Kasat Pol PP Padang: Tak Terkait Posko Paslon! Saya Bantu Urusan Sewa Gedung untuk Usaha Jauh Sebelum Proses Pilkada Dimulai


Selasa, 01 Desember 2020 - 17:23:17 WIB
Kasat Pol PP Padang: Tak Terkait Posko Paslon! Saya Bantu Urusan Sewa Gedung untuk Usaha Jauh Sebelum Proses Pilkada Dimulai Kasat Pol PP Padang, Alfiadi

PADANG, HARIANHALUAN.COM --  Kasat Polisi Pamong Praja Kota Padang, Alfiadi dilaporkan salah seorang warga ke Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Sumatera Barat. Laporan tersebut karena dugaan pelanggaran Netralitasnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Pelapor atas nama Defrianto Tanius, salah seorang warga Padang. Bentuk pelaporan tersebut, karena yang bersangkutan (Alfiadi) membayarkan biaya operasional posko sebesar Rp150 juta kepada pemilik atas nama Muharamsyah diketahui telah meninggal dunia pada bulan September lalu.

Baca Juga : Tak Ada Gugatan Hasil Pilkada, KPU Tetapkan Zul Elfian Sebagai Walikota Solok

Terkait laporan itu, Alfiadi membenarkan bahwa ia telah membantu sebagai perantara pembayaran gedung. Diketahui, gedung tersebut disewa oleh Koperasi Saudagar Minang Raya (KSMR), sekaligus ia juga sebagai anggota KMSR.

"Saya kenal dekat dengan pemilik gedung bernama Muharamsyah (Almarhum). Untuk pembayaran melalui saya kemudian diteruskan kepada pemilik gedung tersebut," sebutnya.

Baca Juga : Sujud Syukur Usai Penetapan oleh KPU Pasbar, Ini Janji Paslon Pemenang Pilkada Pasbar 2020

Dijelaskannya, uang yang dikirim ke pemilik gedung dan jumlahnya sama dengan yang dikirim Jakarta yakni Rp150 juta. Selanjutnya gedung itu awalnya akan digunakan sebagai usaha yakni Stem Cel dan tidak untuk posko salah satu Paslon seperti yang dilaporkan.

"Ketika itu, pengurus KSMR kan sedang berada di Jakarta dan tidak bisa ke Padang karena penerbangan ditutup mengingat Covid-19. Kemudian saya sebagai anggota KSMR yang ada di Padang, uang tersebut ditransfer kepada saya selanjutnya ditransfer lagi ke pemilik gedung," jelasnya.

Baca Juga : KPU Pasbar Tetapkan Hamsuardi dan Risnawanto Pemenang Pilkada 2020

Dijelaskannya, setelah uang diterima oleh pemilik gedung dan dibuat surat perjanjiannya. Dalam surat perjanjian, gedung digunakan untuk kegiatan bisnis sesama anggota KSMR yang rencana untuk usaha Stem Cel. Namun ternyata banyak anggota KSMR tidak berminat karena modal besar, lalu diserahkan ke anggota KSMR bagi yang berminat.

"Intinya, tidak ada hubungannya untuk posko paslon yang dimaksud ketika itu. Melainkan untuk tempat usaha. Apalagi ketika sewa menyewa berlangsung jauh sebelum ditetapkannya paslon calon. Setelah ada ketetapan paslon, barulah dijadikan yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani dijadikan posko," tegas Alfiadi.
 

Baca Juga : Siap-siap! 35 Sengketa Pilkada Mulai Disidangkan di MK pada 26 Januari

Reporter : Buliza Rahmat | Editor : Rahma Nurjana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]