Benny Wenda Deklarasikan Republik Papua Barat, Fadli Zon: Pemerintah Malah Sibuk Urus HRS


Kamis, 03 Desember 2020 - 02:13:09 WIB
Benny Wenda Deklarasikan Republik Papua Barat, Fadli Zon: Pemerintah Malah Sibuk Urus HRS Benny Wenda didaulat menjadi Presiden sementara Republik West Papua. Twitter

JAKARTA,HARIANHALUAN.COM-Anggota DPR dari Gerindra Fadlizon menilai pemerintah lebih sibuk mengurusi Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab, ketimbang aksi separatis di Papua yang semakin meresahkan.

Kritik tersebut disampaikan mantan Wakil Ketua DPR ini menyikapi aksi Gerakan Persatuan Kemerdekaan Papua Barat (ULMWP) yang mendeklarasikan kemerdekaan Papua dari Indonesia, Selasa 1 Desember 2020.

Baca Juga : Tjahjo: PNS Terpapar Radikal dan Terorisme, Siap-siap Dipecat

Dalam deklarasi itu, tokoh gerakan Papua Barat, Benny Wenda didaulat menjadi Presiden sementara Republik West Papua.

Fadlizon menegaskan kepada Presiden RI Joko Widodo, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, serta Panglima TNI dan Kapolri soal Benny Wenda yang menurutnya telah menantang pemerintah Indonesia.

Baca Juga : BPS Sebut Ada Dua Provinsi yang Penduduk Perempuannya banyak dari Laki-laki

"Pak Jokowi, Pak Mahfud MD, Panglima TNI, Kapolri, Benny Wenda jelas-jelas sudh menantang RI. Kok masih sibuk urus HRS," tulis Fadli di akun Twitter @fadlizon, Rabu (2/12/2020).

Dalam cuitan sebelumnya, Fadli Zon sudah mengingatkan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengenai kemungkinan adanya aksi separatis di Papua pada 1 Desember.

Baca Juga : Bareskrim Polri Turun Selidiki Banjir Kalsel, Ini Ternyata Penyebabnya

Saat itu Fadli Zon juga menyarankan agar Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto untuk berkantor di Papua.

Dengan berkantor di sana, kata Fadli, Panglima TNI dapat memantau langsung dan mengendalikan situasi di Papua.

Baca Juga : Sensus Penduduk 2020, BPS: Meski Lambat, Ada Pergeseran Penduduk Antarpulau

Hal tersebut disampaikan Fadli Zon melalui akun Twitternya, @fadlizon, Senin (30/11/2020).

"Biasanya pada 1 Desember ada peringatan OPM mereka dan yang menginginkan Papua merdeka. Saya sarankan Panglima TNI ke Papua dan memantau langsung dan mengendalikan situasi di sana. Kalau perlu berkantor sementara di sana. Ini kalau serius 'NKRI Harga Mati'," tutup Fadli Zon. (*)

Editor : Dodi

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]