Pembiasaan Karakter Pembelajaran Online Masa Pandemi Covid-19


Senin, 11 Januari 2021 - 21:54:30 WIB
Pembiasaan Karakter Pembelajaran Online Masa Pandemi Covid-19 Syafri Maltos, M. Pd, Kepala MTs Al Ittihadiyah Pekanbaru.

Sejak ditetapkannya masa Pandemi akibat serangan ganas Covid-19 maka seluruh aspek aktivitas manusia mengalami perubahan, sebagai dampak dari pemberlakuan Lock Down atau PSBB yang terus berlanjut sampat sekarang. Mulai dari kegiatan ekonomi bahkan tak terkecuali kegiatan Pendidikan. Terutama bidang Pendidikan, agaknya memiliki dampak yang cukup lama.

Oleh: Syafri Maltos, M. Pd, Kepala MTs Al Ittihadiyah Pekanbaru 

Baca Juga : Hiruk Pikuk Soal Jilbab di SMKN 2 Padang, Meningkatkan Mutu Pendidikan di Saat Pandemi Jauh Lebih Urgen

Terhitung sejak bulan Maret 2020 sampai saat tulisan ini dibuat Januari 2021 bidang Pendidikan masih melakukan proses Pembelajaran jarak Jauh atau PJJ dan istilah lain yang dipakai. Khusus di sekolah kami menggunakan istilah BDR atau Belajar Dari Rumah. Pendidikan merupakan Panglima dalam kehidupan manusia.

Dia harus menjadi prioritas utama dalam seluruh aspek yang ada. Apapun keadaannya Pendidikan tetap harus dilaksanakan. Karena salah satu amanat Pembukan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 adalah turut mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan merupakan cara yang ditempuh dalam mewujudkan amanah tersebut.

Baca Juga : Orangtua, Terima Kasih Telah Bantu Kami di Rumah

Bahkan ini selaras dengan perintah agama yang disampaikan Rasulullah SAW dalam sabda beliau yang artinya “Menuntut Ilmu itu kewajiban bagi setiap muslim laki-laki dan muslik perempuan” (HR. Ibnu majah).

Berdasarkan Undang-undang sistem Pendidikan nasioanal pasal 1 ayat 1 menyatakan bahwa, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Baca Juga : Kawasan 1000 Rumah Gadang Dilema antara Mimpi dan Kenyataan

Sedangkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter hadir dengan pertimbangan bahwa dalam rangka mewujudkan bangsa yang berbudaya melalui penguatan nilai-nilai religius, jujur, toleran, disiplin, bekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan bertanggung jawab, pemerintah memandang perlu penguatan pendidikan karakter.

Maka atas dasar pertimbangan tersebut, pada tanggal 6 September 2017, Presiden  menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. Dalam Perpres  Penguatan Pendidikan Karakter disebutkan bahwa Penguatan Pendidikan Karakter merupakan gerakan pendidikan di bawah tanggung jawab satuan pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan pelibatan dan kerja sama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM).

Baca Juga : Registrasi Perkara Konstitusi

Maka apapun kondisinya Pendidikan tetap harus dilaksanakan dan pembentukan karakter harus menjadi prioritas utama. Karakter yang harus dikuatkan dalam masa pembelajaran BDR ini:

1. Jujur

Dalam pembelajaran online, sekolah menetapkan strateginya memalui Learning Management system (LMS) yang terintegrasi dan terkoneksi secara jaringan internet. Untuk tatap maya, pembelajaran melalui aplikasi Zoom meeting.

Dalam pelaksanaanya sekolah tetap menjalankan alur prosedur pembelajaran yang menitik tekankan pembentukan karakter jujur. Di sekolah yang kami pimpin agar seluruh siswa terbiasa dengan karakter jujur maka dibuat peraturan yang mengharuskan semua peserta didik menghidupkan kamera selama pembelajaran online.

Sangat dituntut kejujuran siswa dalam mengerjakan seluruh kegiatan pembelajaran online dengan absensi berlapis yaitu absensi melalui e-learning yang dilakukan oleh masing-masing siswa lalu absensi oleh ketua kelas melalui kelas tatap maya dan selanjutnya guru juga memastikan kehadiran siswa melalui kegiatan pembelajaran di Zoom meeting.

Dengan adanya proses seperti ini tidak ada lagi siswa yang bisa melakukan manipulasi data absensi mereka melalui e-learning lalu abai terhadap kegiatan pembelajaran tatap maya di zoom meeting. Begitu juga dengan tugas-tugas yang lain. Tidak ada siswa yang copy paste tugas kawan-kawannya atau dari orang lain yang diambil dari dunia maya.

