Agar Harga Jual Mobil Bekas Tidak Anjlok, Perhatikan 9 Kondisi Ini


Jumat, 25 Desember 2020 - 12:30:12 WIB
Agar Harga Jual Mobil Bekas Tidak Anjlok, Perhatikan 9 Kondisi Ini Ilustrasi mobil bekas

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Di tengah pandemi, pasar mobil bekas sangat berkembang. Harga yang relatif lebih murah membuat mobil bekas masih diminati. Ini menjadi kesempatan bagi Anda pemilik mobil yang ingin menjual mobilnya dalam keadaan bekas.

Namun, ada banyak hal yang mempengaruhi tinggi-rendahnya harga mobil bekas. Dikutip dari Cartoq, setidaknya ada 9 hal yang membuat mobil bekas jadi lebih jatuh harga jualnya. Apa saja?

Baca Juga : Astra Daihatsu Motor Sabet 3 Penghargaan di InnovAstra ke-37

1. Warna Mencolok

Warna mobil yang terlalu mencolok membuat harga mobil lebih jatuh. Pasar mobil bekas saat ini lebih menyukai mobil dengan warna netral seperti silver, hitam, atau putih.

Baca Juga : Rawat Mobilmu, Ini Cara Cek Fluida pada Ruang Mesin ala Daihatsu

Warna-warna seperti oranye, kuning, merah muda atau warna keras lainnya cenderung tidak memiliki nilai jual kembali yang baik. Warna-warna seperti ini menunjukkan goresan dan lecet dengan lebih mudah. Warna-warna ini juga lebih mahal untuk dicat ulang karena bengkel harus membuat warnanya secara khusus.

2. Modifikasi

Baca Juga : Catat! Ini Daftar Mobil yang Mendapat Pembebasan dan Diskon Pajak

Modifikasi mobil mungkin menjadi cara pemilik agar membuat tunggangannya tampil berbeda. Namun, modifikasi mobil sembarangan bisa-bisa membuat harga mobil anjlok.

Pembeli mobil bekas cenderung menginginkan kendaraan standar pabrikan. karena, modifikasi juga akan membuat pembeli mobil bekas meragukan performanya. Dan kemungkinan besar pembeli mobil bekas juga tidak menyukai modifikasi.

Baca Juga : Insentif PPnBM Mobil Diperluas hingga 2.500 cc, Berlaku Bulan Ini

Satu hal yang dapat Anda lakukan adalah memodifikasi kendaraan dalam batas tertentu. Misalnya dengan menggunakan komponen plug & play sehingga bisa dengan mudah dilepas dan dikembalikan ke kondisi standar. Opsi lainnya adalah menjual kendaraan dan komponen modifikasi aftermarket secara terpisah.

3. Citra Merek yang Buruk

Mobil dengan citra merek buruk juga membuat pembeli mobil bekas ogah memilih. Pembeli mobil bekas pastinya ingin merek mobil yang dipercaya dan memiliki reputasi yang baik.

Ada faktor kepercayaan tertentu yang terkait dengan merek yang memiliki reputasi lebih tinggi karena orang tahu bahwa produk tersebut telah dicoba dan diuji dan berkinerja baik karena banyak orang yang membelinya.

4. Layanan Purnajual yang Kurang Baik

Pembeli mobil bekas pastinya sudah siap membayar perbaikan dan servis saat mereka membeli. Layanan purnajual yang kurang baik membuat pembeli mobil bekas tidak ingin membelinya. Alhasil, harga mobil bekas itu anjlok.

Pembeli mobil bekas cenderung lebih memilih mobil dengan layanan purnajual yang baik. Jadi, meskipun pembeli menemukan masalah, dia dapat mengunjungi bengkel terdekat dan dapat memperbaikinya dengan mudah.

Kendaraan dengan biaya perawatan tinggi mengalami depresiasi jauh lebih cepat dan kehilangan nilainya.

5. Berkarat

Karat menjadi musuh terbesar kendaraan. Adanya karat berarti mobil tidak dirawat dengan baik dan itu akan mempengaruhi nilai jual kembali secara signifikan. Bahkan karat kecil pun dapat menyebar dan mempengaruhi bagian yang lebih penting seperti suspensi, sasis, dan bagian lainnya.

Karena masalah karat, biaya perbaikan akan meningkat. Orang biasanya tidak membeli mobil bekas yang sudah berkarat. Jadi, pastikan Anda merawat kendaraan Anda dengan baik dan jika Anda melihat tanda-tanda karat, Anda harus memperbaikinya secepat mungkin.

6. Mobil yang Sudah Dimiliki Banyak Orang

Satu unit mobil bekas terkadang tak hanya dimiliki satu orang. Kadang-kadang, mobil bekas tersebut sudah dimiliki orang kedua atau bahkan ketiga.

Dengan bertambahnya jumlah pemilik, kemungkinan kendaraan bekas itu disalahgunakan semakin tinggi. Pemilik mobil sebelumnya bisa saja seorang pengemudi yang tidak memperhatikan kondisi mobilnya dengan baik.

7. Pernah Kecelakaan

Mobil yang pernah mengalami kecelakaan akan jatuh nilai jualnya. Sebab, kita tidak dapat benar-benar mengetahui seberapa besar kerusakan yang telah terjadi pada kendaraan tersebut. Misalnya, kerusakan mungkin hanya terjadi pada bumper depan, tetapi ada ranting yang dapat melubangi radiator tanpa disadari. Anda akan memperbaiki bumper depan, tetapi kerusakan radiator mungkin tidak terdeteksi.

8. Tak Ada Catatan Servis

Catatan servis kini menjadi bagian penting saat menjual mobil. Jika Anda memiliki catatan servis yang tepat, mobil akan dapat mempertahankan nilainya dengan lebih baik karena pembeli akan dapat mempercayai Anda bahwa kendaraan telah dirawat dengan baik.

9. Polis Asuransi

Jenis polis asuransi berdampak besar pada nilai jual kembali. Jika Anda memiliki asuransi asuransi komprehensif kendaraan akan mampu memiliki nilainya jauh lebih baik. Jenis polis asuransi ini akan memberikan ketenangan pikiran bagi Anda dan pembeli mobil bekas juga. Jika mobil tidak memiliki asuransi, harga jual kembalinya akan lebih rendah. (*)

Editor : Rahma Nurjana | Sumber : detik.com
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]