Seperti Drakor, Virus Oposisi Lebih Menakutkan dari Corona


Ahad, 06 Desember 2020 - 02:26:42 WIB
Seperti Drakor, Virus Oposisi Lebih Menakutkan dari Corona Rocky Gerung

BANDUNG, HARIANHALUAN.COM - Penyebaran dan penularan virus corona belakangan ini kerap sekali terjadi, terutama di lingkungan Pemerintahan. Hal ini tebukti dari beberapa kabar yang menyebut sejumlah Menteri positif terpapar Covid-19. Namun ironisnya, di tengah lingkungan Pemerintahan yang sedang gawat darurat Covid-19, Pemerintah malah terus terusan sibuk mengejar hasil swab test Habib Rizieq Shihab yang memang tak mau mempublikasikan hasilnya.

Hal tersebut, Rocky Gerung menyebutnya sebagai drama koordinasi (Drakor) yang ada di Istana. Dalam drama tersebut, pemerintah terkesan lebih takut dengan virus oposisi daripada virus corona itu sendiri. "Virus oposisi Habib Rizieq dianggap lebih menakutkan dari virus corona sendiri," kata Rocky dikutip dari kanal Youtube Rocky Gerung Official pada Sabtu (5/12/2020).

Baca Juga : Harap Dibaca! Tjahjo Kumolo Terbitkan SE Baru Penegakan Disiplin PNS

Hal itu juga menandakan bahwa terjadi pencampuran antara isu kesehatan dengan isu politik. Menurut Rocky, selama ini Presiden Jokowi seolah tidak bisa memisahkan antara isu kesehatan dengan isu politik. Sehingga Pemerintah lebih senang menguber HRS ketimbang menangani Menteri-menteri yang positif Covid-19.

"Kalau ada isu kesehatan ya harus diatasi secara profesional bukan digembor-gemborkan dengan cara mengaitkan dengan isu politik seperti pemanggilan HRS dan sebagainya," kata Rocky.

Baca Juga : Gegara Tol Desari, Tommy Soeharto Gugat Pemerintah Rp56 Miliar

Yang menjadi lebih ironisnya lagi, menurut Rocky, adanya perbedaan sikap yang ditunjukkan antara Presiden Jokowi dengan Gubernur Anies Baswedan. Jika Anies secara terbuka mengumumkan terkait dirinya terkena Covid-19, Presiden Jokowi malah menyembunyikan menteri-menteri yang positif Covid-19. Padahal menurut Rocky, pejabat seharusnya mengumumkan dihadapan publik jika dirinya terpapar Covid-19.

Menurut kesimpulan Rocky, selama ini pemerintah terlalu sibuk mengcovidisasi HRS, sehingga para menteri yang di depan mata tidak ketahuan ternyata banyak yang positif. Padahal keterbukaan dan profesionalitas itu penting untuk para pemangku jabatan. "Pejabat seharusnya mengumumkan, bukan malah sibuk mengejar sipil untuk mengumumkan," kata Rocky. (*)

Baca Juga : Cegah Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah Terorisme, Pemerintah Siapkan Perpres

Editor : Agoes Embun

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]