Sejumlah Tokoh Adat di Sumbar Deklarasikan Dukungan untuk Paslon Mahyeldi-Audy


Rabu, 02 Desember 2020 - 13:02:10 WIB
Sejumlah Tokoh Adat di Sumbar Deklarasikan Dukungan untuk Paslon Mahyeldi-Audy Masyarakat yang terdiri dari ulama, toko adat, bersama anak kemenakan di Sumbar mendeklarasikan dukungan dalam Pemihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumbar 2020.

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Puluhan masyarakat yang terdiri dari ulama, toko adat, bersama anak kemenakan di Sumbar mendeklarasikan dukungan dalam Pemihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumbar 2020. Mereka menjatuhkan dukungannya terhadap calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 4, Mahyeldi Ansharullah-Audy Joinaldy.

Perwakilan ulama, Ustaz Ibnu Akil menjelaskan, agenda hari ini adalah dalam rangka memenangkan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar nomor urut 4, Mahyeldi Ansharullah-Audy Joinaldy.

"Pertama kali kita deklarasi dukungan dari berbagai tokoh masyarakat Minangkabau, diantaranya adalah alim ulama, ninik mamak, cadiak pandai, termasuk ormas Islam dari berbagai komunitas. Intinya dari tokoh masyarakat dari Sumatera Barat," kata Ustaz Ibnu Akil, Rabu (2/12/2020).

Cagub Sumbar nomor urut 4, Mahyeldi Ansharullah bercerita selama turun ke daerah-daerah yang ada di Sumatera Barat banyak ulama yang ditemuinya, seperti di Pasaman Barat, Pasaman Timur. Bagi Mahyeldi, dirinya ingin menggambarkan sosok ulama adalah penasehat bagi pemimpin.

"Masih banyak kekurangan yang saya miliki, dan saya berharap dengan berkumpulkanya ustaz dan ustazah akan mengingatkan saya dalam tugas karena ulama membimbing pemimpin," ujar Walikota Padang dua periode itu merendah.

Pada kesempatan itu, Wakil Ketua Ketua Majelis Tinggi Kerapatan Adat Alam Minangkabau (MTKAAM) Sumbar, Azwir Datuak Raja Malano menjelaskan, dalam hal ini pihaknya memilih tokoh dan takah. Tokoh yaitu ketokohan Mahyeldi sebagai ulama nomor urut 4.

"Kalau tidak melebihi dari Irwan Prayitno, gubernur yang telah lalu, setidaknya sama. Itulah pilihan kaum adat. Saya mewakili seluruh ninik mamak yang tergabung dalam organisasi Majelis Tinggi Kerapatan Adat Alam Minangkabau," ujar Azwir.

Azwir melihat sosok Mahyeldi disamping ustaz juga berpengalaman dalam pemerintahan karena sudah 20 tahun beliau di pemerintahan. Dalam hal ini Mahyeldi juga sudah punya visi, yaitu menerapkan yang 5 di atas yang 8.

"Yang lima itu, pertama adalah adilnya para pemimpin yakni cita-cita beliau sebagai gubernur. Ke dua, dermawannya orang kaya. Ke tiga, penyantunnya pada bundo kanduang atau ibu pertiwi di Minangkabau. Ke empat, sejahteranya fakir miskin. Kelima, doa para ulama," papar Azwir.

Azwir berpendapat, Mahyeldi sebagai orang Minang harus menghapus penyakit yang 8. Diantaranya, pertama pemimpin salah hukum, dimaksud yang salah hukum adalah tebang pilih dan itu sudah terjadi di negara ini. Sementara Mahyeldi tidak mau melakukan demikian.

"Kedua ulama meninggalkan tempat kelahirannya. Ketiga cadiak pandai salah tingkah atau mantiak, kita sudah mempunyai adat yang baku Adat Basandi Syarak Syarak Basandi Kitabullah, diubah oleh orang yang datang. Ini pun Pak Mahyeldi tidak mau melakukannya," sebut Azwir.

Lebih lanjut, kata Azwir, di dalam Minangkabau seorang ninik mamak memiliki tanah ulayat kaum, suku, nagari, dan raja. Keempat ulayat ini harus dibenahi dan diayomi. Ini yang merupakan cita-cita ke empat Mahyeldi.

"Beliau tahu dengan nan ampek. Jadi alasan kita memilih Pak Mahyeldi karena pemimpin yang adil, dermawannya orang kaya, penyantunnya para bundo kanduang, sejahtera fakir miskin dan doa para ulama," ulas Azwir. (*)

Reporter : Milna Miana | Editor : Nova Anggraini

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]