Pendukung Sandiaga Uno: Di Sana Engkau Tersenyum, di Sini Kami Menangis


Jumat, 25 Desember 2020 - 13:51:03 WIB
Pendukung Sandiaga Uno: Di Sana Engkau Tersenyum, di Sini Kami Menangis Bustami Narda

Sebagaimana kita ketahui, mantan Calon Wakil Presiden(Cawapres) Sandiaga Uno baru saja dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) bersama 5 orang Menteri lainnya, hasil reshuffle Kabinet Indonesia Maju pertama pada Kepemimpinan Presiden Joko Widodo periode kedua ini.  

Oleh Bustami Narda - Wartawan

Menanggapi kehadiran Sandiaga Uno mengiringi langkah seniornya mantan Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto yang sudah duluan masuk istana menjadi Menteri Pertahanan, salah seorang Tim Sukses (Timses) yang sekaligus Juru Bicara (Jubir) kampanye pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin (01), Irma Suryani Chaniago  tampak kecewa. Setidaknya,  kekecewaan Irma  terlihat ketika dia mengatakan kepada wartawan seperti tersiar di beberapa media, bahwa  percuma dia dan kawan-kawannya  berdarah-darah dulunya, jika sekarang Capres dan Cawapres lawan tandingnya dulu itu lantas masuk ke kabinet sebagai Menteri. Atau percuma saja ada Pilpres dulu itu. Irma mungkin bisa dikatakan mewakili banyak pendukung Jokowi-Ma'ruf lainnya, yang masih ragu mengemukakan terus terang seperti Irma.

Baca Juga : SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam siswa Perlu Ditinjau Ulang

Pada Pilpres baru lalu itu memang perlawanan sangat jelas dan sangat keras, karena yang maju hanya dua pasang calon(Paslon), yakni Paslon 01 Jokowi-Ma'ruf dan Paslon 02 Prabowo-Sandi.  Karena demikian ketatnya persaingan, sehingga seperti disinggung Irma Suryani, hampir saja bangsa ini terbelah. Dan ibaratkan luka, hingga kini belum sempurna sembuhnya. 

Apa yang dirasakan Irma  ini sesungguhnya dapat kita pahami. Tidaklah mudah perjuangan yang dilakukan Timses kedua belah pihak waktu itu. Andaikan Paslon 01 yang kalah, apakah akan terjadi juga kondisi seperti sekarang ini? Apakah Jokowi dan Ma'ruf Amin akan diambil Prabowo-Sandi sebagai Menterinya? Belum tentu. Kalaupun Prabowo-Sandi mau merangkul, apakah Jokowi-Ma'ruf mau? Belum tentu juga. 

Baca Juga : Jangan Ikuti! Iblis Penebar Hoaks Pertama

Namun di balik ini, satu hal lagi yang perlu dipahami, buah dari adu kekuatan yang sangat keras saat Pilpres baru lalu itu, yang akan lebih merasakan dalam waktu lama adalah para Timses atau para pendukung kedua belah pihak. 

Kendatipun kedua Paslon telah berangkulan,  sudah Cipika-Cipiki, telah makan sepiring berdua, namun taklah demikian bagi para pendukung. Bagi pendukung masing-masing Paslon, goresan-goresan luka saat berlangsung Pilpres itu amat lama terasa sakitnya. Bagi mereka tidak bisa diobati dengan cium-ciuman, dengan makan bersama dan dengan hanya sekadar berangkulan. Sebab mereka mendukung Paslon lebih banyak didorong oleh rasa, oleh cinta dan oleh cita-cita, dibandingkan oleh politik. Sedangkan Paslon memutuskan maju, apapun alasannya, apapun argumentasinya, kita sekarang dapat melihat bahwa mereka lebih banyak didorong okeh kemauan politik. Kenapa dikatakan demikian? Karena Timses lahir setelah ada Paslon. Sedangkan Paslon lahir sebelum ada Timses. 

Baca Juga : Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam

Jadi, dengan masuknya Prabowo-Sandi ke Kabinet Indonesia Maju saat ini, tidak saja Timses atau pendukung Jokowi-Ma'ruf yang kecewa, akan tetapi lebih kecewa lagi pendukung Prabowo-Sandi. 

