Society 5.0, Revolusi Peradaban


Ahad, 20 Desember 2020 - 15:23:59 WIB
Society 5.0, Revolusi Peradaban Azka Aufary Ramli

Perubahan Tatanan Kehidupan memang telah terjadi. Trend pendidikan Indonesia khususnya saat pandemi Covid 19 ini yaitu online learning. Internet sebagai penghubung antara pendidik dan peserta didik.

Oleh Azka Aufary Ramli

Baca Juga : SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam siswa Perlu Ditinjau Ulang

Peran pendidik dalam era Revolusi Industri 4.0 tidak boleh hanya menitikberatkan tugasnya hanya pada transfer ilmu, tetapi juga menekankan pendidikan karakter, moral dan keteladanan. Dikarenakan penerapan softskill dan hardskill tidak bisa digantikan oleh alat dan teknologi secanggih apapun.

Lahirnya Society 5.0 diharapkan dapat membuat teknologi di bidang pendidikan yang tidak merubah peran pendidik dalam mengajarkan pendidikan moral dan keteladanan bagi para peserta didik.

Baca Juga : Jangan Ikuti! Iblis Penebar Hoaks Pertama

Untuk mewujudkannya, harus ada wujud konkret dan usaha yang keras untuk pemerintah Indonesia dan kita semua dalam menyongsong era digitalisasi.

Pendidikan di Indonesia perlu melihat kembali infrastruktur yang ada, pengembangan SDM, menyinkronkan pendidikan dan industri, serta penggunaan teknologi sebagai alat kegiatan belajar mengajar.

Baca Juga : Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam

Untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas, Perguruan Tinggi mesti memperhatikan empat hal yaitu pendidikan berbasis kompetensi, pemanfaatan IoT (Internet of Things), pemanfaatan virtual atau augmented reality dan pemanfaatan AI (Artifical Intelligence). Dengan begitu, diharapkan pendidikan di Indonesia telah siap memasuki era disrupsi ini.

“Pada dasarnya komponen utama dari pembangunan itu tetap pada sumber daya manusianya. Teknologi itu hanya benda atau sesuatu yang diciptakan, oleh karena itu jika sebuah Negara mau maju, tetap unsur dasarnya adalah manusia yang unggul, sehingga peran pendidikan terhadap generasi bangsa itu merupakan hal yang utama.”

Baca Juga : Prabowo dan Habib Rizieq

Kenali Society 5.0

Munculnya Society 5.0 adalah implementasi Rencana Dasar Sains dan Teknologi ke-5 sebagai masyarakat masa depan yang harus dicita – citakan. Jepang menjawab dan melompati isu yang berkembang dari Eropa ke seluruh dunia tentang revolusi industri 4.0 yang dinilainya akan menghilangkan peran masyarakat manusia dengan digantikan oleh teknologi.

Society 5.0 terdiri dari lima tahapan kehidupan yakni diawali dengan masyarakat berburu (Society 1.0), masyarakat pertanian (Society 2.0), masyarakat industri (Society 3.0), masyarakat informasi (Society 4.0), dan masyarakat konvergensi maya-fisik (Society 5.0).

Konsep Society 5.0 lebih memfokuskan konteks pada peranan manusia. Sedangkan, Revolusi industry 4.0 menggunakan kecerdasan buatan sebagai komponen utama dalam membuat perubahan. Society 5.0 menggunakan teknologi modern hanya saja mengandalkan manusia sebagai komponen utamanya. Society 4.0 memungkinkan kita untuk mengakses juga membagikan informasi di internet. Society 5.0 adalah era dimana semua teknologi adalah bagian dari manusia itu sendiri. Internet bukan hanya sekedar untuk berbagi informasi melainkan untuk menjalani kehidupan.

“Indonesia perlu memiliki keyakinan bahwa kedepannya Indonesia itu kuat bukan karena sumber daya alamnya, tapi kuat karena sumber daya manusianya. Indonesia tidak lagi akan dikenal sebagai Negara konsumen tapi akan bertransformasi menjadi Negara yang menciptakan. Negara yang melakukan inovasi maka merekalah yang akan menjadi leader dalam suatu peradaban.”

Editor : Rahma Nurjana
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 09 Februari 2021 - 14:07:37 WIB

    SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam siswa Perlu Ditinjau Ulang

    SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam  siswa Perlu Ditinjau Ulang Ternyata persoalan pemakaian jilbab bagi siswi Non Muslim di SMKN 2 Padang,  belum berakhir. Pemberitaannya hiruk pikuk dan viral  diperbincangkan secara nasional dalam dunia pendidikan. Sampai Mendikbud terpancing angkat b.
  • Kamis, 04 Februari 2021 - 14:45:37 WIB

    Jangan Ikuti! Iblis Penebar Hoaks Pertama

    Jangan Ikuti!  Iblis Penebar Hoaks Pertama Kita barangkali akrab dengan cerita Nabi Adam ‘alaihissalam diciptakan oleh Allah SWT sebagai khalifah. Melalui anugerah ilmu, Allah memuliakan Nabi Adam di atas malaikat dan iblis..
  • Senin, 01 Februari 2021 - 16:58:52 WIB

    Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam

    Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam Syekh Muhammad Djamil Djambek adalah ulama pelopor pembaruan Islam dari Sumatra Barat awal abad ke-20, dilahirkan pada tahun 1860 di Bukittinggi, terkenal sebagai ahli ilmu falak terkemuka..
  • Senin, 04 Januari 2021 - 09:37:20 WIB

    Prabowo dan Habib Rizieq

    Prabowo dan Habib Rizieq Partai Gerindra sungguh seperti berkayuh di antara dua karang dalam bersikap terhadap kasus yang dialami Habib Rizieq Sihab (HRS), Ormas dan pengikutnya sekarang ini. .
  • Kamis, 31 Desember 2020 - 20:46:02 WIB

    Catatan Akhir Tahun (4): Selamat Tinggal Tahun Kelam

    Catatan Akhir Tahun (4): Selamat Tinggal Tahun Kelam TAHUN 2020 segera akan berakhir. Tahun 2021 segera akan tiba. "Selamat tinggal tahun 2020. Selamat tinggal tahun kelam. Selamat tinggal tahun yang penuh dengan kepahitan hidup. .
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]