Erigas Eka: Sumbar Bisa 'Jual' Pariwisata, Energi dan Pangan untuk Investasi


Rabu, 02 Desember 2020 - 00:57:40 WIB
Erigas Eka: Sumbar Bisa 'Jual' Pariwisata, Energi dan Pangan untuk Investasi Direktur Nagari Development Center, Erigas Eka. Dok ANTARA

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Direktur Nagari Development Center, Erigas Eka mengatakan, bahwa di Sumbar ada tiga yang bisa dijual yaitu, pariwisata, energi, dan pangan. Pasalnya, di provinsi ini tidak ada industri yang cukup besar lantaran dihukum oleh topografi, lahan, serta potensi lain yang sangat kecil.

"Jadi pariwisata menjadi salah satu program dari pemerintah Sumatera Barat," kata Erigas dalam webinar Investasi di Sumbar, baru-baru ini.

Erigas berencana mengembangkan program nagari tageh. Pihaknya akan menyiapkan nagari tersebut, karena apapun investasi yang masuk jika nagari itu tidak siap maka terjadi banyak kendala yang dihadapi oleh investor.

"Kata tageh ini tangguh tapi agak lenting atau lentur, fleksibel. Jadi apa di nagari itu sudah punya sumber daya alam yang bagus, sumber daya manusia yang cukup mumpuni," ujar Erigas.

Erigas menambahkan, maka apapun yang akan diinvestasikan harus nagari karena sumber pembangunan ada di sana. Ini juga sejalan dengan kondisi Covid-19 sehingga pihaknya akan lebih fokus ke nagari tageh dalam menghadapi Covid-19.

"Tageh terhadap ekonomi, tageh terhadap budaya, tageh sebagai gender, bundo kanduang harus tageh, tageh keamanan terhadap masyarakat, tageh informasinya, pendidik, tageh terhadap bencana," ujar Erigas.

Lewat nagari tageh, kata Erigas, pihaknya dari Universitas Andalas mencoba memberikan software-software dan pendampingan kepada masyarakat nagari sehingga nagari pun siap.

"Karena persoalan di nagari selama ini berdasarkan penelitian Kemendes nagari di Sumbar dan desa di provinsi lain itu berbeda. Di tempat lain namanya desa tertinggal, tapi di Sumbar disebut desa yang ditinggalkan," sebut Erigas.

Erigas menjelaskan, yang dimaksud dengan desa yang ditinggalkan itu masyarakat yang cadiak-cadiak atau hebat sudah merantau, sedangkan di kampung tinggal sejumlah SDM yang belum mampu. Dia menyarankan supaya SDM nagari disiapkan terlebih dahulu.

"Sehingga pemahaman mereka terhadap investasi, pengalaman terhadap penggunaan tanah ulayat dapat lebih mudah dipahami," ucap Erigas.

Selain itu, Erigas juga melihat bahwa bagaimana melibatkan masyarakat. Dengan begitu masyarakat bisa menjadi bagian dari program tersebut. Misalnya, pariwisata, harus melibatkan masyarakat sebagai pemilik saham dalam kegiatan investasi.

"Jadi saya ke depan bisa menjadi sistem bagi hasil. Kita ada program di Solok Selatan, dengan 100 hektare tanah ulayat yang dipakai dikelola oleh BUMNag. Hasi nantinya ke suku masing-masing, setiap suku punya buka tabungan sehingga masyarakat merasa menjadi bagian itu bukan hanya jadi penonton," tukasnya. (*)

Reporter : Milna Miana | Editor : Milna Miana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]