Mantan Stafsus Miftah Sabri Ceritakan Agenda Edhy Prabowo Selama di Hawai


Selasa, 01 Desember 2020 - 12:56:09 WIB
Mantan Stafsus Miftah Sabri Ceritakan Agenda Edhy Prabowo Selama di Hawai Eks Stafsus Edhy Prabowo, Miftah Sabri menceritakan bagaimana agenda Edhy selama berada di Hawai

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Beberapa waktu yang lalu, Indonesia digemparkan dengan penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo di bandara bersama dengan istri dan pegawai KKP lainnya. Ia ditangkap di bandara Soeta setelah mendarat dari kunjungan kerja di Hawai Amerika Serikat.

Edhy Prabowo diketahui berkunjung ke Hawaii untuk melakukan kerja sama antara KKP dengan Oceanic Institute of Hawaii Pacific University. Hal itu berdasarkan undangan yang diunggahan melalui akun pribadi instagram Edhy Prabowo. Perjanjian kerja sama itu diteken oleh Dirjen Perikanan Budidaya KKP, Slamet Subyakto.

Melalui akun Instagram @20detik, Eks Stafsus Edhy Prabowo, Miftah Sabri menceritakan bagaimana agenda Edhy selama berada di Hawai. Menurutnya, kunjungan Edhy ke Hawaii terkait kerja sama transfer teknologi untuk genetika udang.

"Teman-teman di KKP juga meminta saya untuk meng-LO kan kunjungan tersebut. Kebetulan saya juga di Amerika dan saya mencoba mengontak pihak Oceanic Institute of Hawaii Pacific University bersamaan dengan pejabat-pejabat yang ada di sini," katanya, Selasa (1/12).

Miftah Sabri melanjutkan, Oceanic Institute of Hawaii Pacific University merupakan pusat briding terhadap udang-udang yang ada di seluruh dunia. Ia juga menerangkan bahwa ternyata Indonesia tidak memiliki GPS (Grand Parent Stock) udang.

"GPS stok udang kita itu impor dan itu berasal dari Hawai. Ini yang ingin diselesaikan oleh pihak Indonesia bagaimana membangun stock center bersama Indonesia-Amerika teknologi tinggi. Karena itu tidak kerja nelayan lagi tapi saintifik," jelasnya.

Sehingga, kerjasama yang rencananya akan dilakukan tersebut nantinya akan menghasilkan bagaimana genetik udang dan bibit di-coding. Lalu juga untuk mengetahui periode karantina, Miftah Sabri menerangkan proses karantina yang bagus akan memberikan GPS yang baik pula.

"Menciptakan GPS itu setahun, itulah yang dilakukan menteri Edhy ke sini dan membuat stock center Indonesia-Amerika itu dengan mekanisme kepemilikan bersama secara genetik. Sehingga kita bisa mengakses kode genetik yang sudah dimiliki mereka sepanjang riset 30 tahun di bidang itu," ungkapnya lagi.

Menurut Miftah, kunjungan Edhy ke Hawai memang untuk meninjau Oceanic Institute of Hawaii Pacific University. Namun Edhy juga melakukan aktivitas lain seperti belanja barang-barang branded. Ia juga menegaskan tidak bisa menjelaskan lebih dalam karena Edhy juga sudah memberikan penjelasan dan meminta maaf kepada presiden dan publik.

"Pak Edhy juga tidak lari dan gentle serta juga meminta maaf kepada presiden dan masyarakat," tutupnya.(*)

Reporter : Merinda Faradianti | Editor : Rahma Nurjana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]