Setelah Mulyadi Ditetapkan Sebagai Tersangka, Kuasa Hukum: Kami akan Ikuti Proses Hukum


Sabtu, 05 Desember 2020 - 17:45:44 WIB
Setelah Mulyadi Ditetapkan Sebagai Tersangka, Kuasa Hukum: Kami akan Ikuti Proses Hukum Kuasa Hukum Mulyadi, Hengki Mustaf Sabarta atau akrab dipanggil Hengki Matondang

PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Sebagai warga baik dan taat kepada hukum, Mulyadi akan mengikuti proses hukum yang berlaku. Hal itu diungkap Kuasa Hukumnya, Hengki Mustaf Sabarta akrab dipanggil Hengki Matondang saat dihubungi wartawan di Padang, Sabtu (5/12/2020).

"Tentu Pak Mulyadi mengikuti proses hukum ya. Bagaimanapun kita hormati hukum. Karena memang Bareskrim sebagai penyidik Gakkumdu tentu di lain pihak juga sudah mempunyai pertimbangan yang matang," jelasnya.

Ditambahkannya, ancaman hukuman di dalam pasal 187 tersebut  hanya 15 hari hingga 3 bulan maksimal atau denda. Jadi ada pilihan alternatif dan tidak ada hubungannya dengan diskualifikasi pasangan calon dan itu yang perlu ditonjolkan kepada masyarakat.

"Pak Mulyadi akan memenuhi panggilan, kecuali ada kemungkinan hal secara mendadak, seperti sakit atau halangan lain dan itu adalah masalah lain. Kemudian sebelumnya pak Mulyadi juga sudah dipanggil sebagai saksi dan beliau pun telah memenuhi panggilan sebagai saksi," tutupnya.

Namun sebelumnya, Hengki telah mengklaim bahwa penetapan tersangka terhadap kliennya seolah-olah dipaksakan. Alasannya, secara substansi pengertian kampanye di luar jadwal seperti yang dilaporkan itu tidak terpenuhi.

"Kemudian ada target seolah-olah ini dikondisikan, karena penetapan status tersangka sebelum hari pemilihan pemilihan tanggal 9 Desember 2020," sebutnya kepada wartawan di Padang, Sabtu (5/12/2020).

Menurutnya, ini adalah salah satu bagian dari kampanye hitam atau negatif yang dihadapan kepada kliennya. Kemudian pihaknya juga menilai bahwa tindakan tersebut adalah bagian dari konspirasi menzalimi Mulyadi.

"Secara substansinya, dari Komisi Penyiaran sudah mengeluarkan hasil juga bahwa ini bukan merupakan kampanye hitam atau kampanye di luar jadwal. Kemudian kami melihat bahwa ini adalah bagian dari konspirasi untuk menzalimi Pak Mulyadi," terangnya. (*)

Reporter : Buliza Rahmat | Editor : Rahma Nurjana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]