Lakukan Penipuan dan Money Laundry, Pemilik GrabToko Diciduk


Rabu, 13 Januari 2021 - 00:48:34 WIB
Lakukan Penipuan dan Money Laundry, Pemilik GrabToko Diciduk ilustrasi penangkapan

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap tersangka berinisial YMP (33 tahun) pelaku penipuan daring dan pencucian uang. Tersangka diamankan berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/0019/I/2021/Bareskrim dan merupakan karyawan swasta. Tersangka ini meminta bantuan pihak ketiga untuk membuat website belanja daring. 

"Website ini juga diketahui menggunakan hosting di luar negeri", kata Dirtipidsiber Bareskrim Polri, Brigjen Pol Slamet Uliandi dalam rilis yang diterima harianhaluan.com, Selasa (12/1/2021) malam.

Baca Juga : Musim Kemarau, Ketua BPC HIPMI Pessel Ajak Petani Walet Jaga Kelembaban RBW

Penangkapan dilakukan di Kelurahan Selong, Kecamatan Kebayoran Baru pada Sabtu (9/1/2021) sekitar pukul 20.00 WIB. Dari tangan tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya 4 (empat) unit ponsel pintar merk Samsung dan Oppo, 1 (satu) unit laptop, 2 (dua) buah Simcard, 1 (satu) buah KTP dan 4 (empat) buku cek dari bank BRI, BCA dan Mandiri.

Tersangka melancarkan aksinya dengan cara membuat sebuah website bernama GrabToko (www.grabtoko.com) yang menawarkan berbagai macam barang elektronik dengan harga yang sangat murah, hal ini mengundang minat banyak orang yang akhirnya berbelanja namun barang tidak kunjung dikirimkan. Dari informasi tersangka, ada 980 pelanggan yang memesan barang elektronik dari situs GrabToko tersebut, namun hanya 9 pelanggan saja yang menerima pesanan.

Baca Juga : Brian Putra Bastara akan Buat Rekor MURI untuk HIPMI Sumbar

"Barang yang dikirimkan kepada 9 costumer itu ternyata dibeli tersangka di ITC dengan harga normal," jelas Kasubdit II Dittipidsiber Bareskrim Polri, AKBP Adex Yudiswan.

Tersangka menyewa kantor di kawasan Kuningan dan mempekerjakan enam orang karyawan costumer service yang bertugas untuk meminta tambahan waktu pengiriman barang apabila ada konsumen yang bertanya mengapa barang pesanannya tidak kunjung dikirimkan. Keenam costumer service tersebut bekerja dengan dibekali laptop oleh pelaku yang ternyata didapatkan dengan cara menyewa dari orang lain. 

Baca Juga : Ini Kiat Menciptakan Entrepreneur Milenial dari Audy Joinaldy

Dalam melaksanakan proses penyidikan, Dittipidsiber Bareskrim Polri dibantu oleh beberapa bank yang di antaranya bank BCA, BNI dan BRI. Pihak bank juga membantu penyidik dalam upaya penanganan tindak pidana ini. Total kerugian ditafsir sekitar Rp17 miliar Rupiah dari pihak iklan dan pembeli. Tersangka juga disinyalir menginvestasikan uang hasil kejahatannya ke dalam bentuk crypto currency dan hal ini akan ditangani melalui berkas terpisah.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 28 ayat 1 juncto pasal 45A ayat 1 undang-undang nomor 19 tahun 2016 atas perubahan undang-undang nomor 11 tahun 2008 dan/atau pasal 378 KUHP dan/atau pasal 82 dan/atau pasal 85 undang-undang nomor 3 tahun 2011 tentang Transfer Dana, dengan ancaman maksimal 6 (enam) tahun penjara dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000,- (satu miliar rupiah). (*)

Baca Juga : Diskusi Senja HIPMI Sumbar, Program Menciptakan 100 Ribu Entrepreneur Milenial

Reporter : Agoes Embun | Editor : Agoes Embun
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]