Sekelompok Orang Kibarkan Bendera Bintang Kejora di KJRI Melbourne, KSP: Bertentangan dengan Hukum Internasional


Jumat, 04 Desember 2020 - 12:26:12 WIB
Sekelompok Orang Kibarkan Bendera Bintang Kejora di KJRI Melbourne, KSP: Bertentangan dengan Hukum Internasional Deputi V KSP, Jaleswari Pramodhawardani.

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM – Sebuah aksi sekelompok orang yang mengibarkan bendera bintang kejora dan membawa spanduk bertuliskan "Free West Papua" viral di media sosial. Aksi pengibaran bendera tersebut dilakukan di atap Gedung Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Melbourne, Australia.

Selain itu, sekelompok orang tersebut juga membawa spanduk bertuliskan "TNI Out Stop Killing Papua." Aksi tersebut terekam dalam sebuah video. Dari video tersebut terdengar teriakan "Papua merdeka."

Baca Juga : Wah! Joe Biden Tempatkan Batu Bulan di Ruang Oval Gedung Putih

Hingga kini belum diketahui identitas pelaku pengibaran bendera bintang kejora di KJRI Melbourne tersebut.

Deputi V Bidang Politik, Hukum, Kemanan dan HAM Kantor Staf Presiden (KSP), Jaleswari Pramodhawardani, menyesalkan peristiwa tersebut. Menurut dia, berdasarkan Konvensi Wina dan hukum kebiasaan internasional, area konsulat jenderal harus dihormati.

Baca Juga : Pemerintah AS akan Sidangkan Tiga Terduga Pelaku Bom Bali dan Hotel JW Marriot

Apalagi, dalam kejadian tersebut, KJRI di Melbourne diduga diterobos masuk dan disusupi tanpa izin oleh para pengibar bendera tersebut.

"Sehingga insiden yang terjadi di KJRI Melbourne, tidak dapat dibenarkan dan bertentangan dengan hukum internasional," ujar Dani—sapaan akrabnya—melalui keterangan tertulis, Jumat (4/12/2020).

Baca Juga : Ngeri! PM Inggris Sebut 'Mutan' Baru Corona Lebih Mematikan!

Dani menuturkan, Australia selaku negara penerima seharusnya bisa menjaga keamanan area Konsulat Jenderal RI yang ada di negaranya.

"Negara penerima, dalam hal ini Australia, memiliki kewajiban berdasarkan hukum internasional untuk menjaga keamanan dari area Konsulat Jenderal Republik Indonesia," ujarnya.

Baca Juga : Usai Lengser, Trump Disebut Hidup dalam Ketakutan

Sebelumnya, pimpinan ULMWP, Benny Wenda mendeklarasikan pembentukan pemerintahan sementara Papua Barat dan menyatakan tidak akan tunduk dengan aturan dari Jakarta atau pemerintahan Indonesia. (*)

Editor : Rahma Nurjana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]