Pasca Pencoblosan 9 Desember, 11 TPS di Sumbar Berpotensi Pemungutan Suara Ulang


Jumat, 11 Desember 2020 - 18:48:22 WIB
Pasca Pencoblosan 9 Desember, 11 TPS di Sumbar Berpotensi Pemungutan Suara Ulang Komisioner KPU Sumbar, Amnasmen

PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Pasca pencoblosan 9 Desember 2020, sebanyak 11 Tempat Pemungutan Suara (TPS) berpotensi akan dilakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU). Diketahui, 11 TPS itu tersebar dibeberapa daerah Kabupaten dan Kota Sumatera Barat.

"Kami menemukan potensi sebanyak 11 TPS yang akan  melakukan pemungutan ulang yang tersebar di 8 Kabupaten dan Kota. Hal itu berdasarkan hasil rekomendasi Bawaslu pada masing-masing daerah," ujar Komisioner KPU Sumbar, Amansmen, Jumat (11/12/2020).

Baca Juga : Tindak Pidana Pilkada, Kadis PMD dan Lima Kades Masuk Penjara

Berdasarkan data yang dihimpun haluan.com, 11 TPS tersebut yang akan melakukan PSU. Pertama, Kabupaten Limapuluh Kota TPS 17 di Nagari Guguak VII Koto, Kecamatan Guguak. PSU dilakukan  karena terdapat 2 pemilih memiliki KTP di luar Kabupaten menggunakan hak Pilihnya. PSU dilakukan hanya untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur.

Kedua, Kabupaten Agam di TPS 57 Nagari Lubuk Basuang, Kecamatan Lubuk Basuang untuk pemilihan bupati dan Pilgub. PSU dilakukan karena terdapat 5 orang pemilih pindahan luar Kabupaten namun mendapatkan 2 surat suara.

Baca Juga : Sidang Pembuktian Gugatan Pilgub Kabupaten Solok Selesai, Diputuskan pada Maret

Ketiga, Kota Bukittinggi di TPS 12 Kelurahan Birugo, Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh. PSU dilakukan untuk Pilgub dan Pilwako. Penyebabnya karena ada pemilih memakai A.5 KWK ber KTP Agam mendapat dua surat suara.

Keempat, Kota Solok  di TPS 9 Kampung Jawa, Tanjung Harapan. PSU dilakukan untuk Pilgub dan Pilwako. PSU dilakukan karena ada 2 orang pemilih ber KTP Padang dan tidak ada A.5 KWK mendapatkan 2 surat suara.

Baca Juga : Pelantikan Kepala Daerah, Segeralah Tunaikan Janji-janji Politik!

Kelima, Kabupaten Pasaman ada 3 TPS yaitu, TPS 14 Nagari Panti, Kecamatan Panti untuk Pilgub dan Pilbup. Alasannya karena pemilih ber KTP Lubuk Sikaping mencoblos di Panti.

Keenam, TPS 9 Nagari Silayang, Kecamatan Mapat Tunggu Selatan untuk Pilgub dan Pilbup. Alasannya karena pemilih alamat KTP Rao Selatan memilih di Mapat Tunggul Selatan.

Baca Juga : Sutan Riska, Bupati Dharmasraya Termuda dan Juga Seorang Raja

Ketujuh, TPS 27 Nagari Gelugur, Kecamatan Padang Gelugur PSU untuk Pilgub saja. Penyebabnya karena pemilih ber KTP Bukittinggi mencoblos di sana.

Kedelapan, Pasaman Barat ada 2 TPS, yaitu TPS 48 Nagari Ujuang Gadiang, Kecamatan Lembah Malintang Ujung Gading. PSU hanya untuk Pilgub karena KPPS melayani Pemilih ber KTP luar Sumbar sebanyak 2 orang.

Kesembilan, TPS 105 Nagari Kinali, Kecamatan Kinali PSU untuk Pilgub dan Pilgub. Hal ini karena KPPS melayani pemilih yang bukan beralamat dari Kecamatan Kinali sebanyak 3 orang.

Kesepuluh, Kabupaten Pesisir Selatan, TPS 3 Nagari Baruang-baruang Balantai, Kecamatan Koto XI Tarusan PSU untuk Pilgub dan Pilbup. Alasannya karena terdapat 2 orang pemilih yang sudah pindah domisili tidak memilih di TPS yang bersangkutan terdaftar sebagai DPT. 

Kesebelas, Kabupaten Tanah Datar TPS 7 Nagari Pangian, Kecamatan Lintau Buo untuk Pilgub. Alasannya karena ada pemilih yang tidak memakai A.5 KWK sebanyak 4 orang dan melakukan pencoblosan di situ.

"Itu merupakan laporan sementara yang kita terima. Sedangkan untuk Solok Selatan kita belum menerima rekomendasi, apakah di daerah tersebut juga akan melakukan PSU atau tidak," tutupnya. (*)


 

Reporter : Buliza Rahmat | Editor : Rahma Nurjana
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]