Bupati Mursini Menyusul? Lima Tersangka Kasus Korupsi di Kuansing Dipenjarakan


Ahad, 27 Desember 2020 - 18:24:24 WIB
Bupati Mursini Menyusul? Lima Tersangka Kasus Korupsi di Kuansing Dipenjarakan Bupati Kuansing Mursini. (Riaumandiri.co)

PEKANBARU,HARIANHALUAN.COM-Bupati Mursini  diduga akan menyusul  lima orang yang telah dijebloskan ke dalam penjara dalam perkara dugaan korupsi penyimpangan dana 6 kegiatan di Sekretariat Daerah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), provinsi Riau.

Adapun lima pesakitan telah dihadapkan ke persidangan dengan agenda tuntutan. Mereka adalah Muharlius yang dituntut 8,5 tahun penjara, dan denda sebesar Rp500 juta subsidair 6 bulan kurungan.

Baca Juga : Tim Pengacara Bakal Dampingi Tiga Mahasiwa Unilak yang Dipecat

Selain itu, mantan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Kuansing itu juga dituntut membayar uang pengganti kerugian negara Rp1.933.679.535 subsidair 3 tahun penjara. Terdakwa M Saleh juga dituntut pidana dan denda yang sama dengan Murhalius. Bedanya, mantan Kepala Bagian (Kabag) Umum yang juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada 6 kegiatan itu, dituntut membayar uang pengganti sebesar Rp2.333.679.535 subsidair 3 tahun penjara.

Untuk terdakwa Verdi Ananta dituntut 7,5 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsidair 6 bulan kurungan. Mantan Bendahara Pengeluaran Rutin Setdakab Kuansing itu diminta untuk membayar uang pengganti Rp1.783.679.535 subsidair 2 tahun penjara.

Baca Juga : FKPMR Dorong Percepatan Pembangunan Infrastruktur di Riau

Lalu, terdakwa Hetty Herlina merupakan mantan Kasubbag Kepegawaian yang menjabat Pejabat Pelaksanaan Teknis Kegiatan (PPTK) dituntut selama 5,5 tahun penjara, denda Rp250 juta subsidair 6 bulan kurungan, dan uang pengganti Rp350 juta subsidiar 2 tahun penjara. Terakhir, terdakwa Yuhendrisal, mantan Kasubbag Tata Usaha Setdakab Kuansing sekaligus PPTK kegiatan rutin makanan dan minuman tahun 2017, dituntut 5 tahun penjara, dan denda Rp250 juta subsidair 6 bulan kurungan. Dia juga dituntut membayar uang pengganti Rp250 juta subsidair 1 tahun penjara.

Dilansir Haluanriau.co Ahad (27/12/2020), tuntutan pidana tersebut telah disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) secara virtual dari Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuansing, Rabu (23/12).

Baca Juga : Jumat, Tiga Kepala Daerah Terpilih Dilantik Gubernur

Sementara majelis hakim yang dipimpin Faisal, terdakwa, dan penasehat hukum berada di tempat terpisah. Menurut Kepala Kejari (Kajari) Kuansing, Hadiman.

Perkara ini telah menimbulkan kerugian negara sebesar Rp7.451.038.605. Sementara yang dibebankan kepada 5 terdakwa adalah sebesar Rp6.651.038.605. Artinya, masih terdapat selisih Rp800 juta.

Baca Juga : Riau Kebut Produksi Beras Hingga Capai Taget 331.237 Ton

“Selisih itu dibebankan kepada saksi Mursini untuk membayar kerugian negara,” ujar Hadiman, Ahad (27/12/2020).

Dikatakannya, Bupati Kuansing itu menerima aliran uang dalam 2 kali kesempatan. Uang itu diyakini bersumber dari 6 kegiatan di Setdakab Kuansing yang bermasalah itu.

“Dengan cara, uang diantar ke Batam, diterima seseorang atas perintah saksi Mursini sebesar Rp650 juta, dan biaya berobat istrinya sebesar Rp150 juta. Jadi jumlah keseluruhan sebesar Rp800 juta,” jelas Kajari. “Untuk saksi Mursini menerima aliran dana sebesar Rp800 juta berdasarkan keterangan terdakwa M Saleh, terdakwa Verdy Ananta, dan keterangan saksi Rigo,” sambungnya.

Hal itu, sebut Kajari, berdasarkan fakta-fakta persidangan. Salah satunya disebutkan, Mursini mengizinkan para terdakwa membuat surat pertanggung jawaban (SPj) fiktif di rumah dinas Bupati Kuansing. Pihaknya, sebut dia, telah mengimbau agar Mursini mengembalikan kerugian negara itu sejak dari awal penyidikan. Sayangnya, hingga kini hal itu tidak diindahkan orang nomor satu di Kota Jalur itu.

“Harus diminta pertangung jawaban kepada yang bersangkutan (Mursini,red) uang Rp800 juta tersebut. Itu uang negara,” tegas Hadiman.

“Apakah nanti (Mursini) ditetapkan sebagai tersangka setelah kelima terdakwa divonis oleh majelis hakim? Kami akan ekspos di Kejati (Kejaksaan Tinggi Riau,red),” pungkas Kajari Kuansing itu. (*)

Editor : Dodi | Sumber : Haluanriau.co
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]