Catatan Akhir Tahun (2): Kita Sungguh Perlu Bersatu


Senin, 28 Desember 2020 - 14:48:33 WIB
Catatan Akhir Tahun (2): Kita Sungguh Perlu Bersatu Bustami Narda

DARI pengalaman kita selama di tahun 2020 yang nyaris tak berhenti hidup dalam pertengkaran, hidup dalam perseteruan politik dan hukum yang berkepanjangan, sudah selayaknyalah kita mengubah pola hidup begini kepada pola hidup rukun dan damai yang diikat oleh rasa persaudaraan sebangsa dan setanah air dari mulut sampai ke hati di tahun 2021 nanti. 

Oleh Bustami Narda -Wartawan

Baca Juga : SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam siswa Perlu Ditinjau Ulang

Agar hidup rukun dan damai dalam berbangsa dan bernegara bisa terwujud di negeri ini, para unsur pemimpin bangsa, pengelola negara, para elite dan tokoh bangsa, mestilah bisa mencontohkannya kepada seluruh rakyatnya. 

Mereka yang kita sebutkan ini harus mau dan mampu memberi contoh teladan bagaimana hidup rukun dan damai itu sesungguhnya. 

Baca Juga : Jangan Ikuti! Iblis Penebar Hoaks Pertama

Sebab, selama ini rakyat selalu mendapat suguhan tampilan perselisihan dan perseteruan terus menerus dari para unsur pemimpin bangsa, dari para pengelola negara, dari para elite dan tokoh-tokohnya. Rakyat sebenarnya sudah sangat muak menyaksikan semua  ini. Tapi mau bagaimana lagi. Itulah kondisi bangsa mereka. Mau bicara, merekapun takut nanti dibilang melakukan ujaran kebencian, perbuatan tak menyenangkan, penghasutan, dan seabrek delik-delik menakutkan lainnya. Sehingga rakyat memilih lebih banyak diam, walaupun akibat perseteruan orang-orang terpandang yang tak berkesudahan itu, mereka rakyat sendiri yang harus menerima sengsaranya. Contoh,  rakyat makin hari makin susah hidupnya karena ekonomi makin hari semakin terpuruk, musibah makin hari kian datang timpa bertimpa. 

Karena itu, agar kondisi kita bisa lebih baik ke depan ini, di awal-awal kita akan memasuki tahun 2021 ini, agaknya perlu kita persiapkan diri, sebagai berikut: 

Baca Juga : Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam

1. Tanamkanlah rasa malu pada diri sendiri dan masing-masing kelompok atau golongan,  kalau akan mempertontonkan pertikaian politik dan hukum di depan TV, di depan khalayak ramai atau di hadapan rakyat. Jika ada pertikaian, usahakanlah memperkecil pertikaian besar, menghilangkan pertikaian kecil dengan memperlihatkan jiwa besar masing-masing kepada rakyat. Lebih banyaklah mengalah ketimbang meradang.

 2. Upaya rekonsiliasi dan bergabung antara dua Pasangan Calon (Paslon) Pilpres 2019 dulu sesungguhnya sangat positif untuk mewujudkan persatuan bsbfsa kita. Tetapi itu harus dengan prinsip mempersatukan bangsa kembali dari atas sampai ke akar rumput, dan jangan sekali-kali sampai ada terkesan bagi rakyat hanya untuk sekadar bagi-bagi kue kekuasaan, bagi-bagi kursi jabatan. 

Baca Juga : Prabowo dan Habib Rizieq

3. Masuknya Parabowo-Sandi ke dalam Kabinet Indonesia Maju, sangat diharapkan rakyat agar bisa menghilangkan sekat-sekat keterbelahan bangsa saat Pilpres yang lalu. Maksudnya, Prabowo-Sandi harus berperan aktif dalam menciptakan kedamaian dan ketenteraman dari tingkat elite sampai ke akar rumput bersama-sama dengan Presiden, Wapres dan anggota kabinet lainnya. Bukan hanya sekadar mengambil peran sesuai dengan Tugas Pokok dan Pungsi(Tupoksi)-nya saja di Kementerian yang didudukinya. 

4. Kesatuan bahasa bagi Kabinet Indonesia Maju dalam menyikapi sesuatu yang sedang mengemuka di tengah-tengah masyarakat, sangatlah diperlukan oleh rakyat yang membutuhkan kedamaian dan ketenteraman bangsa ini, seperti kesatuan bahasa dalam menyikapi pemuluhan eknomi, dll. 

