Prabowo dan Habib Rizieq


Senin, 04 Januari 2021 - 09:37:20 WIB
Prabowo dan Habib Rizieq Bustami Narda

Partai Gerindra sungguh seperti berkayuh di antara dua karang dalam bersikap terhadap kasus yang dialami Habib Rizieq Sihab (HRS), Ormas dan pengikutnya sekarang ini. 

Oleh: Bustami Narda

Baca Juga : Catatan Akhir Tahun (4): Selamat Tinggal Tahun Kelam

Seperti kita ketahui, Ormas Islam besutan HRS tahun 1998 yang sekarang sudah berganti nama menjadi Front Persatuan Islam (FPI) itu,  seperti ditimpa badai gelombang besar semenjak kepulangan Imam Besar jutaan pengikut ini dari Tanah Arab. 

Mulai dari kasus kerumunan pengikut HRS saat datang menjemputnya ke Bandara Soekarno Hatta, terus ke Mega Mendung, lanjut ke Petamburan untuk acara pernikahan putri HRS dan acara Maulid Nabi, yang berujung pada penahanan HRS, lanjut pada kematian 6 orang laskar pengawal HRS di tangan petugas kepolisian beberapa waktu lalu.  Terakhir sampailah pada pembubaran serta pelarangan aktivitas Ormas Islam tempat HRS dan pengikutnya bernaung selama ini  oleh Pemerintah, yang banyak mendapat sorotan dari berbagai pihak. 

Baca Juga : Catatan Akhir Tahun (2): Kita Sungguh Perlu Bersatu

Terhadap semua ini, sangat menarik apabila kita coba melihat sikap Partai Gerindra yang dipimpin Prabowo Subianto. 

Kenapa dikatakan menarik? Apa hubungan antara keduanya? Kita tentu sudah paham benar, bahwa ketika Pasangan Calon (Paslon) Presiden-Wakil Presiden (Wapres) nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno maju berhadapan dengan Paslon nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin tahun 2019, HRS bersama  gerbong Ormasnya serta seluruh organisasi sayap Ormas tersebut mendukung penuh Paslon 02. 

Baca Juga : Catatan Akhir Tahun(1) : Ekonomi Menyedihkan

Lahirnya Ijtima' Ulama yang memutuskan mendukung penuh Prabowo-Sandi saat itu, sungguh merupakan hasil keringat HRS dan pengikutnya. 

Habieb Rizieq dan pengikutnya di seluruh Indonesia dan luar negeri, siap menanggung semua resiko dalam berupaya memperjuangkan Prabowo-Sandi saat itu. Istimewanya lagi, HRS dan pengikutnya sama sekali tidak pernah berpikir tentang uang dari Paslon yang didukungnya. Bahkan pengikut HRS yang berupaya membantu Prabowo-Sandi dalam mencarikan uang melalui pengumpulan sumbangan di tempat-tempat pelaksanaan kampanye. Sungguh perjuangan yang ikhlas semata-mata karena Allah SWT.

Baca Juga : Pendukung Sandiaga Uno: Di Sana Engkau Tersenyum, di Sini Kami Menangis

Namun kemudian, setelah hasil Pilpres menetapkan Paslon 02 menang, tak berapa lama, situasi ternyata berubah. Secara lambat dan pasti, Prabowo-Sandi merapat ke istana. Cara merapatnya bukan kepalang tanggung,  Prabowo dan Sandi langsung yang masuk ke istana menjadi Menteri di Kabinet Jokowi. 

Bagaimana dengan nasib HRS dan pengikutnya? Tampaknya merapatnya Prabowo-Sandi ke istana, tidak berpengaruh sama sekali terhadap hubungan pendukung Prabowo-Sandi, terutama bagi HRS dan pengikutnya. Kedekatan Prabowo-Sandi dengan Jokowi-Ma'ruf tampaknya tak serta merta bisa mendekatkan HRS dan pengikutnya dengan istana. Setidaknya dapat dilihat dari  kasus beruntun yang menimpa HRS dan pengikutnya saat ini. 

Terkait dengan kasus yang sekarang menimpa HRS, pengikut dan Ormasnya sekalian, Prabowo-Sandi pun tampak seperti tak kenal sama sekali selama ini dengan HRS dan pengikutnya. Setidaknya,  secara kasat mata terlihat dengan tidak adanya sama sekali tindakan kedua tokoh yang sudah dapat jabatan Menteri sekarang ini.

