Indonesia Punya Target Ambisius Menahan Laju Perubahan Iklim 


Selasa, 15 Desember 2020 - 12:32:02 WIB
Indonesia Punya Target Ambisius Menahan Laju Perubahan Iklim  Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Indonesia punya target ambisius menahan laju perubahan iklim dengan penurunan emisi 0.834 hingga 1.081 giga ton. Sumber emisi itu berasal dari kehutanan, pertanian, energi, industri dan transportasi serta limbah dengan proporsi terbesar di sektor kehutanan dan energi. 

"Target penurunan emisi ini sangat penting dan perlu kerja keras semua pihak, termasuk dunia industri," kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, Selasa (15/12/2020). 

Baca Juga : Soal Investasi Miras, Amien Rais: Jokowi Menghancurkan Akhlak Bangsa

Siti Nurbaya mengungkapkan, indikasi penurunan industri dari segala jenis industri dalam analisis Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) 2020 hingga 131 juta ton karbon merupakan indikasi yang penting dan akan didalami bersama-sama sektor terkait. 

Sumber itu dari 972 usaha agroindustri, 584 usaha industri manufaktur prasarana jasa dan 482 usaha pertambangan energi dan migas. 

Baca Juga : Gus Jazil Tolak Perpres 10/2021, Kita Bukan Bangsa Pemabuk

“Saya ingin semakin memperjelas posisi Indonesia dalam ambisi menurunkan emisi karbon,” tegas Menteri Siti.

Sebelumnya, ketika memberikan sambutan pemberian penghargan Proper 2020 KLHK di Kementerian LHK, Senin (14/12), Siti Nuraya menyebutkan selama 23 tahun Indonesia memiliki sistem pengukuran kinerja perusahaan dengan hasil-hasil analisis yang terukur, misalnya dalam kaitan elemen emisi gas rumah kaca (GRK). 

Baca Juga : Geger! Wanita Asal Jabar Tewas di Hotel Kediri, Tubuh Penuh Luka dan Darah

Program dari Wolrd Bank, FCPF di Kaltim telah menghasikan prestasi penurunan emisi 22 juta ton GRK dan telah dinilai RBP-nya mencapai 110 juta USD. 

Dibandingkan dengan hasil emisi GRK selama 2020, kata Siti Nurbaya, dari upaya dunia usaha sebanyak 131 juta ton, maka bisa dilihat bahwa emisi dari dunia usaha sangat penting dan berpotensi besar. Tentu teknik dan metode penghitungan ini akan divalidasi sesuai standard yang telah dikonsultasikan dan disetujui Sekretariat UNFCCC. 

Baca Juga : Pengembangan Jaringan Listrik Pintar Percepat Elektrifikasi di Wilayah 3T

Posisi Indonesia

Upaya dunia usaha itu menjadi sangat penting, belum lagi pada aspek hemat energi atau efisiensi 430 juta Giga Joule serta efisiensi air hingga 340 juta m3 dan pengurangan limbah. Angka-angka tersebut memiliki arti penting dan merupakan wujud nyata partnership non state actor dalam pengendalian perubahan iklim. 

Banyak data dan informasi kinerja pengelolaan dunia usaha lainnya yang dikumpulkan melalui mekanisme PROPER. Capaian-capaian ini juga penting guna menjawab tantangan dunia akan kondisi perubahan iklim.

“Dengan demikian, kekokohan posisi Indonesia dalam menjawab isu global tersebut akan terlihat jelas, dan mudah dikomunikasikan ke dunia internasional. Kita lawan itu antek asing yang melemahkan Indonesia dalam upaya-upaya pengendalian perubahan iklim ! tandas Siti Nurbaya. (*)

Reporter : Sam | Editor : Heldi Satria
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]