Minangkabau Express Hantam Trans Padang, Rute Kereta Api Sibinuang Terganggu


Rabu, 13 Januari 2021 - 22:06:02 WIB
Minangkabau Express Hantam Trans Padang, Rute Kereta Api Sibinuang Terganggu Evakuasi bus Trans Padang usai dihantam kereta Minangkabau Express.

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Dampak dari peristiwa kecelakaan di perlintasan kereta api yang melibatkan Kereta Api Minangkabau Ekspres dan bus Trans Padang, Rabu (13/1/2021) membuat perjalanan kereta api lokal Sibinuang dari arah Padang menuju Naras dan sebaliknya mengalami keterlambatan. Bahkan, untuk perjalanan KA Minangkabau Express relasi Padang-BIM PP dibatalkan. 

Hal itu disampaikan Kepala Humas PT KAI Divre II Sumatera Barat, Ujang Rusen Permana. "PT KAI Divre II memohon maaf atas gangguan perjalanan kereta api yang disebabkan adanya kejadian tertabraknya kereta oleh bus di perlintasan kereta api antara Stasiun Tabing dan Stasiun Duku. Karena sulitnya evakuasi bus, maka sampai saat ini jalur kereta belum bisa dilewati," ungkap Rusen.

Baca Juga : Perumda AM Kota Padang Umumkan Pemenang Lomba Karya Tulis Artikel HUT ke-46 Tahun

Diakuinya, akibat kejadian tersebut jadwal perjalanan KA Lokal Sibinuang mengalami keterlambatan karena ada 2 KA Lokal Sibinuang relasi Naras-Padang yang tertahan di Stasiun Lubuk Alung dan Stasiun Duku. "Selain itu, tujuan perjalanan KA Minangkabau Express pun dibatalkan," terangnya.

Selanjutnya Rusen kembali menekankan tentang pentingnya kesadaran masyarakat pengguna jalan raya dalam mematuhi aturan saat akan melintas di perlintasan sebidang. "Dahulukan perjalanan kereta api sesuai UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 124 menyatakan pada perpotongan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pemakai jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api," imbuhnya.

Baca Juga : Ada 52 Kasus Pernikahan di Bawah Umur di Kota Padang Tahun 2020, Penyebab Utama 'Hamil Duluan'

Adapun dalam UU 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angutan Jalan Pasal 114 menyebutkan bahwa pada perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pengemudi kendaraan wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai di tutup atau ada isyarat lain seperti mendahulukan kereta api dan emberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintas rel.

Sementara sesuai PM 36 Tahun 2011 tentang Perpotongan Dan/Atau Persinggungan Antara Jalur Kereta Api dengan Bangunan Lain pada Pasal 6 ayat 1 menyebutkan bahwa pada perlintasan sebidang, kereta api mendapat prioritas berlalu lintas. "Kami senantiasa menghimbau agar masyarakat selalu berhati-hati saat akan melintas perlintasan kereta api. Berhenti sejenak, tengok kanan-kiri untuk memastikan tidak ada kereta yang melintas," tutupnya.

Baca Juga : Cuma 2 Menit, Cetak Dokumen Kependudukan di Disdukcapil Kota Padang dengan Anjungan Dukcapil Mandiri

Hingga berita ini diterbitkan, proses evakuasi terpantau masih berlanjutnya. Mobil derek milik Dinas Perhubungan masih berupaya untuk mengeluarkan bus Trans Padang yang terjepit antara pohon kayu dengan salah satu gerbong KA Minangkabau Express. (*)

Reporter : Buliza Rahmat | Editor : Agoes Embun

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]