Ramai Parodi Hina Indonesia Raya, Malaysia: Pelakunya WNI!


Jumat, 01 Januari 2021 - 11:02:17 WIB
Ramai Parodi Hina Indonesia Raya, Malaysia: Pelakunya WNI! Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Inspektur Jenderal Polisi Tan Sri Abdul Hamid Bador mengatakan seorang warga Indonesia diyakini sebagai pelaku utama di balik video ofensif di Indonesia dan rekaman itu tidak dibuat di Malaysia.

Melansir Bernama, Jumat (1/1/2021) dia mengatakan polisi memperoleh informasi ini setelah memeriksa seorang buruh Indonesia, berusia 40 tahun di Sabah, yang juga salah satu tersangka dalam kasus tersebut.

Baca Juga : Panas, 1.000 Massa Pro Junta Militer Turun ke Jalan di Myanmar

"Tersangka ditangkap di Sabah pada hari Senin dan Kepolisian Kerajaan Malaysia (PDRM) telah memperoleh petunjuk baru dalam penyelidikan kami," katanya.

"Ya, PDRM mendapat petunjuk baru bahwa pelakunya berasal dari sana (Indonesia), dan tersangka kami sedang melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan siapa yang mengedit video tersebut," imbuhnya.

Baca Juga : Astaga! Ada Tanda-tanda Fase Baru Mutasi Covid-19

Abdul Hamid mengatakan polisi Malaysia telah membagikan informasi ini dengan rekan-rekan mereka di Indonesia dan tersangka utama diharapkan segera diketahui.

"Dalam kasus ini, oknum yang jahat dan tidak bertanggung jawab dengan motif yang buruk telah menodai lagu kebangsaan Indonesia Raya," ujarnya.

Baca Juga : Akan Rilis, Laporan Intelijen AS Sebut MBS Setujui Pembunuhan Khashoggi

"Parodi ini telah memicu kemarahan masyarakat Indonesia, dan saya dapat meyakinkan Anda bahwa Bareskrim telah mengambil tindakan drastis dengan membentuk dan menerbangkan tim khusus ke Sabah kemarin untuk melacak para pelaku," tambahnya.

Abdul Hamid menekankan bahwa terlibat dalam setiap tindakan yang merendahkan negara mana pun merupakan pelanggaran serius.

Baca Juga : Pemerintahan Joe Biden Tuding Putra Raja Salman Dalang Pembunuhan Jurnalis AS

"Inshallah, tersangka (pelaku utama) akan kami bawa ke pengadilan begitu dia ditangkap," ujarnya.

"Saya ingin mengingatkan warga Malaysia untuk menjauhi kegiatan tercela yang telah melukai perasaan warga negara tetangga kita Indonesia," tambahnya.

Video yang diunggah di kolom komentar akun YouTube My Asean dua pekan lalu itu memuat lirik-lirik editan Indonesia Raya yang menghina Indonesia.

Video tersebut telah dihapus dari bagian komentar YouTube tetapi telah diunggah di berbagai aplikasi dan dibagikan secara luas di platform media sosial lain di Indonesia, sehingga menimbulkan reaksi negatif yang kuat dari banyak orang.(*)

Editor : Nova Anggraini | Sumber : CNBCindonesia
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]