Karena system yang kokoh sudah dipersiapkan untuk mentracking jika ada kejadian seperti ini. Dan tak luput proses ujian online. Siswa tidak akan bisa melakukan mencontek dalam ujian mereka atau sekedar mencari jawaban dari internet. Ini semua dilakukan demi terbentuknya karakter jujur pada seluruh siswa. Mengingat tantangan mereka kedepan adalah menjadi manusia jujur sehingga ini menjadi modal sukses mereka di masa yang akan datang.

2. Disiplin

Penguatan pembentukan karakter disiplin dilakukan pada pembelajaran online terutama disiplin masuk kelas. Dengan kecanggihan teknologi hari ini. Sebagai pimpinan sekolah bisa setiap saat melakukan visitasi kelas melalui breakout room yang ada di kelas zoom meeting mereka. Pimpinan sekolah akan mengetahui secara langsung siapa saja yang masuk dan siapa yang absen.

Begitu juga mana kelas yang ada guru dan yang tidak. Pembelajaran online ini kita upayakan persis seperti pembelajaran normal dengan adanya breakout room melalui kelas masing-masing. Jika ada yang tidak hadir atau terlambat hadir, langsung bisa diketahui. Begitu juga disiplin penegakan peraturan sekolah yang lain. Seperti yang dilakukan disekolah kami yaitu penggunaan seragam sekolah sesuai hari yang ditetapkan. Merapikan rambut bagi siswa.

3. Kreatif

Tak ada alasan untuk tidak melakukan pembinaan karakter kreatif dalam proses Pendidikan selama masa pandemi ini. Kami tetap berupaya membina karakter kreatif melalui kegiatan-kegiatan sekolah online seperti setiap hari selasa siswa menyediakan sarapan sendiri sesuai dengan kreatifitas masing-masing lalu hasilnya di peragakan di grup. Sangat variatif apa yang dilakukan oleh mereka.

Begitu juga kegiatan ekskul, kita sesuaikan dengan kondisi mereka hari ini. Tidak harus memaksakan sesuai dengan kondisi normal. Sehingga mereka bisa belajar sesuai kondisi hari ini. Dan gambaran keadaan dunia kedepan menjadikan mereka harus tahu kreatifitas apa yang sesuai dengan tuntutan zaman.

4. Bekerja keras

Kerja keras sangat diperlukan bagi Ananda di masa yang akan datang. Jika kita abai dalam pembentukan karakter ini, maka kita semua terutama orangtua akan menemukan kesulitan dalam menghadapi Ananda di saat mereka memang harus siap untuk bertanggung jawab menghidupi dirinya apalagi bertanggung jawab pada orang lain.

Maka sekolah melakukan pembinaan dan pembiasaan pada karakter ini dengan memberikan beberapa penugasan kepada mereka. Tugas bukan dalam maksud membebani dan membuat mereka bosan. Ananda akan mendapatkan tugas yang lebih berat dikemudian hari.

Jika hari ini Ananda masih harus berjuang dan perlu waktu yang lama agar bisa menerima dan paham bahwa tugas yang diberikan itu bukanlah sebuah pemaksaan kehendak sekolah terutama guru sebagai ujung tombak sekolah dalam pembelajaran, maka dikemudian hari dikhawatirkan mereka akan menemukan kesulitan dan bahkan akan tergeser dalam persaingan. Karena masa mereka dalam pembentukan karakter ini sudah melewati batas waktu dari kawan-kawan mereka. Untuk menantisipasi hal ini maka dari sejak kini Ananda dibiasakan untuk bekerja keras dalam batas-batas penugasan yang bisa dilakukan oleh anak di usia mereka.

5. Religius

Bekal religius sangat diharapkan oleh semua orangtua. Indonesia hari ini sadar bahwa kepintaran tidak menjadi tolok ukur utama kesuksesan. Orangtua kemaren menyesal bahwa mereka terjebak dalam pendapat bahwa kesuksesan itu hanya untuk mereka yang pintar matematika, fisika, biologi, Bahasa inggris, sehingga mereka berlomba menyekolahkan anak-anak mereka ke sekolah-sekolah yang minded-nya adalah nilai.

Mereka menyadari kekeliruan ini setelah menjalani usia senja dan hampir tak mereka dapatkan ketenangan batin dengan hanya sekedar mendengar lantunan ayat suci meluncur dari bibir anak-anak mereka, atau sekedar meilhat anak-anak mereka bergegas ke masjid ketika sudah mendengar suara azan, dan yang paling memilukan hati, hampir tak terdengar do’a lirih anak-anak mereka untuk masa depan akhirat orangtua.

