Prabowo dan Habib Rizieq Bagai Santan Berbalas Tuba


Senin, 04 Januari 2021 - 13:07:17 WIB
Prabowo dan Habib Rizieq Bagai Santan Berbalas Tuba Bustami Narda

HARIANHALUAN.COM - Partai Gerindra sungguh seperti berkayuh di antara dua karang dalam bersikap terhadap kasus yang dialami Habib Rizieq Sihab (HRS), Ormas dan pengikutnya sekarang ini. 


Oleh: Bustami Narda

Baca Juga : Hiruk Pikuk Soal Jilbab di SMKN 2 Padang, Meningkatkan Mutu Pendidikan di Saat Pandemi Jauh Lebih Urgen

 

Seperti kita ketahui, Ormas Islam besutan HRS tahun 1998 yang sekarang sudah berganti nama menjadi Front Persatuan Islam(FPI) itu,  seperti ditimpa badai gelombang besar semenjak kepulangan Imam Besar jutaan pengikut ini dari Tanah Arab baru lalu. 
   
 Mulai dari kasus kerumunan pengikut HRS saat datang menjemputnya ke Bandara Soekarno Hatta, terus ke Mega Mendung, lanjut ke Petamburan untuk acara pernikahan putri HRS dan acara Maulid Nabi, yang berujung pada penahanan HRS, lanjut pada kematian 6 orang laskar pengawal  gaHRS di tangan petugas kepolisian beberapa waktu lalu.  

Baca Juga : Orangtua, Terima Kasih Telah Bantu Kami di Rumah

Terakhir sampailah pada pembubaran serta pelarangan aktivitas Ormas Islam tempat HRS dan pengikutnya bernaung selama ini  oleh Pemerintah, yang banyak mendapat sorotan dari berbagai pihak. 
     
Terhadap semua ini, sangat menarik apabila kita coba melihat sikap Partai Gerindra yang dipimpin Prabowo Subianto. 
     
Kenapa dikatakan menarik? Apa hubungan antara keduanya? Kita tentu sudah paham benar, bahwa ketika Pasangan Calon(Paslon) Presiden-Wakil Presiden(Wapres) nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno maju berhadapan dengan Paslon nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin tahun 2019, HRS bersama  gerbong Ormasnya serta seluruh organisasi sayap Ormas tersebut mendukung penuh Paslon 02. 
     
Lahirnya Ijtima' Ulama yang memutuskan mendukung penuh Prabowo-Sandi saat itu, sungguh merupakan hasil keringat HRS dan pengikutnya. 
Habieb Rizieq dan pengikutnya di seluruh Indonesia dan luar negeri, siap menanggung semua resiko dalam berupaya memperjuangkan Prabowo-Sandi saat itu. Istimewanya lagi, HRS dan pengikutnya sama sekali tidak pernah berpikir tentang uang dari Paslon yang didukungnya. Bahkan pengikut HRS yang berupaya membantu Prabowo-Sandi dalam mencarikan uang melalui pengumpulan sumbangan di tempat-tempat pelaksanaan kampanye. Sungguh perjuangan yang ikhlas semata-mata karena Allah SWT. 
    
Namun kemudian, setelah hasil Pilpres menetapkan Paslon 02 menang, tak berapa lama, situasi ternyata berubah. Secara lambat dan pasti, Prabowo-Sandi merapat ke istana. Cara merapatnya bukan kepalang tanggung,  Prabowo dan Sandi langsung yang masuk ke istana menjadi Menteri di Kabinet Jokowi. 
     
Bagaimana dengan nasib HRS dan pengikutnya? Tampaknya merapatnya Prabowo-Sandi ke istana, tidak berpengaruh sama sekali terhadap hubungan pendukung Prabowo-Sandi, terutama bagi HRS dan pengikutnya. Kedekatan Prabowo-Sandi dengan Jokowi-Ma'ruf tampaknya tak serta merta bisa mendekatkan HRS dan pengikutnya dengan istana. Setidaknya dapat dilihat dari  kasus beruntun yang menimpa HRS dan pengikutnya saat ini. 
     
Terkait dengan kasus yang sekarang menimpa HRS, pengikut dan Ormasnya sekalian, Prabowo-Sandi pun tampak seperti tak kenal sama sekali selama ini dengan HRS dan pengikutnya. Setidaknya,  secara kasat mata terlihat dengan tidak adanya sama sekali tindakan kedua tokoh yang sudah dapat jabatan Menteri sekarang ini.
     
