Mantap! Tak Menyerah pada Pandemi Covid-19, Pasia Laweh Garap 400 Hektare Lahan Tidur


Selasa, 01 Desember 2020 - 09:45:33 WIB
Mantap! Tak Menyerah pada Pandemi Covid-19, Pasia Laweh Garap 400 Hektare Lahan Tidur Wali Nagari Pasia Laweh Zul Arfin dan Perangkatnya senantiasa mengawali pelaksanaan pengabdian tiap pagi dengan doa bersama. (Dok.Fb)

AGAM,HARIANHALUAN.COM-Lahan tidur seluas 400 hektare berwasil dibuka untuk penanam pisang di Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam.

Lahan yang baru dibuka itu juga akan dimanfaatkan untuk kebun serai wangi, kopi, kulit manis, durian dan alpokat sebagai upaya menambah pendapatan warga.

Baca Juga : Program Kerja 2021 Nagari Koto Kuranji Hilir Masih Fokus Fisik Padat Karya

Wali Nagari Pasia Laweh, Zul Arfin mengatakan lahan tidur yang diolah itu tersebar di tujuh jorong dan mereka menanam pisang, serai wangi, kopi, kulit manis, durian dan alpokat.

"Sebelumnya lahan itu tidak diolah warga dan hanya ditumbui semak belukar," ujar Zul Arifin, Selasa (1/12/2020).

Baca Juga : Dhanni Hariyona Mendaftar Jadi Caketum HIPMI Sumbar

Ia menambahkan, lahan tidur itu dibuka warga semenjak tiga tahun terakhir. Namun dengan kondisi pandemi melanda daerah itu, warga fokus untuk mengelola lahan tidur tersebut akibat ekonomi mereka terganggu. Pada umumnya, mereka merupakan orang rantau yang baru pulang ke kampung halamannya. "Ada penambahan 301 kepala keluarga semenjak COVID-19 dan kita telah membuat Kelompok Tani Melenial dalam mewadahi mereka," katanya. Ia mengakui, saat ini perkebunan mereka sudah mulai panen berupa serai wangi, pisang dan kopi. Hasil panen itu dipasarkan ke kabupaten dan kota tetangga dalam menambah pendapatan mereka. Sekretaris Dinas Pertanian Agam, Emrizal mengapresiasi warga Pasia Laweh yang memanfaatkan lahan tidur untuk menambah pendapatan mereka.

"Saat ini belum ada nagari yang memfasilitasi warganya untuk membuka lahan tidur untuk perkebunan," katanya.

Baca Juga : Pacu Percepatan Ekonomi Masyarakat, DPM Dharmasraya Upayakan Pembenahan Bumnag

Dia menyebutan, di Agam sekitar 18.738 hektare lahan tidur, dan ini termasuk lokasi pengembangan tanaman jagung. Lahan itu berada di luar hutan pengunaan lain.(*)

Editor : Dodi

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]