5. Jiwa kenegarawanan dari seluruh elemen bangsa, mulai dari para unsur pemimpin bangsa, pengelola negara, para tokoh dan elit bangsa lainnya, sangatlah diperlukan. Sebab jiwa negarawan inilah yang akan membuat mereka tidak merasa berhadap-hadapan dengan rakyatnya, tetapi benar-benar merasa mengayomi, melindungi dan menyayangi rakyatnya. Kalau ada rakyat yang bandel, yang kritis, yang suka menantang, harusnya didekati, dirangkul, dinasehati, dan jalan terakhir barulah diperingatkan bahwa jika tidak berubah juga, akan dikenakan sangsi. Asalkan tidak ada yang maunya menang sendiri tanpa mempedulikan kata  hati nurani. Jadi, tidak ada istilah rakyat di satu pihak, pemerintahan di pihak lain. Sebab pemerintahan itu datangnya dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. 

6. Selanjutnya, rakyat tanpa kecuali, haruslah mampu dan mau berama-sama dengan unsur pemimpin bangsa, pengelola negara, para tokoh dan elite bangsa lainnya menciptakan kedamaian, ketenangan dan ketenteraman bangsa, sesuai dengan porsi dan  kemampuan masing-masing. 

 7. Dengan ini, diharapkan rakyat dan pemimpinnya bisa merasa saling membutuhkan. Rakyat butuh pemerintahan  dan pemerintahan membutuhkan rakyatnya, dengan tanpa membedakan rakyat yang dulu mendukungnya atau tidak mendukungnya. Sebab, selagi ada juga terselip rasa itu, rasa saling menyayangi dan saling membutuhkan tidak akan tercipta secara utuh. Hanya yang akan ada, pengelompokan rakyat yang mendukung dan tidak mendukung, yang lambat atau cepat akan membuat bangsa ini  semakin terbelah. 

Kalau kita masih tetap juga bertahan dengan kondisi yang kita alami di tahun 2020, saling bertengkar, berselisih yang tak ada ujungnya, yang kita khawatirkan, Allah SWT,  Tuhan Yang Maha Esa, menurunkan azab yang lebih besar ke negeri ini. Kita tentu boleh saja tidak percaya kepada azab Allah SWT, atau mungkin juga sama sekali tidak percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa, tetapi azab-Nya  tidak akan terhalang karena itu. Bahkan hanya akan semakin cepat datangnya. Musibah wabah Covid-19,  gempa dan Tsunami Aceh, Palu dan berbagai musibah lainnya, marilah kita cukupkan untuk menjadi pelajarsn bagi kita dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. 

Nah, semoga kepahitan yang kita rasakan selama berada di tahun 2020, dapatlah hendaknya berubah manis di tahun 2021 nanti. Amin...!  (* )

Editor : Rahma Nurjana
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 09 Februari 2021 - 14:07:37 WIB

    SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam siswa Perlu Ditinjau Ulang

    SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam  siswa Perlu Ditinjau Ulang Ternyata persoalan pemakaian jilbab bagi siswi Non Muslim di SMKN 2 Padang,  belum berakhir. Pemberitaannya hiruk pikuk dan viral  diperbincangkan secara nasional dalam dunia pendidikan. Sampai Mendikbud terpancing angkat b.
  • Kamis, 04 Februari 2021 - 14:45:37 WIB

    Jangan Ikuti! Iblis Penebar Hoaks Pertama

    Jangan Ikuti!  Iblis Penebar Hoaks Pertama Kita barangkali akrab dengan cerita Nabi Adam ‘alaihissalam diciptakan oleh Allah SWT sebagai khalifah. Melalui anugerah ilmu, Allah memuliakan Nabi Adam di atas malaikat dan iblis..
  • Senin, 01 Februari 2021 - 16:58:52 WIB

    Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam

    Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam Syekh Muhammad Djamil Djambek adalah ulama pelopor pembaruan Islam dari Sumatra Barat awal abad ke-20, dilahirkan pada tahun 1860 di Bukittinggi, terkenal sebagai ahli ilmu falak terkemuka..
  • Senin, 04 Januari 2021 - 09:37:20 WIB

    Prabowo dan Habib Rizieq

    Prabowo dan Habib Rizieq Partai Gerindra sungguh seperti berkayuh di antara dua karang dalam bersikap terhadap kasus yang dialami Habib Rizieq Sihab (HRS), Ormas dan pengikutnya sekarang ini. .
  • Kamis, 31 Desember 2020 - 20:46:02 WIB

    Catatan Akhir Tahun (4): Selamat Tinggal Tahun Kelam

    Catatan Akhir Tahun (4): Selamat Tinggal Tahun Kelam TAHUN 2020 segera akan berakhir. Tahun 2021 segera akan tiba. "Selamat tinggal tahun 2020. Selamat tinggal tahun kelam. Selamat tinggal tahun yang penuh dengan kepahitan hidup. .
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]