Vaksin Covid-19 Bisa Ubah DNA Manusia? Ini Faktanya


Rabu, 02 Desember 2020 - 09:27:37 WIB
Vaksin Covid-19 Bisa Ubah DNA Manusia? Ini Faktanya Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Tahun 2020 menjadi tahun yang penuh dengan teori konspirasi. Hal ini tentu berkaitan dengan munculnya wabah Covid-19 yang menyerang hampir di seluruh negara di dunia.

Krisis virus corona memungkinkan terjadinya kesalahpahaman mengenai suatu informasi mengenai vaksin. Kondisi ini tentu tidak 'sehat' karena akan mengganggu vaksinasi yang dinilai sebagai upaya pencegahan dan penanganan pandemi Covid-19 yang cukup efektif.

Baca Juga : Jangan Diabaikan, Berikut Sederet Penyebab Telinga Sering Berdengung

Kelompok antivaksin menjadi salah satu bukti nyata adanya kesalahan informasi di tengah masyarakat. Terlebih, media sosial sekarang mengemas informasi yang salah mengenai vaksin lebih 'fresh' meski faktanya sama kelirunya dengan informasi yang beredar puluhan tahun yang lalu.

Dilansir dari HuffPost, salah satu informasi mengenai vaksin adalah vaksin dapat mengubah DNA manusia. Kabar ini bahkan disampaikan pemilik akun centang biru di Twitter, Jim Corr dari grup folk Irlandia, The Corrs. Ia mengatakan bahwa vaksin mampu mengubah DNA seseorang.

Baca Juga : Ini Strategi Ahmed Zaki Tekan Penyebaran Covid-19 di Kota Benteng

Lantas, benarkah informasi ini? Diterangkan Ahli Biologi Sel Obat UCL, Dr Jennifer Rohn, faktanya tidak demikian. Tidak ada bukti satu pun yang mendukung pernyataan tersebut.

DNA adalah molekuler panjang yang berisi kode genetik unik setiap orang (gen). Ini mengatur perkembangan, fungsi tubuh, pertumbuhan, dan reproduksi protein dalam sel-sel tubuh.

Baca Juga : Berikut 6 Titik Lengah Penularan Corona, Salah Satunya Dialami Doni Monardo

Nah, RNA sendiri memiliki struktur yang serupa tetapi tugasnya menjalankan instruksi yang dikodekan dalam DNA, sehingga protein tahu bagaimana berperilaku. Ini dilakukan dalam 3 cara, salah satunya bertindak sebagai pembawa pesan antara DNA dan protein. Dalam peran ini, itu disebut messenger RNA (mRNA). Setelah tugasnya selesai, ia menghilang.

Vaksin yang dikembangkan Pfizer dan Moderna adalah vaksin mRNA dan menggunakan bagian dari RNA Covid-19 untuk memberi tahu sel kita untuk memproduksi antigen. Antigen ini yang kemudian dikenali oleh sistem kekebalan tubuh dan mempersiapkannya untuk melawan SARS-CoV2 penyebab Covid-19.

Baca Juga : Eits, Pacar 'Agresif' Wajar Nggak Sih?

RNA tidak mengubah DNA. RNA bekerja dalam satu arah, dengan memberi tahu protein di sel tubuh kita bagaimana berperilaku. Jadi, darimana datangnya pemikiran vaksin dapat mengubah DNA?

Dr Rohn menduga itu muncul karena orang mencampuradukkan vaksin dengan terapi gen. "Terapi gen adalah hal yang sangat berbeda. Di situlah Anda mengambil beberapa DNA, memasukkannya ke dalam virus dan itu dirancang untuk masuk ke dalam sel dan memperbaiki masalah," katanya.

Terapi gen adalah teknik eksperimental yang dinilai berhasil dalam melawan fibrosis kistik dan beberapa jenis kanker. Tetapi ini tidak ada hubungannya dengan vaksin, bagaimana vaksin dikembangkan atau bagaimana cara kerja vaksin. Jadi sangat berbeda. (*)

Editor : Heldi Satria

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]