Politeknik ATI Padang Cetak Lulusan yang Dibutuhkan Era Industri 4.0


Selasa, 01 Desember 2020 - 09:47:08 WIB
Politeknik ATI Padang Cetak Lulusan yang Dibutuhkan Era Industri 4.0 Rektorat Politeknik ATI Padang. Ist

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Guna memenuhi kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI telah melakukan berbagai upaya untuk mencetak lulusan pendidikan vokasi yang dibutuhkan di era industri 4.0.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI), Eko S.A Cahyanto dalam acara pelaksanaan Wisuda Politeknik ATI Padang ke-40, dilansir dari kanal Youtube Politeknik ATI Padang, Selasa (1/12/2020).

Baca Juga : Mendikbud: Pelaksanaan Asesmen Nasional Diundur Jadi September 2021

Eko menjelaskan pihaknya telah melakukan berbagai kegiatan, seperti menerapkan kurikulum sesuai kebutuhan industri, menjalin kerjasama dengan pelaku usaha serta meningkatkan sarana dan prasarana unit-unit pendidikan vokasi.

Saat ini Kemenperin memiliki 21 unit pendidikan vokasi yang terdiri atas 9 SMK/SMTI dan SMAK, 10 politeknik dan 2 akademi komunikas. Unit pendidikan vokasi tersebut tersebar di Pulau Jawa maupun luar Jawa. Salah satu Unit Pendidikan yang mengikuti wisuda nasional tersebut adalah adalah Politeknik ATI Padang.

Baca Juga : Beri Klarifikasi soal Siswi Non-Muslim Diminta Pakai Jilbab, Kepsek SMK 2 Padang: Kami Tidak Pernah Memaksa

"Harapan saya, Politeknik ATI Padang selalu meng-update perkembangan teknologi sebagai penunjang materi perkuliahan sehingga menghasilkan lebih banyak lulusan yang kompeten dan siap kerja,” ungkap Eko.

Sebelumnya, Inpektur Jenderal Kementerian Perindustruan (Kemenperin) RI, Arus Gunawan mengatakan, pada saat ini negara menghadapi pandemi virus Corona atau Covid-19 yang telah hampir satu tahun mengalami tekanan yang luar biasa, bahkan terjadi resesi ekonomi.

Baca Juga : Jangan Lupa! Politeknik Negeri Padang Gelar Sosialisasi SNMPN Senin Depan

Menurut Arus, pemulihan ekonomi merupakan agenda utama yang sedang dilakukan oleh negara-negara seluruh dunia baik bersifat pencegahan, pengobatan, maupun penguatan imunitas melalui penyediaan vaksin Covid-19.

"Di Indonesia sendiri pandemi Covid-19 memberikan dampak yang signifikan terhadap kinerja industri pengolahan non migas pada kuartal 3 tahun 2020. Industri pengolahan non migas mengalami kontraksi dengan tumbuh -4,02 persen," kata Arus.

Baca Juga : Surni Yanti: Lulusan Bahasa Inggris Politeknik Negeri Padang Dibutuhkan di Hotel

Agus menyebutkan, pertumbuhan ini mengalami perbaikan dari semester II yang mana lebih dalam yaitu -5,74 persen. Minus pengolahan non migas masih menjadi kontribusi yang cukup signifikan yaitu sebesar 17,9 persen, nilai ekspor Januari-Oktober 2020 100,614 miliar dolar dan menghasilkan neraca surplus sebesar 11,76 persen miliar dolar.

Adapun nilai investasi disektor industri pada periode Januari-September 2020 sebesar Rp201,9 triliun atau naik sebesar 37 persen dibanding pada tahun 2019 sebesar Rp147,3 triliun.

"Di masa pandemi sektor industri turun rata-ratanya hingga 40 persen. Saat ini sudah mengalami perbaikan sehingga menjadi 50,5 persen pada April-Oktober 2020," ujar Arus. (*)

Reporter : Milna Miana | Editor : Milna Miana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]