Pada awal-awal dulu, mungkin agak sedikit terobati jugalah luka hati HRS dan pengikutnya, ketika dua orang pentolan Partai Gerindra yang dipimpin Prabowo, Fadli Zon dan Romo HR Muhammad Syafi'i turut melontarkan statement bernada berpihak kepada HRS, pengikut dan Ormasnya. Terutama Fadli Zon, seringkali meminta Pemerintah  berlaku adil dalam menangani kasus HRS, pengikutnya yang meninggal 6 orang dan Ormasnya yang di dibubarkan.  Fadli Zon yang selama ini disebut-sebut orang sangat dekat dengan Prabowo dan menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP. Gerindra bidang luar negeri itu bahkan sangat garang membela HRS, pengikut dan Ormasnya dalam berbagai kesempatan. 
     
Akan tetapi ketika muncul di media baru-baru ini Wakil Ketua Umum DPP. Gerindra bidang pemuda, perempuan dan anak, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menyatakan mendukung pembubaran Ormas tersebut oleh Pemerintah,  dapat kita bayangkan betapa teririsnya hati HRS dan pengikutnya. Menurut logika politik orang kebanyakan, jika tidak akan membantu meringankan beban HRS dan pengikutnya, setidaknya janganlah memberatkan pula. Agaknya,  entah mungkin ada di antara pengikut HRS yang menengadahkan wajah lelahnya ke angkasa sunyi demi untuk menahan air mata sambil mengatakan bahwa Prabowo -Sandi atau Gerindra sama seperti membalas air santan yang sudah diberikan HRS dan pengikutnya kepadanya dengan air tuba kepada HRS dan pengikutnya.  Sungguh menyakitkan. 
     
Dengan munculnya dua pendapat berbeda di tubuh Partai Gerindra dalam menyikapi kasus HRS, pengikut dan Ormasnya ini, setidaknya ada dua makna yang bisa diambil. Pertama, bisa jadi di tubuh Partai Gerindra sendiri sekarang sudah terjadi keretakan yang membuat terbelahnya partai dalam menyikapi hal ini. Kedua, bisa saja karena Prabowo sebagai Ketum Partai Gerindra berupaya untuk tidak ditinggalkan pendukung lamanya pada Pilpres, Pemilu dan Pilkada ke depan, sehingga dia mainkan politik dua kaki. Sebelah kakinya berada di pihak HRS yakni Fadli Zon dan Romo HR Muhammad Syafi'i dan sebelah lagi kakinya terletak di pihak istana yakni Rahayu Saraswati Djojohadikusumo. Namun terhadap semua ini tentu Allah SWT lah yang tahu pasti. (*)

Editor : Heldi Satria

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 27 Januari 2021 - 12:39:00 WIB

    Hiruk Pikuk Soal Jilbab di SMKN 2 Padang, Meningkatkan Mutu Pendidikan di Saat Pandemi Jauh Lebih Urgen

    Hiruk Pikuk Soal Jilbab di SMKN 2 Padang, Meningkatkan Mutu Pendidikan di Saat Pandemi Jauh Lebih Urgen Hiruk pikuk soal pemakaian jilbab bagi siswi non muslim di SMKN 2 Padang, yang kini menjadi berita viral di berbagai media, baik itu di media online, media cetak maupun media elektronik, seperti televisi lokal dan nasional, t.
  • Rabu, 27 Januari 2021 - 12:15:51 WIB

    Orangtua, Terima Kasih Telah Bantu Kami di Rumah

    Orangtua, Terima Kasih Telah Bantu Kami di Rumah Sejak diberlakukannya PJJ atau pembelajaran jarak jauh selama masa pandemi Covid-19, dunia pendidikan adalah yang paling lama menerima dampak. Orangtua dipaksa menerima kenyataan bahwa anak-anak mereka harus menjalani proses .
  • Kamis, 21 Januari 2021 - 21:41:45 WIB

    Kawasan 1000 Rumah Gadang Dilema antara Mimpi dan Kenyataan

    Kawasan 1000 Rumah Gadang Dilema antara Mimpi dan Kenyataan Sebentar lagi akan selesai pekerjaan revitalisasi 33 Rumah Gadang dan penataan lingkungan beserta pembangunan Menara Pandang berikut Pentas Budaya beserta bangunan los etalase souvenir di Nagari Koto Baru, Kecamatan Sungai Pa.
  • Selasa, 19 Januari 2021 - 16:43:09 WIB

    Registrasi Perkara Konstitusi

    Registrasi Perkara Konstitusi Ada yang bersorak riang. Begitu membaca berita di media tentang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar. Seolah-olah Pemohon/Penggugat PHPU sudah menang di Mahkamah Konstitusi (MK). Yang me.
  • Senin, 11 Januari 2021 - 21:54:30 WIB

    Pembiasaan Karakter Pembelajaran Online Masa Pandemi Covid-19

    Pembiasaan Karakter Pembelajaran Online Masa Pandemi Covid-19 Sejak ditetapkannya masa Pandemi akibat serangan ganas Covid-19 maka seluruh aspek aktivitas manusia mengalami perubahan, sebagai dampak dari pemberlakuan Lock Down atau PSBB yang terus berlanjut sampat sekarang. Mulai dari k.
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]