Aduh, Penerimaan Pajak Turun Rp 210 Triliun Gegara Covid-19


Selasa, 22 Desember 2020 - 09:02:27 WIB
Aduh, Penerimaan Pajak Turun Rp 210 Triliun Gegara Covid-19 Tes swab Covid-19 di Sawahlunto. (Ist-Harianhlua.com)

JAKARTA,HARIANHALUAN.COM-Pandemi Covid-19 telah membuat penerimaan pajak hingga akhir November 2020 mencapai Rp 925,34 triliun atau turun 18,5 persen dibandingkan pencapaian tahun 2019 yang mencapai Rp 1.136,13 triliun.

Penerimaan negara turun hingga Rp 210,79 triliun pada November tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun 2019. Hal ini karena terbatasnya aktivitas ekonomi dampak pandemi Covid-19.

Baca Juga : Perluas Layanan Perbankan Seamless dan Terdigitalisasi, PermataBank Resmikan Model Branch Lippo Cikarang

“Inilah dampak Covid terhadap penerimaan negara terutama terhadap pajak,” kata Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers virtual realisasi APBN dilansir dari Antara, Selasa (22/12/2020).

Pencapaian penerimaan pajak hingga November 2020 itu, kata Sri, mencapai 77,2 persen terhadap target sesuai Perpes 72 tahun 2020 mencapai Rp 1.198,8 triliun. Pencapaian itu terdiri dari penerimaan pajak dari Pajak Penghasilan (PPh) Migas hingga akhir November 2020 mencapai Rp 29,2 triliun atau turun 44,8 persen jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 52,8 triliun.

Baca Juga : Tips Sederhana Atur Keuangan Agar Bisa Pangkas Utang

Sedangkan pajak nonmigas juga melorot 17,3 persen dari Rp 1.083,3 triliun pada tahun lalu menjadi Rp 896,2 triliun.

Meski penerimaan pajak tumbuh negatif kata Sri, namun dalam sektor penerimaan perpajakan, kepabeanan dan cukai mampu tumbuh positif yang dikontribusikan oleh cukai hasil tembakau.

Baca Juga : Hati-hati Pengguna Snack Video! OJK Sebut Ilegal

Dia menjelaskan kepabeanan dan cukai hingga akhir November 2020 mencapai Rp 183,5 triliun atau tumbuh 4,1 persen jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya mencapai Rp 176,2 triliun. Adapun realisasi penerimaan cukai mencapai Rp 151,1 triliun atau tumbuh 8,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya mencapai Rp 139,5 triliun.

Sementara itu, dari penerimaan kepabeanan, bea keluar mencatat pertumbuhan positif seiring kinerja ekspor yang membaik yakni mencapai Rp 3,3 triliun atau tumbuh 3,9 persen dibandingkan pencapaian tahun lalu mencapai Rp3,2 triliun. Sedangkan bea masuk mencatatkan kinerja negatif yakni mencapai 13,5 persen dengan realisasi mencapai Rp 29,1 triliun.

Baca Juga : BIB Tuah Sakato Hasilkan Pemasukan 400 Juta Pertahun

Sri Mulyani Indrawati juga kembali merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia keseluruhan tahun 2020 masih berada dalam rentang negatif namun kontraksinya lebih dalam yakni minus 2,2 hingga minus 1,7 persen.

“Memang ini sedikit lebih baik dibandingkan rata-rata negara ASEAN atau emerging market tapi kita tetap waspada,” kata Sri Mulyani. (*)

Editor : Dodi | Sumber : Antara
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]