salah satunya tentang penggunaan masker bagi setiap individu selama berada diluar rumah dan tempat keramaian, menyediakan sarana mencuci tangan dan lain sebagainya. 

"Bagi yang kedapatan melanggar maka akan dikenakan sanksi berupa denda hingga kurungan serta penutupan sementara bagi tempat-tempat umum seperti pertokoan, kedai, cafe dan warung yang tidak menyediakan fasilitas cuci tangan atau hand sanitizer akan dikenakan sanksi denda hingga penutupan sementara tempat usahanya, " tutupnya. (*)

Reporter : Rully Firmansyah | Editor : Rahma Nurjana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]