Calon Petahana Kalah Telak di Sumbar, Prof Djo: Orang Minang Realistis Pilih Pemimpin


Jumat, 11 Desember 2020 - 15:50:05 WIB
Calon Petahana Kalah Telak di Sumbar, Prof Djo: Orang Minang Realistis Pilih Pemimpin Djohermansyah Djohan

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Berdasarkan penghitungan suara sementara dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU), calon incumbent atau petahana dalam Pilkada di Sumatera Barat (Sumbar) banyak yang kalah.

Bahkan pengamat pemerintahan daerah Prof Djohermansyah Djohan menyebut kekalahan calon petahana di Sumbar merupakan kekalahan yang telak jika dilihat dari persentase kemenangan petahana.

Baca Juga : Januari-Maret, 657 Bencana Landa Indonesia

“Kan dari 13 Pilkada di Sumbar dan ditambah pemilihan gubernur ada 13 calon petahana. Hasil sementara real count KPU hanya empat yang menang. Ini namanya calon petahana kalah telak di Sumbar,” kata Djohermansyah Djohan menjawab pertanyaan harianhaluan.com, Jumat (11/12/2020).

Guru besar Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) itu menyebutkan beberapa faktor penyebab kekalahan petahana di Sumbar. Pertama faktor dari pemilih atau masyarakat dan kedua faktor dari para calon yang maju.

Baca Juga : HMI Tolak Keras Perpres Investasi Miras

Dari faktor pemilih, jelas Djohermansyah, masyarakat Minang realitis dan dinamis dalam memilih pemimpinnya. Terkait realistis, masyarakat tentu menilai apa yang telah diperbuat calon petahana selama ini.

“Kalau calon petahana itu menunjukkan kinerja dan prestasinya bagus selama ini tentu akan dipilih kembali oleh masyarakat. “Kalau kinerja hanya sekedar lapeh makan tentu masyarakat akan mencoba lakeak tangan calon yang lain,” ujar Djohermansyah.

Baca Juga : Selain Mobil dan Rumah, Menko Airlangga Siapkan Insentif untuk Hotel hingga Resto

Sedangkan dinamis jelas Djohermansyah, masyarakat Minang tidak dikenal dengan sikap yang loyal terhadap pasangan calon tertentu. Masyarakat Minang dalam memilih pemimpinnya betul-betul melihat dari kualitas calon yang dipilih.

Djohermansyah mencontohkan Pilkada Bukittinggi. Calon incumbent M. Ramlan Nurmatias yang berpasangan dengan Syahrizal kalah dari calon pendatang baru Erman Safar berpasangan dengan Marfendi.

Baca Juga : Divonis 2 Tahun Penjara, Penyuap Rizal Djalil Masih Pikir-pikir Ajukan Banding

“Karena masyarakat Bukittinggi sudah bisa melihat dan merasakan lakeak tangan Ramlan Nurmatias dalam memimpin kota itu selama ini. Makanya masyarakat ingin mencoba calon yang baru," kata Djo.

Pilkada Serentak 2020, dilakukan di 13 kabupaten/kota di Sumbar dan ditambah pemilihan gubernur. Hanya satu daerah yang tidak ada calon petahana, yaitu di Kabupaten Pasaman.

Dari 13 calon petahana ikut pilkada, hanya empat yang menang berdasarkan real count KPU hinggal pukul 15.00 Wib, yaitu yaitu pasangan calon Suhatri Bur-Rahmang (Padang Pariaman), Sutan Riski-DP Dt. Labuan (Dharmasraya), Yulianto-Syafrial (Pasaman Barat) dan Zul Elfian- Ramadhani Kirana Putra (Kota Solok).

Sedangkan calon petahana yang keok adalah Nasrul Abit berpasangan dengan Indra Catri (pemilihan gubernur), Kemudian Hendrajoni-Hamdanus (Pesisir Selatan), Nofi Candra-Yulfadri (Kabupaten Solok), Arrival Boy-Mendro Suarman (Sijunjung).

Kemudian Zulfadri Darma-Sulatani (Tanah Datar), Trinda Farhan Satria-M.Kasni (Kabupaten Agam), Ferizal Ridwan-Nurkhalis (Lima Puluh Kota), Abdul Rahman-Rosman Effendi (Solok Selatan) dan M. Ramlan Nurmatias-Syahrizal (Kota Bukittinggi). (*)

Reporter : Sam | Editor : Heldi Satria
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]