Legal atau Ilegal? Aktivitas Bongkar Muat Ratusan Kayu Log Gemparkan Warga


Ahad, 27 Desember 2020 - 20:48:07 WIB
Legal atau Ilegal? Aktivitas Bongkar Muat Ratusan Kayu Log Gemparkan Warga Aktifitas pemuatan kayu log asal Kepulauan Meranti yang dilakukan di Kampung Rawa Sungai Apit. Kayu legal atau ilegal?. (Haluanriau.co)

PEKANBARU,HARIANHALUAN.COM-Para pegiat lingkungan dan warga tempatan dibuat tergakegat-kaget dan prihatin melihat aktivitas bongkar muat kayu alam berbentuk log, di Kampung Sungai Rawa, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, provinsi Riau.

Banyak kejanggalan di masyarakat tempatan. Pasalnya, asal kayu itu dari daerah Mengkikip, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, namun Tempat Penumpukan Kayu (TPK) di wilayah Kabupaten Siak.

Baca Juga : Main Layangan Dekat Jaringan Lisrik PLN, Ini Bahayanya

Terlihat di lokasi, sebuah Fuso bernopol BK 9361 MM terparkir menunggu muatan kayu Alam yang sedang berlangsung. Dengan menggunakan Excavator merk Hitachi warna oranye, untuk menaikkan kayu ke dalam Fuso pada Minggu, (27/12/2020) sore.

Sekelompok pemuda tampak memperhatikan kegiatan itu dari jarak dekat. Mereka berbincang satu sama lain sembari berharap mengetahui aktivitas tersebut.

Baca Juga : Karhutla Cagar Biosfer Capai 100 Hektare, Tim Kesulitan Lakukan Pemadaman

“Kami tak tau bang, entah kayu dari mana. Baru tau ini pula kalau ada kegiatan muat kayu di sini,” ungkap tiga pemuda yang enggan disebutkan namanya yang sedang mengamati aktivitas muat kayu Alam yang berada di samping Jembatan Sungai Rawa itu seperti dilandsit dari Haluanriau.co.

Kepada awak media, Alek (37) asal Jambi, salah satu pekerja yang ada di TKP mengatakan bahwa, kayu itu berasal dari Mengkikip, Kabupaten Meranti yang akan dibawa ke Medan Sumut.

Baca Juga : 100 Korporasi Perkebunan Dikumpulkan, Diperingatkan Agar Cegah Dini Karhutla

Dia juga mengaku, dirinya baru satu minggu ada di situ. “Rencana kayu ini mau dibawa ke Medan, kayu ini dari Mengkikip, Kabupaten Meranti. Saya baru satu minggu di sini,” kata Alek.

Dia juga mengaku bahwa dirinya hanya sebagai pekerja. Ia juga mengarahkan awak media agar bertanya langsung kepada Kelompok Tani Swadaya Mandiri Jaya.

Baca Juga : Padamkan Karhutla, Personal Gabungan Bermalam di Hutan

“Saya hanya pekerja bang, kalau lebih jelas, tanya saja langsung ke Kelompok Tani yang tertera pada plang itu,” arahnya.

Dilain pihak SO (39) salah satu warga Sungai Rawa yang enggan disebutkan namanya mengakui banyak kejanggalan terhadap aktivitas kegiatan tersebut.

Menurutnya, jika kayu alam itu berasal dari Mengkikip, Kabupaten Kepulauan Meranti, kenapa membongkarnya di Kabupaten Siak.

“Informasi yang kami tau, kayu itu dari Mengkikip, Meranti. Tapi kok tempat pembongkarannya di Sungai Rawa, Kabupaten Siak,” terangnya singkat.

Pantauan haluanriau.co di lapangan, alat berat dengan santai memuat kayu alam itu kedalam mobil Fuso dengan diawasi oleh para pekerjanya. Ada papan plang yang tertancap di areal dekat Jembatan Sungai Rawa dengan bertuliskan TPK ANTARA Kelompok Tani Swadaya Mandiri Jaya Nomor : SK. 5/KT-SMJ/X/2020 Tgl: 1 Oktober 2020.

Hingga berita ini diterbitkannya, pihak media belum bisa menghubungi pihak Kelompok Tani SMJ. (*)

Editor : Dodi | Sumber : Haluanriau.co
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]