Cegah Korupsi Melalui Simplikasi Jabatan Fungsional


Senin, 21 Desember 2020 - 01:18:17 WIB
Cegah Korupsi Melalui Simplikasi Jabatan Fungsional Ikasari Heniyatun, salah seorang ASN.

Penyederhanaan organisasi menjadi isu yang kian menarik selama setahun terakhir ini. Dengan terbitnya Peraturan Menteri Pendayagunaan Apratur Negara Reformasi dan Birokrasi (PANRB) Nomor 28/2019 tentang Penyetaraan Jabatan Administrasi ke dalam Jabatan Fungsional, mau tidak mau seluruh kementerian dan lembaga harus memangkas jabatan struktural yang ada di lingkungannya.

Oleh: Ikasari Heniyatun, ASN

Baca Juga : Beragam Tradisi Unik Masyarakat Adat Indonesia di Bulan Rajab

Pemangkasan/penyederhanaan jabatan ini merupakan salah satu upaya dalam proses simplifikasi birokrasi sebagai bagian dari reformasi birokrasi dalam hal menciptakan birokrasi yang lebih dinamis dan profesional sebagai upaya peningkatan efektifitas dan efisensi mendukung kinerja pelayanan pemerintah kepada publik. Saat ini Jabatan administrasi memiliki porsi yang cukup besar dalam institusi pemerintahan.

Hal ini yang menjadikan salah satu kelemahan dalam sistem birokrasi di Indonesia, dimana rentang instruksi dan pengambilan keputusan membutuhkan waktu yang cukup panjang. Sebagai contoh petugas layanan di yang datang tidak sesuai jam layanan, dan layanan penerbitan perizinan yang tidak memiliki kejelasan norma waktu dalam pelayanannya. Beberapa alternatif jabatan fungsional yang dapat dijadikan opsional pada kementerian/lembaga saat ini adalah jabatan fungsional Analis Pengelola Keuangan APBN dan Pranata Pengelola Keuangan APBN.

Baca Juga : Ini Daftar Hewan Langka yang Perlu Kamu Lihat Sebelum Punah

Jabatan tersebut diperuntukkan bagi pegawai yang saat ini menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen, Pejabat Penandatangan SPM, Penyusun Laporan Keuangan, dan bendahara. Mungkin istilah pada jabatan fungsional tersebut akan sangat asing bagi masyarakat umum, namun tidak bagi para pemangku kepentingan di kementerian/lembaga.

PPK merupakan pejabat yang diberi kewenangan oleh PA/KPA untuk pengambil keputusan dan/atau melakukan tindakan yang mengakibatkan pengeluaran anggaran. PPK juga merupakan pejabat yang diberi kewenangan untuk melakukan perikatan atau perjanjian dengan pihak lain. Sementara PPSPM merupakan pejabat yang diberik kewenangan untuk melakukan pengujian dokumen atas permintaan pembayaran dan penerbitan surat perintah membayar.

Baca Juga : Berminat untuk Menjadi Penyelam? Ini Tipsnya untuk Pemula

PPSPM berhak menolak dan mengembalikan permintaan pembayaran apabila tidak memenuhi persyaratan yang dibayarkan. Sebelumnya, jabatan seperti PPK dan PPSPM dirangkap oleh jabatan strukturalnya. Dalam perjalanannya, Contohnya, PPK dijabat oleh Kepala Bagian/Bidang dan PPSPM dijabat oleh Kepala Seksi/Sub Seksi. berdasarkan hasil audit oleh lembaga pemeriksa, perangkapan jabatan tersebut menimbulkan tidak maksimalnya seseorang dalam melakukan tugasnya sebagai pengelola keuangan dan jabatan administrasinya.

Penyalahgunaan kewenangan terjadi dimana-mana dan berakibat kepada benturan kepentingan. Beberapa kasus yang melibatkan beberapa jabatan seperti, tertangkapnya PPK dan keterlibatan bendahara dalam pengelolaan keuangan adalah karena adanya perangkapan jabatan tersebut. Dalam hal pengajuan pembayaran yang dilakukan oleh PPSPM pun tidak terlepas dari hal pemalsuan tanda tangan.

