Haru, Ayah Meninggal karena Covid-19, Dokter Kumandangkan Azan ke Bayi Ini


Jumat, 11 Desember 2020 - 17:29:51 WIB
Haru, Ayah Meninggal karena Covid-19, Dokter Kumandangkan Azan ke Bayi Ini Cerita haru seorang dokter. (Instagram/sandysandyprasetyo)

HARIANHALUAN.COM - Sebuah cerita haru dibagikan oleh seorang dokter melalui akun jejaring media sosial Instagram. Cerita tersebut sangat menyentuh hati.

Cerita ini dibagikan oleh dokter Sandy Prasetyo melalui akun Instagram @sandysandyprasetyo.

Baca Juga : Romli Sebut Jokowi Harus Tegur Atau Nonaktifkan Moeldoko

Dalam cerita tersebut, dia bercerita saat mendapatkan permintaan khusus dari pasiennya.

Dia diberikan amanah untuk mengadzankan bayi pasiennya yang baru saja lahir. Dia membagikan momen haru saat dua orang ayah memberikan permintaan khusus itu.

Baca Juga : Pendaftaran Program Kartu Prakerja Gelombang 13 Ditutup Siang Ini, Segera Daftar

Cerita haru dari seorang dokter. (Instagram/sandysandyprasetyo)
Cerita haru dari seorang dokter. (Instagram/sandysandyprasetyo)
"Permintaan khusus, amanah untuk mengadzankan dari dua orang ayah. Dua momen ini punya cerita harunya masing-masing. Nggak pernah terbayang saya akan diposisi ini." tulis dokter Sandy, dikutip dari Suara.com, Jumat (11/12/2020).

Dalam unggahannya terdapat dua foto dan video saat dokter tersebut sedang mengumandangkan adzan untuk bayi pasiennya.

Baca Juga : Fakta-fakta Pensiunan PNS Bisa Dapat Rp 1 Miliar, Simak Yuk!

Pada foto pertama, dia bercerita bahwa suami pasien meminta agar dokter Sandy mengadzani bayinya.

Sebab, suami tersebut pada saat istrinya melahirkan, dia dinyatakan positif covid-19 setelah melakukan swab test.

Baca Juga : Moeldoko Kudeta PD, Prof Hendry: Mudah-mudahan SBY dan AHY Tak Demo Istana

"Pasien saya rutin kontrol dari awal hamil. Sampailah saat persalinan akan tiba, pasien dan suami diswab untuk persiapan persalinan. Hasilnya suami positif. Sehingga harus di rawat di rs. 'Dok titip ya adzankan anak saya'" tulisnya.

Kemudian, dokter tersebut menceritakan momen serupa.

Dalam cerita tersebut, pasien bersama suaminya telah berjuang selama dua tahun untuk mendapatkan momongan.

Hingga pada akhirnya, si pasien dan suami mendatangi dokter tersebut untuk mengecek kehamilan.

Rupanya, si pasien positif hamil. Pasien tersebut bersikukuh untuk dirawat oleh dokter Sandy saat persalinan tiba.

Namu, pada saat kehamilan 33 minggu pasien tersebut ternyata positif covid-19. Dia meminta agar diizinkan untuk tetap bisa kontrol dengan dokter Sandy setelah dinyatakan negatif.

"Sampai waktu kehamilan 33 minggu pasien saya chat saya, “dok maaf ya saya belum bisa kontrol lagi ke dokter sementara ini, swab saya positif dok. Tapi nanti kalo saya udah negatif boleh yaa dok saya kontrol ke dokter lagi”. saya jawab “boleh banget dong bu," tulisnya.

Tiba-tiba, pada kehamilan 36 minggu, dokter itu mendapatkan kabar bahwa si pasien sudah dinyatakan negatif.

Hingga akhirnya pasien itu datang untuk kontrol kandungan. Tapi, dia ditemani sepupunya.

Saat ditanya oleh dokter dimana suaminya, si pasien malah menangis.

Ternyata, sang suami telah meninggal. Suami pasien itu meninggal karena covid-19. Dokter itu syok.

"Kaget saya. 3 minggu sebelum lahiran ternyata suami meninggal karena covid. “Dok suami saya ga bs liat anaknya lahir dok”." tulis dokter itu.

Hingga akhirnya saat persalinan tiba, dokter tersebut mengumandangkan adzan untuk bayi pasien yang ayahnya meninggal karena covid-19.

Cerita itu membuat warganet terharu sekaligus sedih.

"Sedih banget dok," tulis akun bibysfarra.

"Ya Allah bacanya ikutan nangis dok," balas akun dyah_ayyoe. (*)

Editor : Heldi Satria | Sumber : Suara.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]