Mensos Juliari Terjerat Korupsi Bansos, Rocky Gerung Sindir Megawati


Ahad, 06 Desember 2020 - 18:52:01 WIB
Mensos Juliari Terjerat Korupsi Bansos, Rocky Gerung Sindir Megawati Rocky Gerung soal draf UU Omnibus Law. (YouTube/Rocky Gerung Official)

HARIANHALUAN.COM - Pengamat Politik Rocky Gerung buka suara terkait Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara yang tersandung kasus korupsi bantuan sosial Covid-19. Ia menyebut-nyebut nama Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Rocky melalui tayangan kanal YouTube miliknya, Rocky Gerung Official, mengaku sangat menantikan pernyataan yang akan terucap dari Megawati terkait kasus korupsi bansos tersebut.

Baca Juga : Penyidik Terus Usut Kasus Dugaan Suap Benih Lobster, 4 Saksi Dipanggil KPK

Dia penasaran, akankah Mega akan menyebut Mensos Juliari diangkat dari kolam, seperti halnya sikap Prabowo Subianto atas Edhy Prabowo, dikutip dari Hops.id--jaringan Suara.com, Minggu (6/12/2020).

“Skornya 1-1 antara Hambalang dan Teuku Umar. Draw. Buat Jokowi 2-0. Tinggal kita tunggu, apa yang akan diucapkan Ibu Mega, apa dia akan bilang 'saya angkat dia dari kolam dan ternyata ini dia lakukan ke saya'. Kita tunggu reaksi Ibu Mega,” kata Rocky di saluran Youtube-nya, Minggu (6/12).

Baca Juga : Tanah Bergerak di Purwakarta, 120 Rumah Dilaporkan Rusak

Menurut Rocky itu penting untuk dinanti. Sebab jika bicara korupsi di PDIP, dianggap sudah bukan hal yang aneh lagi, lantaran berita itu kerap disampaikan dari berbagai daerah.

Pada kesempatan itu, Rocky juga menyinggung ditangkapnya Mensos Juliari dan Menteri KKP Edhy Prabowo, adalah bukti partai politik selama ini tak menanamkan akal sehat antikorupsi di tiap rapatnya.

Baca Juga : Investasi Miras Justru Bebani Ekonomi Rp256 Triliun

Sebaliknya, di tiap rapat parpol, kata Rocky, yang terjadi saat ini seakan justru merencanakan bagaimana bisa menilep dana-dana milik negara. “Ini betul-betul pendangkalan public etis,” katanya.

“Ini merampok uang negara yang sudah diurus di APBN, dan negara dalam keadaan darurat. Riwayat apa yang ada di kepalanya. Saya anggap ini satu paket dengan kepentingan politik, karena enggak mungkin dia nekat lakukan korupsi (sendiri),” katanya lagi.

Baca Juga : Waduh! Jhoni Allen Bawa Nama Tuhan, Sebut SBY Bukan Pendiri Partai Demokrat!

Rocky menduga perkara bansos Covid-19 Juliari ada kaitannya dengan partai.

Lebih jauh, Rocky menduga apa yang dilakukan oleh Mensos Juliari, ada kaitannya dengan partai.  Menurutnya, Juliari saat ini dikenal sebagai Wakil Ketua Bendahara di PDIP. Sudah menjadi hal umum, katanya, dia mendapat tugas untuk mengumpulkan uang yang ditujukan ke partai.

Rocky kemudian menduga korupsi ini dilakukan terencana dan sistematis. Sebut saja Juliari yang menurut Rocky bisa sengaja ditaruh di Kemensos untuk mengintai dana sosial.

“Depsos itu kan berlimpah APBN yang masuk ke sana. Jadi memang sebut saja ada kesengajaan untuk rampok uang negara, ditaruh di situ sebagai pejabat strategis, yang tahu keuangan dan disesuaikan untuk kebutuhan partai,” katanya.

Rocky kemudian menjelaskan kalau sudah menjadi pengetahuan bersama kalau Pemilu beberapa waktu lalu telah membuat kantong-kantong partai habis. Termasuk gelaran Pilkada di 300 daerah yang membuat isi kantong partai habis.

“Maka itu, harus ada yang ditabung ulang, dengan cara mencuri, merampok. Konyolnya Mensos ini kan sangat khusus di konstitusi, karena dia ditugasi mengurus rakyat miskin. Sementara sekarang malah merampok. Itu kan namanya dungu.”

“Kalau dia rampok korporasi mungkin lah. Nah ini, partai wong cilik rampok hak cilik, dungu itu!” kata Rocky lagi.

Juliari sendiri diketahui disikat KPK dan menjadi tersangka dalam kasus suap dana bansos covid-19. Juliari menerima suap bansos covid-19 untuk wilayah Jabodetabek Tahun 2020.

Dari kasus yang menjeratnya, dia mendapat fee Rp10 ribu per paket sembako dari nilai Rp300 ribu, dengan total fee yang sudah diterima sebesar Rp17 miliar. (*)

Editor : Heldi Satria | Sumber : Suara.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]