Baca Juga : Pembelajaran Ideal Anak saat Pandemi

Walaupun saat ini untuk penandatanganan dokumen sudah dilakukan melalui injeksi PIN, masih terdapat pejabat yang karena kedinasan, mendelegasikan PIN tersebut kepada orang lain. Dengan adanya jabatan fungsional tersebut nantinya kegiatan/proses bisnis yang terkait dengan pengelolaan keuangan akan lebih fokus dan dapat meningkatkan kinerja organisasi dalam hal keuangan tanpa mencampuradukkan dengan pekerjaan teknisnya.

Dengan perangkapan jabatan yang terjadi selama ini, sering berakibat kepada benturan kepentingan  ketika pengambilan keputusan. Tidak berbeda dengan jabatan fungsional yang telah di atur oleh Permenpan RB, Jabatan fungsional terbuka di bidang perbendaharaan juga menawarkan jenjang karir yang menarik serta tunjangan jabatan yang memadai.

Dari sisi kesempatan memperoleh kenaikan pangkat, jabatan fungsional dimungkinkan memperoleh kenaikan pangkat lebih cepat jika angka kredit yang dipersyaratkan telah dipenuhi. Menjadi pejabat fungsional tidak menutup kesempatan untuk menjadi pejabat pimpinan tinggi, administrator, maupun pengawas. Tentunya ini menjadi tawaran yang menarik bagi pegawai yang menginginkan kebebasan dalam berkreativitas dan inovasi dalam bekerja.

Jabatan fungsional di bidang perbendaharaan khusususnya jabatan fungsional terbuka, memberikan pengaruh yang sangat besar dalam mensukseskan program simplifikasi birokrasi yang dicanangkan pemerintah. Jabatan ini memberikan kesempatan dan pilihan bagi para pejabat yang terdampak atas pemberlakuan kebijakan penyederhanaan organisasi karena terbatasnya jabatan fungsional yang ada di unitnya.

Selain itu juga Jabatan fungsional ini dapat mewujudkan pengelola keuangan yang mampu mewujudkan visi misi pemerintah melalui perencanaan pembangunan yang dialokasikan dalam APBN untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. (**)

Editor : Milna Miana | Sumber : Relis
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 21 Februari 2021 - 13:33:23 WIB

    Beragam Tradisi Unik Masyarakat Adat Indonesia di Bulan Rajab

    Beragam Tradisi Unik Masyarakat Adat Indonesia di Bulan Rajab Masyarakat adat di Indonesia memiliki tradisi unik dalam menyambut momen-momen tertentu, salah satunya saat memasuki bulan Rajab..
  • Ahad, 14 Februari 2021 - 16:34:31 WIB

    Ini Daftar Hewan Langka yang Perlu Kamu Lihat Sebelum Punah

    Ini Daftar Hewan Langka yang Perlu Kamu Lihat Sebelum Punah Saat ini ada berbagai lembaga di seluruh dunia yang sedang mengupayakan penyelamatan terhadap hewan-hewan langka yang terancam punah. Meski begitu, daftar hewan langka mungkin tak akan habis, karena jumlahnya terus bertambah..
  • Ahad, 07 Februari 2021 - 19:13:51 WIB

    Berminat untuk Menjadi Penyelam? Ini Tipsnya untuk Pemula

    Berminat untuk Menjadi Penyelam? Ini Tipsnya untuk Pemula Menikmati pemandangan bawah laut memiliki kenikmatan dan keasyikan tersendiri. Beraneka ragam kehidupan berseliweran dalam perairan tersebut begitu memikat untuk ditatap dan disingkap kehidupan bawah laut tersebut yang sampai.
  • Senin, 01 Februari 2021 - 22:36:28 WIB

    Pembelajaran Ideal Anak saat Pandemi

    Pembelajaran Ideal Anak saat Pandemi Pandemi COVID-19 membawa dampak besar pada dunia pendidikan di Indonesia. Sebagian besar sekolah memutuskan untuk melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar online dari rumah..
  • Sabtu, 30 Januari 2021 - 11:17:10 WIB

    Nobody Wants To Be Stupid

    Nobody Wants To Be Stupid Seorang guru menyampaikan dalam rapat. “Kelas saya adalah kelas istimewa”. Mencoba mengangkat posisi , dan semua orang sudah mengira kata istimewa adalah konotasinya positif. Yang terbayang adalah anak-anaknya kreatif, ra.
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]