Karena mereka tak tau apa yang harus dibaca dan apa yang harus dilakukan. Jika pun muncul penyesalan dan kesadaran namun beban mental menjadikan mereka Kembali ciut. Lalu hari ini mereka menjadi orangtua. Mereka tak mau kehilangan kesempatan ini. Mereka sekolahkan anak-anak mereka demi bekal dunia dan akhirat. Sebagai gayung bersambut keinginan orangtua tersebut, sekolah kami membina dan membiasakan ananda dalam pembentukan karakter religius ini dengan adanya mutaba’ah amal yaumi, setiap setiap siswa dipantau ibadahnya, dilaporkan setiap hari.

Lalu dibahas di kelas dan jika ada kelalaian adanya nasehat dan teguran dari walikelas Ananda. Lalu ada One Day One Juz, agar Ananda terbiasa dekat dengan Alqur’an sebagai bacaan utama yang tak diragukan lagi akan membawa mereka menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.

6. Kerjasama

Dalam masa pandemi ini, sepertinya kita harus memutar otak untuk menghasilkan ide brilian bagaimana caranya agar pembinaan dan pembiasaan karakter Kerjasama ini tetap bisa dijalankan. Karena semua orang berpikir mana mungkin? Sedangkan Ananda belajar secara online. Tak satupun teman yang bisa diajak untuk kerja kelompok.

Jika pemahaman kita untuk mewujudkan kerjasama harus bisa bertemu langsung barangkali sulit bagi kita untuk melakukan ini. Namun jika kita memahami bahwa kerja kelompok secara online, diskusi secara online, ini juga adalah bentuk kerjasama, maka kita akan sangat mudah menerima bahwa pembiasaan karakter ini sangat memungkin walau dalam masa pandemi. Akhirnya. Kondisi hari ini tak ada yang memprediksi sebelumnya.

Kita seolah dipaksa masuk dalam keadaan darurat, dan sebagai manusia berakal yang akal itu sendiri harus kita beri asupan gizi secara ruhani dengan ilmu, sehingga tak ada kata menyerah kepada kondisi hari ini.

Ananda semua. Antum adalah calon orang-orang hebat di zaman nya nanti. Calon pemimpin-pemimpin handal kelak. Jadikan proses hari ini sebagai bekal kesuksesan antum di masa datang. Jangan pernah mengeluh. Jalani, upayakan, dan bertawakkal lah. (**)

Editor : Milna Miana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 27 Januari 2021 - 12:39:00 WIB

    Hiruk Pikuk Soal Jilbab di SMKN 2 Padang, Meningkatkan Mutu Pendidikan di Saat Pandemi Jauh Lebih Urgen

    Hiruk Pikuk Soal Jilbab di SMKN 2 Padang, Meningkatkan Mutu Pendidikan di Saat Pandemi Jauh Lebih Urgen Hiruk pikuk soal pemakaian jilbab bagi siswi non muslim di SMKN 2 Padang, yang kini menjadi berita viral di berbagai media, baik itu di media online, media cetak maupun media elektronik, seperti televisi lokal dan nasional, t.
  • Rabu, 27 Januari 2021 - 12:15:51 WIB

    Orangtua, Terima Kasih Telah Bantu Kami di Rumah

    Orangtua, Terima Kasih Telah Bantu Kami di Rumah Sejak diberlakukannya PJJ atau pembelajaran jarak jauh selama masa pandemi Covid-19, dunia pendidikan adalah yang paling lama menerima dampak. Orangtua dipaksa menerima kenyataan bahwa anak-anak mereka harus menjalani proses .
  • Kamis, 21 Januari 2021 - 21:41:45 WIB

    Kawasan 1000 Rumah Gadang Dilema antara Mimpi dan Kenyataan

    Kawasan 1000 Rumah Gadang Dilema antara Mimpi dan Kenyataan Sebentar lagi akan selesai pekerjaan revitalisasi 33 Rumah Gadang dan penataan lingkungan beserta pembangunan Menara Pandang berikut Pentas Budaya beserta bangunan los etalase souvenir di Nagari Koto Baru, Kecamatan Sungai Pa.
  • Selasa, 19 Januari 2021 - 16:43:09 WIB

    Registrasi Perkara Konstitusi

    Registrasi Perkara Konstitusi Ada yang bersorak riang. Begitu membaca berita di media tentang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar. Seolah-olah Pemohon/Penggugat PHPU sudah menang di Mahkamah Konstitusi (MK). Yang me.
  • Senin, 11 Januari 2021 - 21:54:30 WIB

    Pembiasaan Karakter Pembelajaran Online Masa Pandemi Covid-19

    Pembiasaan Karakter Pembelajaran Online Masa Pandemi Covid-19 Sejak ditetapkannya masa Pandemi akibat serangan ganas Covid-19 maka seluruh aspek aktivitas manusia mengalami perubahan, sebagai dampak dari pemberlakuan Lock Down atau PSBB yang terus berlanjut sampat sekarang. Mulai dari k.
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]