Bayangkan, para pendukung Prabowo-Sandi hingga kini masih tetap berduka dengan gagal nya Paslon ini ke istana. Kekecewaan mereka karena Paslon 02 kalah, taklah mudah mereka lupakan begitu saja. Kalau pendukung Jokowi-Ma'ruf sulit melupakan luka-luka lama saat kampanye dulu karena menang, sedangkan pendukung Prabowo-Sandi susah melupakannya karena kalah. Yang namanya kalah, sudah barang tentu sangat menyakitkan. Sebagai bukti, kendati kedua Paslon telah berupaya meminta  agar pendukungnya masing-masing tak lagi menyebut Cebong dan Kampret, namun dalam kenyataannya hingga kini tetap juga ada sebutan itu. Kita dapat melihatnya di Medsos saban hari.  

Baca Juga : Prabowo dan Habib Rizieq

Yang membuat kekecewaan pendukung Prabowo-Sandi makin parah lagi dibandingkan kekecewaan pendukung Jokowi-Ma'ruf, ketika kini pendukung Prabowo-Sandi banyak yang sedang menghuni bui pesakitan sebagai penghuni sel tahanan, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno tersandar duduk di kursi empuk sebagai Menteri. Apapun alasannya, pesakitan yang dialami para pendukung Prabowo-Sandi sekarang ini tidaklah bisa dilepaskan dari rentetan Pilpres dulu itu. 

Mungkin saja hati kecil mereka yang terkena masalah hukum sekarang atau yang sudah keluar dari penjara setelah vonis berakhir, akan berbisik lirih, bahwa jika tidak bisa Prabowo-Sandi membantu mereka, sebaiknya janganlah menambah luka hati mereka dengan cara begini. Sampai hati Prabowo-Sandi mempertontonkan kemesraannya dengan Jokowi-Ma'ruf di tengah pendukungnya sedang meringkuk dalam jeruji besi. Dendang lirih mereka sebelum tidur dengan tangan kanan di atas kening sambil melihat loteng kamar yang sempit dalam penjara ketika malam telah semakin larut, mungkin begini bunyinya," Di sana engkau tersenyum, di sini kami menangis". 

Untuk ke depan, dari pengalaman ini, agaknya bangsa ini dapat mengambil pelajaran agar jangan berpecah belah pula kita gara-gara berbeda pilihan dan dukungan saat Pilpres. Marilah kita letakkan persatuan dan kesatuan di atas sebuah percaturan politik yang dinamis itu. Mulai sekarang mari kita pupuk kembali rasa persatuan sebangsa dan setanah air, rasa persatuan sesama umat beragama, rasa persatuan sesama umat seagama dan seiman. Jangan sampai rusak pula rasa seiman kita karena Pilpres. Apapun namanya, inilah dunia politik. Setidaknya dunia politik negeri kita Indonesia saat ini.**

Editor : Rahma Nurjana
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 09 Februari 2021 - 14:07:37 WIB

    SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam siswa Perlu Ditinjau Ulang

    SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam  siswa Perlu Ditinjau Ulang Ternyata persoalan pemakaian jilbab bagi siswi Non Muslim di SMKN 2 Padang,  belum berakhir. Pemberitaannya hiruk pikuk dan viral  diperbincangkan secara nasional dalam dunia pendidikan. Sampai Mendikbud terpancing angkat b.
  • Kamis, 04 Februari 2021 - 14:45:37 WIB

    Jangan Ikuti! Iblis Penebar Hoaks Pertama

    Jangan Ikuti!  Iblis Penebar Hoaks Pertama Kita barangkali akrab dengan cerita Nabi Adam ‘alaihissalam diciptakan oleh Allah SWT sebagai khalifah. Melalui anugerah ilmu, Allah memuliakan Nabi Adam di atas malaikat dan iblis..
  • Senin, 01 Februari 2021 - 16:58:52 WIB

    Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam

    Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam Syekh Muhammad Djamil Djambek adalah ulama pelopor pembaruan Islam dari Sumatra Barat awal abad ke-20, dilahirkan pada tahun 1860 di Bukittinggi, terkenal sebagai ahli ilmu falak terkemuka..
  • Senin, 04 Januari 2021 - 09:37:20 WIB

    Prabowo dan Habib Rizieq

    Prabowo dan Habib Rizieq Partai Gerindra sungguh seperti berkayuh di antara dua karang dalam bersikap terhadap kasus yang dialami Habib Rizieq Sihab (HRS), Ormas dan pengikutnya sekarang ini. .
  • Kamis, 31 Desember 2020 - 20:46:02 WIB

    Catatan Akhir Tahun (4): Selamat Tinggal Tahun Kelam

    Catatan Akhir Tahun (4): Selamat Tinggal Tahun Kelam TAHUN 2020 segera akan berakhir. Tahun 2021 segera akan tiba. "Selamat tinggal tahun 2020. Selamat tinggal tahun kelam. Selamat tinggal tahun yang penuh dengan kepahitan hidup. .
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]