Sosialisasi KPU Kurang! Pengamat: Pilkada Sumbar Terancam Minim Partisipasi Pemilih


Kamis, 03 Desember 2020 - 22:31:11 WIB
Sosialisasi KPU Kurang! Pengamat: Pilkada Sumbar Terancam Minim Partisipasi Pemilih Pengamat Politik dari Universitas Andalas (Unand) Padang, Najmudin Rasul

PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Nuansa Pilkada 2020 terasa senyap tak seperti demokrasi. Pengamat Politik sekaligus akademisi Fakultas Universitas Andalas (Unand) Padang, Najmudin Rasul sebut hal itu disebabkan oleh tiga faktor, salah satu kurangnya sosialiasi KPU serta tidak tepat sasaran.

"Ya dengan proses yang dilalui berbulan-bulan, hingga telah ujung-ujung proses Pilkada itu kurang greget. Kemudian masyarakat (pemilih) itu seperti antara ada dan tiada," katanya kepada Harianhaluan.com, Kamis (3/12/2020).

Baca Juga : Tak Ada Gugatan Hasil Pilkada, KPU Tetapkan Zul Elfian Sebagai Walikota Solok

Keadaaan seperti itu, kata dia, ada beberapa faktor kurang gregetnya Pilkada 2020. Pertama, kurangnya sosialisasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang tidak menyasar kepada pemilih yang semestinya.

Misalnya, jika kita kelompokan peserta pemilih itu ada tiga yakni kelompok pemilih milenial dari umur 17-21 tahun, pemilih muda 22-40 tahun dan kelompok pemilih 40 keatas adalah kelompok pemilih senior. Harusnya KPU melakukan pendekatan yang berbeda," terangnya.

Baca Juga : Sujud Syukur Usai Penetapan oleh KPU Pasbar, Ini Janji Paslon Pemenang Pilkada Pasbar 2020

Ditambahkannya, ketiga kelompok pemilih tersebut tidak bisa disamakan. Katakanlah pemilih 17-21 tahun bisa melalui media sosial, media online. Sedangkan kelompok yang sudah tua-tua tersebut tentu tidak mungkin disamakan cara pendekatan seperti kelompok milenial.

"Untuk kelompok pemilih senior bisa saya dilakukan pendekatan melaui media mainstreem. Kemudian menggunakan tokoh-tokoh informasi dan itu kekurangan KPU yang kita lihat," terangnya.

Baca Juga : KPU Pasbar Tetapkan Hamsuardi dan Risnawanto Pemenang Pilkada 2020

Lebih jauh Najmudin menjelaskan, faktor kedua yang menjadi kurang gregetnya Pilkada sekarang yakni faktor partai politik yang semestinya bertanggungjawab juga untuk mensosialiasikan pilkada. Tapi terlihat elite partai politik tidak melakukan hal itu. Kalaupun ada tapi sangat minim, seakan-akan hanya tugas KPU saja yang bertugas untuk mensosialiasikan.

Faktor yang ketiga adalah faktor yang datang dari pasangan calon itu sendiri. Disamping sosialisasinya mungkin belum menggunakan segala upaya seperti media sosial, media mainstreem dan pendekatan-pendekatan lain, sehingga tidak dirasakan kehadirannya dimasyarakat.

Baca Juga : Siap-siap! 35 Sengketa Pilkada Mulai Disidangkan di MK pada 26 Januari

"Akibat dari itu semua, angka sekitar 76 persen yang ditargetkan oleh anggota KPU itu, akan susah tercapai dan saya memperkirakan hanya 50 persen pemilih yang datang ke TPS. Apalagi waktu tinggal hanya 6 hari lagi," tutupnya. (*)
 

Reporter : Buliza Rahmat | Editor : Rahma Nurjana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]rianhaluan.com