Kini Demokrasi Kriminal, Rizal Ramli: UU ITE Dipakai Menjerat Lawan Politik


Jumat, 25 Desember 2020 - 10:01:10 WIB
Kini Demokrasi Kriminal, Rizal Ramli: UU ITE Dipakai Menjerat Lawan Politik Rizal Ramli

JAKARTA,HARIANHALUAN.COM-Demokrasi Indonesia tidak saja telah mengalami kemunduran, Rizal Ramli bahkan menyebutnya kini telah berubah menjadi demokrasi kriminal.

Pernyataan itu disampaikan oleh Rizal Ramli saat Fadli Zon bertanya tentang bagaimana demokrasi di Indonesia dari masa ke masa, mengalami kemajuan atau malah sebaliknya.

Baca Juga : Buntut Pernyataan Ngabalin ke Busyro Muqoddas, Ketua Fraksi PAN: Jangan Berlebihan

"Kemunduran luar biasa, sebetulnya bertahap dari demokrasi yang bagus awal reformasi, berubah jadi demokrasi prosedural, belakangan malah jadi demokrasi kriminal," terang Rizal Ramli sedilansir dari Suara.com, Jumat (25/12/2020).

Bukan tanpa sebab, ada yang mendasari Rizal Ramli berkata demikian, yakni politik uang di setiap kontestasi politik dari mulai ranah paling bawah sampai pada pemilihan kepala negara.

Baca Juga : Buntut Pemakaian Antigen Bekas di Bandara Kualanamu, Semua Bos KF Diagnostika Dipecat!

Rizal Ramli menyinggung keberadaan cukong yang seringkali berada di belakang pemimpin guna meraup keuntungan berlebih.

"Jadi bupati butuh uang Rp 50 miliar, jadi Gubernur 100-300 Miliar, Presiden apalagi. Nah rata-rata ini gak pada punya uang, ada cukong yang bayarin. Cukong memilih, membantu menghire, bayar poster, kampanye, dan sebagainya," kata Rizal Ramli.

"Begitu orang (pemimpin) terpilih, dia malah lupa kewajiban, tambah bangsat," imbuhnya tegas.

Melihat fenomena yang terjadi belakangan ini, Rizal Ramli berharap akan ada perubahan demokrasi menjadi lebih bersih dan amanah.

Rizal Ramli menguraikan kesalahan tafsir UU ITE yang kini menurut dia justru dipakai untuk menjerat lawan politik pemimpin. Padahal tujuan utama pembentukan UU ITE bukan untuk itu.

"UU ITE lebih gawat dari UU Subversif zaman Soeharto. Orang salah ngomong dikit bisa langsung dipenjara. Ini penyelewengan UU ITE, UU ITE itu untuk kejahatan di sektor financial," tegasnya. (*)

Editor : Dodi | Sumber : Suara.com
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]