Pakar: Cuci Tangan dengan Sabun Selama 20 Detik Turunkan Resiko Penularan Covid-19 35 Persen


Jumat, 04 Desember 2020 - 12:51:18 WIB
Pakar: Cuci Tangan dengan Sabun Selama 20 Detik Turunkan Resiko Penularan Covid-19 35 Persen Pakar Imunisasi, dr. Elizabeth Jane Soepardi. Ist

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Pakar Imunisasi, dr. Elizabeth Jane Soepardi, MPH menjelaskan, protokol kesehatan 3M ini berdasarkan penelitian dari WHO dan telah ditetapkan sebagai standar bagi semua negara. Sehingga kalau masyarakat tidak melakukan apa-apa kemungkinan akan tertular Covid-19 itu 100%.

"Namun kalau kita mencuci tangan dengan sabun selama 20 detik, itu menurunkan risiko penularan hingga 35%," kata Elizabeth dalam acara Dialog Produktif, bertema “Siapkan Kedatangan Vaksin” yang diselenggarakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) bersama Jurnalis Ubah Laku, kemarin.

Menurut Elizabeth, kalau masyarakat menggunakan masker biasa yang tiga lapis, akan mampu menurunkan risiko penularan hingga 45%, kalau masyarakat menggunakan masker bedah yang warnanya hijau atau biru menurunkan risiko penularan hingga 70%, dan kalau kita menjaga jarak aman, akan menurunkan resiko penularan hingga 85%.

"Jadi yang berkerumun itu saya rasa keterlaluan sekali karena abai kepada dirinya sendiri dan orang di sekitarnya," ujar Elizabeth.

Pernyataan Elizabeth juga didukung tenaga kesehatan lainnya yang kini tengah merawat pasien Covid-19 seperti, Lia Gustina AMD.Kep, relawan tenaga kesehatan yang sudah bertugas sejak April di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat.

"Saya berharap kepada masyarakat, untuk tetap menjaga protokol Kesehatan 3M dan tidak berkerumun meski ada vaksin nantinya. Tetap mendukung kami yang ada di garda terdepan," ujarnya.

Selain itu, Elizabeth juga mengingatkan, masyarakat semua harus sadar, kapasitas produksi vaksin tidak akan cukup untuk semua penduduk, sudah pasti vaksinasi nantinya akan bertahap. Sehingga 3M tadi harus tetap dijalankan, bahkan setelah divaksinasi jangan merasa terlindungi 100%.

"Sehingga dengan begitu, masker dan hand sanitizer akan terus kita bawa sebagai budaya kita ke depannya," kata Elizabeth.

Terkait program vaksinasi nanti, tentu Pemerintah akan memberikan aturan mengenai yang akan bertugas memberikan vaksinasi dan siapa yang diberikan vaksin secara bertahap. Tentu nantinya ada aturan kapan vaksinasinya, di mana, dan siapa. Tentu siapanya ini tidak semua orang, itu yang harus kita mengerti.

"Karena vaksin yang ada baru untuk kelompok tertentu, seperti misalnya yang diprioritaskan kepada tenaga kesehatan terlebih dahulu. Kenapa diutamakan tenaga kesahatan? Karena mereka yang menolong orang sakit, dan kalau tenaga kesehatan kita tertular, mereka bisa menularkan kepada orang lain, itu alasan yang harus bisa diterima," ujar Elizabeth.

Elizabeth menyebutkan, saat vaksin belum ada, masyarakat sangat bisa memutus rantai penularan Covid-19, dengan tidak keluar rumah kalau tidak perlu sekali. Ini sudah terbukti di Thailand, sudah 5 bulan tidak ada penularan antar penduduk. Kasus Covid-19 itu hanya berasal dari pendatang.

"Pendatang yang masuk Thailand di screening dan apabila positif, dikarantina dua minggu. Indonesia belum bisa melakukan hal tersebut, karena orangnya belum disiplin. Kalau semua bisa disiplin saya yakin Indonesia bisa seperti Thailand," tutupnya. (*)

Reporter : Milna Miana | Editor : Milna Miana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]