Pertama di Sumbar, Nagari Baringin Lahirkan Perna Perlindungan Satwa Liar


Kamis, 03 Desember 2020 - 01:32:42 WIB
Pertama di Sumbar, Nagari Baringin Lahirkan  Perna Perlindungan Satwa Liar Alam Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan nan indah. (dok.Fb)

AGAM,HARIANHALUAN.COM- Nagari Baringin Kecamatan Palembayan, Agam  menjadi Nagari/Desa pertama di provinsi Sumbar yang memiliki Peraturan Nagari (Perna) Perlindungan Satwa Liar dari ancaman kepunahan.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam, Sumatera Barat  mengapresiasi terobosan itu dan  mengakui Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan, merupakan desa adat pertama di provinsi itu mengatur perlindungan satwa liar dalam mengantisipasi kepunahan.

"Belum ada nagari di Sumbar yang mengatur perlindungan satwa liar dan ini satu-satunya di Sumbar, karena hanya ada di Pulau Jawa," kata Kepala BKSDA Resor Agam, Ade Putra, Rabu (2/12/2020).

Ia mengatakan draf Peraturan nagari (Perna) itu sedang disusun oleh Badan Musyawarah Nagari (Bamus) Baringin.

Bahkan, Bamus Baringin dengan jumlah empat orang telah melakukan konsultasi ke BKSDA setempat, Selasa (1/12).

"Mereka konsultasi ke kami untuk melengkapi draf dari Perna yang mereka susun. Kami siap mendukung dan mendampingi lahirnya Perna tersebut," katanya.

Ade memberikan apresiasi kepada Bamus dan Pemerintah Nagari yang telah menyusun Perna dalam melindungi satwa jenis burung-burungan dan mamalia.

Kedepan, tambahnya BKSDA bakal mengiring nagari lainnya membentuk Perna tersebut, agar satwa itu bisa dilestarikan.

"Kita akan menjadikan lima nagari sebagai percontohan dalam membuat Perna itu," katanya.

Sementara itu, Ketua Bamus Baringin, Asbul Khatik Marajo menambahkan dasar pembuatan Perna itu karena daerah tersebut sering dijadikan lokasi penangkapan burung dan berburu satwa dilindungi.

Dengan kondisi itu, Bamus Baringin berinisiatif untuk membuat regulasi dalam melindungi satwa tersebut, sehingga tidak punah di hutan sekitar Baringin.

"Jangan sampai burung dan satwa lainnya tidak ada lagi di Baringin beberapa tahun kedepan. Untuk itu kami membuat regulasi dalam menjaga kelestarian satwa itu," katanya.

Perna itu bakal ditetapkan pada 2021 dan setelah itu sudah bisa diterapkan di daerah tersebut dalam melakukan tindakan untuk pengawasan satwa. (*)

Editor : Dodi

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]