BPBD Solsel Harapkan Perusahaan Terlibat Aktif Minimalisir Dampak Bencana


Selasa, 22 Desember 2020 - 08:44:06 WIB
BPBD Solsel Harapkan Perusahaan Terlibat Aktif Minimalisir Dampak Bencana Kalaksa BPBD Solsel Richi Amran bersama Kabag Humas Pemkab Solsel Firdaus Firman saat konferensi pers.

SOLSEL, HARIANHALUAN.COM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Solok Selatan (BPBD Solsel) mengharapkan semua perusahaan (pelaku usaha.red) yang ada di kabupaten ini terlibat aktif dalam upaya meminimalisir dampak bencana, termasuk upaya pemulihan ekonomi masyarakat terdampak.

Hal itu disampaikan Kalaksa BPBD Solsel Richi Amran didampingi Kabag Humas Pemkab Firdaus Firman saat konferensi pers bersama awak media yang bertugas di wilayah Solsel, Senin (21/12/2020) di aula kantor bupati setempat.

Baca Juga : Tahun Ini, 25 Nagari di Agam akan Menggelar Pemilihan Wali Nagari

"Semua jenis potensi bencana alam ada di Solsel kecuali bencana Tsunami. Sehingga, upaya dan sinergi bersama stakeholder terkait sangat dibutuhkan dalam penanganan. Saat ini masyarakat global termasuk Solsel dilanda bencana non alam yaitu pandemi Covid-19, ini termasuk tugas BPBD sebagai sekretariat," kata Richi.

Baca Juga : Selasa Depan, 1.292 Tenaga Kesehatan di Agam Jalani Vaksinasi Covid-19

Kalaksa BPBD Solsel Richi Amran saat memaparkan dampak banjir kepada stakeholder terkait 

 

Baca Juga : Disdik Solsel Bahas Kelanjutan Sekolah Tatap Muka

Menurutnya, pers dalam hal ini juga sangat berperan dalam penyampaian informasi kebencanaan. "Insan pers adalah penggiat dalam penanganan bencana," lanjutnya.

Pihaknya, berharap kedepannya para pelaku usaha (perusahaan) di Solsel mampu menggali potensi untuk mengoptimalkan ekonomi masyarakat terdampak bencana alam maupun bencana non alam.

Baca Juga : Berikut Rincian Sumber Bantuan Bencana Banjir Bandang Solsel 2019

"Jika hanya mengandalkan APBD Solsel, Kita tidak sanggup untuk pengurangan resiko bencana. Kami sudah melakukan sinergi terkait pengurangan dampak bencana alam dengan dua perusahaan yang ada di Solsel, yakni Supreme Energy dan PTPN VI. Harapannya, semua pelaku usaha bisa terlibat aktif dalam hal ini," katanya.

BPBD Solsel dikomandoi oleh Kalaksa bersiap membawa perahu karet untuk pencarian korban hanyut.

 

Ke depannya, bersama dua perusahaan tersebut dimaksimalkan upaya penghijauan dengan menanam pohon produktif disepanjang aliran sungai disekitar lokasi perusahaan. "Masyarakat silahkan mengambil hasilnya jika sudah menghasilkan namun juga butuh perawatan supaya maksimal," katanya.

Kemudian, di Nagari Padang Air Dingin, Kecamatan Sangir Jujuan juga bakal dibentuk tim jaga hutan. "Kami juga sudah memfasilitasi membentuk dua nagari/desa tangguh bencana (Destana) dan Kampung Siaga Bencana (KSB) sebagai upaya awal dan mitigasi," ujarnya.

Pihaknya mengharapkan semua perusahaan berperan aktif dalam mendukung ekonomi masyarakat. Juga terkait isu kebencanaan dan lingkungan hidup. "Semua berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat," bebernya.

Foto bersama personil BPBD Solsel.

 

Sebagai contoh di Batang Pangian, Kecamatan Sangir Balai Janggo, pihak perusahaan PTPN VI telah melakukan rehabilitasi aliran sungai dan memperlebar aliran sungai serta membersihkan sisa material potongan kayu. "Sebelum aksi ini, baik itu di Sungai Mudiak Lawe Sungai Pagu maupun di Sungai Pangian. Dilakukan survei dan mitigasi dihulu sungai," katanya.

Sepanjang 2020 BPBD Solsel telah menerima 53 laporan bencana dan dampak sudah tertangani, seperti memperbaiki pengaman tebing sungai dan normalisasi sungai. "Kami berharap masyarakat Solsl terhindar kedepannya dari ancaman bencana," katanya.

Bencana Non Alam
Kemudian, terkait bencana non alam Covid-19, BPBD Solsel merupakan Satuan Tugas (Satgas) sebagai sekretariat. Anggaran berada di BPBD Solsel. Namun, untuk memperlancar dan memudahkan administrasi Pengguna Anggaran juga berada di Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Solsel. 

"Setidaknya, Rp49 miliar dana refokusing APBD Solsel sudah dikucurkan. Seperti untuk Bantuan Langsung Tunai sekitar Rp32 miliar. Dan sisianya untuk perbaikan ruangan dan peralatan perlengkapan Covid-19 di RSUD, peralatan tenaga medis, pembelian ambulans dan menaikkan daya listrik di RSUD dan lainnya," katanya 

Suasana Konferensi pers diruang aula kantor bupati Solsel bersama awak media yang bertugas di kabupaten ini.

 

Saat ini, kata Richi Amran, ada sekitar Rp14 miliar anggaran yang belum digunakan yang berasal dari pusat berupa Dana Insentif Daerah (DID) sebagai bentuk reward kepada pemkab Solsel. "Gunanya untuk pemulihan ekonomi masyarakat terdampak Covid-19. Nah, ini nantinya tugas dari gugus tugas seperti Dinas Koperindag, Pertanian Kehutanan, Dinas Sosial dan OPD terkait lainnya untuk membuat semacam perencanaan program, supaya bisa dimanfaatkan," katanya.

Terpisah, Kabag Humas Firdaus Firman mengatakan BPBD Solsel salah satu OPD yang aktif dalam memanfaatkan media sosial dalam memberikan informasi kebencanaan di Solsel. "BPBD Solsel memanfaatkan semua jenis medos yang ada untuk memberitahu masyarakat terkait kegiatan ataupun informasi kebencanaan. Kita sangat apresiasi ini," tutupnya. (Advertorial)

Editor : Heldi Satria

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]