Pada awal-awal dulu, mungkin agak sedikit terobati jugalah luka hati HRS dan pengikutnya, ketika dua orang pentolan Partai Gerindra yang dipimpin Prabowo, Fadli Zon dan Romo HR Muhammad Syafi'i turut melontarkan statement bernada berpihak kepada HRS, pengikut dan Ormasnya. Terutama Fadli Zon, seringkali meminta Pemerintah  berlaku adil dalam menangani kasus HRS, pengikutnya yang meninggal 6 orang dan Ormasnya yang di dibubarkan.  Fadli Zon yang selama ini disebut-sebut orang sangat dekat dengan Prabowo dan menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP. Gerindra bidang luar negeri itu bahkan sangat garang membela HRS, pengikut dan Ormasnya dalam berbagai kesempatan. 

Akan tetapi ketika muncul di media baru-baru ini Wakil Ketua Umum DPP. Gerindra bidang pemuda, perempuan dan anak, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menyatakan mendukung pembubaran Ormas tersebut oleh Pemerintah,  dapat kita bayangkan betapa teririsnya hati HRS dan pengikutnya. Menurut logika politik orang kebanyakan, jika tidak akan membantu meringankan beban HRS dan pengikutnya, setidaknya janganlah memberatkan pula. Agaknya,  entah mungkin ada di antara pengikut HRS yang menengadahkan wajah lelahnya ke angkasa sunyi demi untuk menahan air mata sambil mengatakan bahwa Prabowo -Sandi atau Gerindra sama seperti membalas air santan yang sudah diberikan HRS dan pengikutnya kepadanya dengan air tuba kepada HRS dan pengikutnya. Sungguh menyakitkan. 

Dengan munculnya dua pendapat berbeda di tubuh Partai Gerindra dalam menyikapi kasus HRS, pengikut dan Ormasnya ini, setidaknya ada dua makna yang bisa diambil. Pertama, bisa jadi di tubuh Partai Gerindra sendiri sekarang sudah terjadi keretakan yang membuat terbelahnya partai dalam menyikapi hal ini. Kedua, bisa saja karena Prabowo sebagai Ketum Partai Gerindra berupaya untuk tidak ditinggalkan pendukung lamanya pada Pilpres, Pemilu dan Pilkada ke depan, sehingga dia mainkan politik dua kaki. Sebelah kakinya berada di pihak HRS yakni Fadli Zon dan Romo HR Muhammad Syafi'i dan sebelah lagi kakinya terletak di pihak istana yakni Rahayu Saraswati Djojohadikusumo. Namun terhadap semua ini tentu Allah SWT lah yang tahu pasti. (*)

Editor : Rahma Nurjana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 04 Januari 2021 - 09:37:20 WIB

    Prabowo dan Habib Rizieq

    Prabowo dan Habib Rizieq Partai Gerindra sungguh seperti berkayuh di antara dua karang dalam bersikap terhadap kasus yang dialami Habib Rizieq Sihab (HRS), Ormas dan pengikutnya sekarang ini. .
  • Kamis, 31 Desember 2020 - 20:46:02 WIB

    Catatan Akhir Tahun (4): Selamat Tinggal Tahun Kelam

    Catatan Akhir Tahun (4): Selamat Tinggal Tahun Kelam TAHUN 2020 segera akan berakhir. Tahun 2021 segera akan tiba. "Selamat tinggal tahun 2020. Selamat tinggal tahun kelam. Selamat tinggal tahun yang penuh dengan kepahitan hidup. .
  • Senin, 28 Desember 2020 - 14:48:33 WIB

    Catatan Akhir Tahun (2): Kita Sungguh Perlu Bersatu

    Catatan Akhir Tahun (2): Kita Sungguh Perlu Bersatu DARI pengalaman kita selama di tahun 2020 yang nyaris tak berhenti hidup dalam pertengkaran, hidup dalam perseteruan politik dan hukum yang berkepanjangan, sudah selayaknyalah kita mengubah pola hidup begini kepada pola hidup.
  • Ahad, 27 Desember 2020 - 21:15:22 WIB

    Catatan Akhir Tahun(1) : Ekonomi Menyedihkan

    Catatan Akhir Tahun(1) : Ekonomi Menyedihkan Begitu wabah Corona atau Covid-19 dinyatakan mewabah di Indonesia pada bulan Maret lalu, ekonomi langsung anjlok, karena kegiatan pasar langsung stagnan tiba-tiba. Pasar banyak yang ditutup. Mulai dari kegiatan pedagang kaki .
  • Jumat, 25 Desember 2020 - 13:51:03 WIB

    Pendukung Sandiaga Uno: Di Sana Engkau Tersenyum, di Sini Kami Menangis

    Pendukung Sandiaga Uno: Di Sana Engkau Tersenyum, di Sini Kami Menangis Sebagaimana kita ketahui, mantan Calon Wakil Presiden(Cawapres) Sandiaga Uno baru saja dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) bersama 5 orang Menteri lainnya, hasil reshuffl.
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]