Australia Hentikan Tes Vaksin Corona, Ada Reaksi Positif HIV


Jumat, 11 Desember 2020 - 15:36:34 WIB
Australia Hentikan Tes Vaksin Corona, Ada Reaksi Positif HIV Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Pengembangan vaksin virus corona oleh University of Queensland (UQ) dan CSL dihentikan hari Jumat ini (11/12), setelah ditemukan reaksi positif HIV pada partisipan uji coba.

- Ujicoba vaksin COVID-19 buatan Universitas Queensland dan CSL telah disuntikkan ke relawan sejak Juli
- Namun kekebalan yang dihasilkan oleh vaksin ini diketahui dapat mengganggu uji diagnosa HIV
- Tim peneliti tidak memperkirakan adanya reaksi seperti itu sehingga memutuskan untuk menghentikan pengembangan vaksin ini

Baca Juga : 10 Juta Orang Menjomblo di Rusia, Pemerintah Wajibkan Pria Miliki Dua Istri atau Lebih

Pemerintah Australia rencananya akan membeli vaksin ini sebanyak 51 juta dosis.

Dengan penghentian uji coba, kini Australia menunggu vaksin dari tiga pabrikan negara lain.

Baca Juga : Bill Gates Peringatkan Cuaca di Bumi Bakal Makin Gila

Dalam pernyataan kepada Bursa Efek Australia, CSL menyebutkan tidak akan melanjutkan uji coba, namun menekankan jika vaksin tersebut sebenarnya memiliki "keamanan yang meyakinkan".

CSL juga mengatakan para partisipan telah diberitahu sebelum ujicoba dimulai jikaa vaksin ini dapat mengganggu tes diagnostik HIV tertentu.

Baca Juga : Satu Orang Tewas Saat Polisi Bubarkan Demonstran di Myanmar

"Potensi reaksi silang ini telah diantisipasi sebelum dimulainya uji coba," kata CSL.

Profesor Paul Young dari Universitas Queensland (UQ) yang memimpin pengembangan vaksin menjelaskan diperlukan waktu setidaknya satu tahun lagi untuk memperbaikinya.

Baca Juga : WHO Pusing, Ada Ancaman Baru ke Vaksin Covid

Ia mengatakan pihaknya sangat terpukul atas hal ini, karena mereka sudah bekerja selama 11 bulan tanpa henti.

"Tapi begitulah sains. Meskipun keputusan ini sangat berat, tapi kebutuhan mendesak akan vaksin harus menjadi prioritas," katanya.

A woman in a white lab coat and safety glasses uses a syringe to measure somethingSetelah pengembangan vaksin COVID-19 oleh University of Queensland dan CSL dihentikan, Menkes Australia Greg Hunt memastikan pihaknya akan menambah pembelian dan produksi vaksin buatan AstraZeneca. (Supplied: University of Queensland)

Tim peneliti UQ melibatkan 216 partisipan uji coba dan menemukan vaksin tersebut menghasilkan antibodi tambahan yang telah menggagalkan tes HIV, yang mengarah pada hasil positif palsu.

Teknologi penjepit molekuler vaksin UQ menggunakan dua fragmen protein yang ditemukan pada HIV yang digunakan untuk menyatukan bagian penting dari virus SARS-Cov-2, sehingga sistem kekebalan dapat belajar mengenalinya.

Hal ini memungkinkan tim peneliri untuk mempercepat proses pengembangan vaksin, di saat ratusan tim peneliti lainnya di seluruh dunia berlomba untuk menemukan vaksin COVID-19.

Para peneliti UQ mengatakan vaksin ini tidak menimbulkan implikasi kesehatan yang merugikan dan tidak menyebabkan infeksi HIV.

Profesor Young mengatakan tim tersebut tidak mengantisipasi reaksi "positif palsu", menegaskan kembali bahwa teknologi penjepit molekuler aman dan efektif.

Namun, keputusan untuk menghentikan pengembangan vaksin lebih lanjut tetap dilakukan setelah berkonsultasi dengan Pemerintah Australia dan pihak CSL.

"Kami mengantisipasi mungkin akan ada masalah dengan protein HIV. Karenanya kami memasukkannya dalam formulir persetujuan untuk partisipan," kata Prof. Young.

"Tapi kami tidak menyangka jika semua partisipan akan merespons dengan antibodi tingkat rendah dalam tes. Hal itu yang tidak kami duga," jelasnya.

Sementara itu Dr Russell Basser dari CSL mengatakan pertimbangan utama penghentian pengembangan vaksin ini adalah untuk menjaga kepercayaan publik.

"Jika saja tidak ada vaksin lain yang sedang dikembangkan (di negara lain), mungkin kami akan bertahan," kata Dr Basser.

"Tapi karena masalah paling utama adalah kepercayaan dalam proses, tampaknya semakin sulit untuk melanjutkannya," tambahnya.

Tim peneliti UQ mengatakan setelah ini mereka akan terus meneliti teknologi penjepit molekuler di luar penggunaan dua fragmen protein yang ditemukan pada HIV. (*)

Editor : Heldi Satria | Sumber : vivanews.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 28 Februari 2021 - 16:31:51 WIB

    10 Juta Orang Menjomblo di Rusia, Pemerintah Wajibkan Pria Miliki Dua Istri atau Lebih

    10 Juta Orang Menjomblo di Rusia, Pemerintah Wajibkan Pria Miliki Dua Istri atau Lebih Bagi Anda kaum Adam yang ingin memiliki istri lebih dari satu, tak ada salahnya mencoba pindah kewarganegaraan ke Rusia. Sebab, di sana populasi yang tidak seimbang antara perempuan dan laki-laki membuat pemerintahnya mengelu.
  • Ahad, 28 Februari 2021 - 16:20:38 WIB

    Bill Gates Peringatkan Cuaca di Bumi Bakal Makin Gila

    Bill Gates Peringatkan Cuaca di Bumi Bakal Makin Gila Belakangan ini seolah tak hentinya Bill Gates melontarkan peringatan tentang bahaya perubahan iklim. Salah satunya terkait kondisi cuaca yang bisa jadi akan semakin ekstrim pada masa-masa mendatang..
  • Ahad, 28 Februari 2021 - 12:46:25 WIB

    Satu Orang Tewas Saat Polisi Bubarkan Demonstran di Myanmar

    Satu Orang Tewas Saat Polisi Bubarkan Demonstran di Myanmar Kepolisian Myanmar kembali melepaskan tembakan untuk membubarkan para demonstran antikudeta yang memadati jalan-jalan di Myanmar pada Minggu (28/2). Seorang pengunjuk rasa dilaporkan tewas tertembak sementara yang lain mengal.
  • Sabtu, 27 Februari 2021 - 11:23:47 WIB

    WHO Pusing, Ada Ancaman Baru ke Vaksin Covid

    WHO Pusing, Ada Ancaman Baru ke Vaksin Covid Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tengah 'pusing'. Ini terkait pasokan vakin corona (Covid-19) yang adil ke seluruh dunia..
  • Jumat, 26 Februari 2021 - 14:51:11 WIB

    Joe Biden Beri Kepastian Amankan Saudi

    Joe Biden Beri Kepastian Amankan Saudi Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden melakukan pembicaraan dengan Raja Arab Saudi Salman pada Kamis (25/2). Dalam percakapan perdana sejak Biden resmi menjadi pemimpin negara adidaya itu, ia menekankan komitmen AS untuk me.
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]