Dari Debat Cagub Sumbar, Fakhrizal: Nasrul Abit Meninggalkan Banyak Masalah di Pessel, Bagaimana Mau Bangun Sumbar


Jumat, 04 Desember 2020 - 22:18:41 WIB
Dari Debat Cagub Sumbar, Fakhrizal: Nasrul Abit Meninggalkan Banyak Masalah di Pessel, Bagaimana Mau Bangun Sumbar Fakhrizal, calon gubernur Sumatera Barat, nomor urut 3, ketika Debat Publik

HARIANHALUAN.COM - Calon Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, nomor urut 2, dipertanyakan kelayakannya untuk memimpin Sumatera Barat. Pasalnya Nasrul Abit meninggalkan banyak kasus di Pesisir Selatan ketika dia menjabat sebagai Bupati Pesisir Selatan.

Hal tersebut disampaikan oleh Fakhrizal, calon gubernur Sumatera Barat, nomor urut 3, ketika Debat Publik Kedua sedang berlangsung.

Baca Juga : Tak Ada Gugatan Hasil Pilkada, KPU Tetapkan Zul Elfian Sebagai Walikota Solok

"Tampaknya, setiap bapak selesai memimpin, selalu meninggalkan persoalan, contoh penebangan mangrove di Mandeh, lalu rumah sakit di Pesisir Selatan. Bagaimana bapak nantinya akan mengelola pemerintahan dengan baik, sementara selalu ada persoalaan?,” ujar Fakhrizal saat bertanya ke Nasrul Abit dalam Debat Publik pamungkas tersebut.

Namun Nasrul Abit mengelak dengan menjawab bahwa kasus tersebut sudah selesai.

Baca Juga : Sujud Syukur Usai Penetapan oleh KPU Pasbar, Ini Janji Paslon Pemenang Pilkada Pasbar 2020

“Negara kita negara hukum. Saya taat hukum. Penebangan mangrove itu yang sudah mati, bukan yang masih segar. Sudah lapor ke Polda, mereka tidak mampu kemudian ke kLH begitu juga. Lalu persoalaan rumah sakit, itu semuanya sudah lengkap,” kata Nasrul Abit.

Namun dengan jelas Fakhrizal justru membeberkan saat Nasrul Abit melakukan kesalahan terkait Mangrove, Nasrul Abit bukannya menanam kembali mangrove tersebut akan tetapi malah meminta bantuan Fakhrizal secara tidak wajar dengan menemuinya untuk menyelesaikan masalahnya tersebut.

Baca Juga : KPU Pasbar Tetapkan Hamsuardi dan Risnawanto Pemenang Pilkada 2020

"Saat itu bapak kan datang ke saya saat jadi Kapolda. Minta bantu. Saya bilang silahkan ditanam kembali. Di daerah lain saja 3 batang manggrove saja bisa dipidana, ini satu hektare," jelas Fakhrizal.

Namun lagi-lagi Nasrul Abit mengelak dengan mengatakan bahwa mangrove tersebut tidaklah luas. Padahal permasalahan mangrove tentunya bukan hanya terkait luas tapi setiap pohon tentunya sangatlah berarti.

Baca Juga : Siap-siap! 35 Sengketa Pilkada Mulai Disidangkan di MK pada 26 Januari

"Itu tidak sampai satu hektare. Daerahnya juga APL. Jadi tidak ada masalah," kata Nasrul. (*)

Editor : Heldi Satria

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]