Perkuat Kelembagaan, BPSDMI Fasilitasi Kerjasama Luar Negeri


Selasa, 01 Desember 2020 - 09:50:34 WIB
Perkuat Kelembagaan, BPSDMI Fasilitasi Kerjasama Luar Negeri Kepala BPSDMI Kemenperin, Eko S.A. Cahyanto.

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Inpektur Jenderal Kementerian Perindustruan (Kemenperin) RI, Arus Gunawan mengatakan, dalam rangka memperkuat kelembagaan unit pendidikan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) telah memfasilitasi kerjasama antara unit pendidikan dan instansi pendidikan didalam negeri maupun luar negeri.

"Kerjasama naisonal dilakukan antara unit pendidikan industri pemerintah pusat dan daerah. Sedangkan kerjasama di internasional pengembangan SDM industri dilakukan bersama negara-negara di benua Asia, seperti Jepang, Taiwan, Australia, Swiss, Belanda, Jerman, Kanada," kata Arus dalam acara pelaksanaan Wisuda Politeknik ATI Padang ke-40, dilansir dari kanal Youtube Politeknik ATI Padang, Selasa (1/12/2020).

Baca Juga : TK Unggul Terpadu Padang Pariaman Gelar Pelatihan Pengelolaan Keuangan Sekolah

Arus menambahkan, kerjasama perlu dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh satker. Disamping kerjasama yang telah dibuat langsung satker dengan institusi mitra luar negeri. Pengakuan lulusan oleh lembaga terakreditasi oleh negara tujuan akan memudahkan penyerapan lulusan di luar negeri.

"Jadi pengembangan ke depan harus diarahkan menuju pengembangan yang telah dilakukan kerjasama," ujar Arus.

Baca Juga : Santri Perguruan Thawalib Padang Panjang Jadi Duta Besar Sekolah

Arus mengungkapkan, pada tahun ini BPSDMI telah melakukan terobosan baru untuk memperkuat institusi, memperkuat kebersamaan unit-unit pendidikan, dan meningkatkan animo masyarakat. Salah satunya melalui launching JARVIS (Jalur Penerimaan Vokasi Industri).

"Pada kondisi saat ini telah dilakukan pada bulan April 2020. Melalui kegiatan ini animo masyarakat untuk mendaftarkan mengenalkan perguruan tinggi diperindustrian semakin dilihat dari kelompok besar yang mendaftar dan diterima," sebut Arus.

Baca Juga : Mendikbud: Pelaksanaan Asesmen Nasional Diundur Jadi September 2021

Arus menambahkan, setelah sebelumnya melalui pembelajaran di kampus saat ini juga telah dilakukan dan diharapkan semakin sukses membawa nama unit pendidikan di industru tempat bekerja mendukung kampus setelah lulus dan mampu inovasi dalam menghadapi tantangan-tantangan pekerjaan yang ada di industri.

Sementara itu, Kepala BPSDMI Kemenperin, Eko S.A. Cahyanto menyampaikan, serapan lulusan pendidikan vokasi di dunia kerja pada tahun 2019 sebesar 81,89% untuk SMK dan 51,91% untuk perguruan tinggi. Sedangkan pada tahun 2020, serapan lulusan pendidikan vokasi di dunia kerja sebesar 75,70% untuk SMK dan 47,85% untuk perguruan tinggi.

Baca Juga : Beri Klarifikasi soal Siswi Non-Muslim Diminta Pakai Jilbab, Kepala SMK 2 Padang: Kami Tidak Pernah Memaksa

“Pencapaian tersebut tentunya didukung oleh kualitas pengajar yang baik,” tuturnya.

Para lulusan wisuda nasional ini telah mengikuti prosedur kelulusan yang dipersyaratkan dalam bentuk ujian tulis, ujian kompetensi dan sertifikasi kompetensi walaupun di tengah pandemi Covid-19 yang tengah melanda.

Di samping itu, dukungan BPSDMI dalam pengembangan dan peningkatan kapasitas guru vokasi di lingkungan Kemenperin dapat dilihat melalui penyediaan pelatihan-pelatihan peningkatan kompetensi yang bekerjasama dengan institusi pendidikan vokasi baik di dalam negeri maupun luar negeri, seperti Singapura, Australia dan Jepang.

"Hingga tahun-tahun mendatang, Indonesia akan mengalami bonus demografi, dengan pemuda-pemuda produktif akan mendominasi penduduk Indonesia. Bonus demografi ini merupakan modal penting bagi kami untuk menyiapkan SDM industri yang kompeten dan berdaya saing untuk mendorong percepatan hilirisasi industri demi program subtitusi impor," tutur Eko. (*)

Reporter : Milna Miana | Editor : Milna Miana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]