Banding JPU KPK Dikabulkan Hakim PT, Vonis Muzni Zakaria Bertambah dan Seluruh Hartanya Terancam Disita


Kamis, 03 Desember 2020 - 18:41:57 WIB
Banding JPU KPK Dikabulkan Hakim PT, Vonis Muzni Zakaria Bertambah dan Seluruh Hartanya Terancam Disita Bupati Solok Selatan Non Aktif Muzni Zakaria

PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Setelah menjalani sidang di Pengadilan Negeri Klas 1A Padang beberapa waktu lalu, Bupati Solok Selatan Non Aktif Muzni Zakaria diganjar hukuman pidana kurungan selama 4 tahun. Diketahui, terpidana dinyatakan bersalah dalam kasus suap pembangunan jembatan Ambayan dan mesjid Agung Solok Selatan.

Terhadap putusan hakim, Jaksa Penuntut Umum (JPU) kemudian mengajukan banding ke tingkat Pengadilan Tinggi (PT) Padang. Berdasarkan pertimbangan, hakim PT Padang mengabulkan banding yang diajukan JPU dari Komisi Pemberantasan Korupsi, Riki B Maghaz Cs.

Dalam putusan  Nomor: 22/TIPIKOR/2020/PT PDG, menyatakan terdakwa Muzni Zakaria telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan Tindak Pidana Korupsi secara berlanjut sebagai mana Dakwaan Alternatif Pertama.

"Berdasarkan putusan hakim PT Padang, memutuskan memperberat masa hukuman terpidana Muzni Zakaria menjadi 4,5 tahun. Sementara hakim PN Padang sebelumnya menjatuhi vonis selama 4 tahun 6 bulan dari tuntutan Jaksa 6 tahun," ujar Humas Pengadilan Tinggi Padang, Yulman kepada wartawan, Kamis (3/12/2020).

Selain penambahan masa kurungan, hakim PT Padang diketuai oleh Panusunan Harahap dengan hakim anggota Ramli Darasah dan Firdaus, juga mewajibkkan terpidana membayar ganti rugi sebesar Rp3,375 miliar. Hakim pengadilan tingkat pertama, Muzni Zakaria tidak diberatkan untuk membayar uang ganti rugi.

"Hukum tambahan ini harus dibayarkan oleh terpidana sebesar Rp2,935 miliar setelah dikurangi Rp440 juta dari barang yang telah disita oleh KPK sebagai barang bukti. Jika satu bulan setelah putusan inkrach yang bersangkutan tidak membayarkannya, maka seluruh hartanya akan disita, jika tidak mencukupi maka akan ditambah hukuman penjara selama dua tahun," sebutnya.

Sementara diberitakan sebelumnya, Muzni Zakaria telah menerima suap uang dari pengusaha Muhammad Yamin Kahar sebesar Rp25 juta, kemudian uang Rp100 juta, berupa karpet masjid senilai Rp50 juta, dan terakhir Rp3,2 miliar, sehingga totalnya Rp3,375 miliar.

Dugaan penerimaan suap itu berupa dua paket pembangunan Masjid Agung Solok Selatan tahun anggaran 2018, dan pekerjaan jembatan Ambayan Solok Selatan tahun anggaran 2018.

Perbuatannya dinilai telah bertentangan dengan kewajibannya selaku Bupati Solok Selatan sebagaimana diatur pasal 5 angka 4, dan pasal 5 angka 6 Undang-undang RI Nomor 28 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang bersih dan bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme.

Jaksa mendakwa Muzni Zakaria dengan dakwaan alternatif yaitu pertama pasal 12 huruf b UU Tindak Pidana Korupsi, dan kedua pasal 11 Undang-undang yang sama. Sedangkan pengusaha pemberi suap bernama Muhammad Yamin Kahar sebelumnya telah divonis bersalah oleh majelis hakim dan dijatuhkan hukuman 2,5 tahun penjara. (*)

Reporter : Buliza Rahmat | Editor : Rahma Nurjana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]